UNTUK INDONESIA
Jimly Asshiddiqie Tanggapi Kontroversi Ceramah UAS
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan ceramah 'salib jin kafir' itu di ruang tertutup, di masjid, intern umat Islam. Ini tanggapan Jimly Asshiddiqie.
Ustad Abdul Somad (UAS). (Foto : Antara/Syifa Yulinnas)

Jakarta - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan seiring perkembangan zaman yang serba digital, para penceramah harus arif memilah kata-kata.

Ia mengatakan itu menanggapi kontroversi ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyebut kata 'salib' dan 'jin kafir' yang memicu kontroversi, dinilai menyinggung agama Kristen dan Katolik.

Jimly mengatakan apa yang terjadi pada UAS adalah pelajaran bahwa sekarang ini tak ada lagi istilah ruang tertutup, semua ruang terbuka.

"Sudah tidak ada lagi ruang bicara internal, eksternal, semua sekarang sudah eksternal," kata Jimly ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Minggu, 18 Agustus 2019.

Menurutnya, isu agama sangat riskan dibicarakan di tengah publik. Ilmu agama wajib disebarkan, dikemas secara baik dan benar.

"Para ulama, para mubalig, para pendeta, para rohaniawan agama apa pun, sekali dia bicara di intern jemaahnnya, tidak ada kepastian bahwa materi yang dia bicarakan itu dalam 5 menit tidak didengar seluruh orang di dunia," kata Jimly.

Sudah tidak ada lagi ruang bicara internal, eksternal, semua sekarang sudah eksternal.

Pria dengan gelar profesor ini mengimbau UAS segera meminta maaf ke hadapan publik. Pernyataan UAS dianggap Jimly telah memancing kekecewaan sejumlah pihak. 

"Kalau memang harus minta maaf ya minta maaf saja, ya tidak apa-apa, saya rasa begitu," ucapnya.

Anggota DPD RI terpilih periode 2019-2024 ini mengingatkan, para pemuka agama dapat memilih materi saat disampaikan ke hadapan masyarakat.

"Harus berhati-hati. Sekarang kita harus lebih menekankan bimbingan moral dan agama kepada jemaah yang sifatnya inklusif. Tidak hanya menyebar kebencian permusuhan kepada kelompok lain," tuturnya.

Ia mengatakan kejadian yang dialami UAS dapat menjadi cermin bagi siapa pun agar hal serupa tidak terulang. Agar para tokoh agama mengedepankan ajaran yang mencerahkan, mendamaikan, merukunkan kehidupan berbangsa.

"Memperkuat kualitas moral, akhlak, iman takwa dari masing-masing penganut agama, tanpa menyinggung umat agama lain," kata Jimly.

Sebelumnya UAS menjelaskan latar belakang munculnya kata 'salib' dan 'jin kafir' dalam pengajiannya yang kemudian videonya viral dan memicu kontroversi.

UAS mengatakan pengajian ia laksanakan dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di teve.

"Untuk intern umat Islam yang meminta penjelasan tentang patung, tentang kedudukan Nabi Isa alaihi salam. Untuk orang Islam dalam Alquran dan Sunah Nabi Solallahualaihi wassalam," kata UAS. []

Berita terkait
Video: Ustaz Abdul Somad Bantah Hina Kristen Katolik
Ustaz Abdul Somad akrab disapa UAS memberikan klarifikasi dalam video yang diunggah oleh akun YouTube FSRMM TV, Minggu, 18 Agustus 2019.
Lima Ucapan Ustaz Abdul Somad Paling Menggegerkan
Tak jarang pernyataannya membuat gaduh, memantik riuh rendah perdebatan. Ini lima ucapan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang paling menggegerkan.
UAS Diduga Hina Kristen, Berikut Transkrip Lengkapnya
Berikut isi pernyataan UAS yang viral menyatakan salib dan patung jin kafir. Video tersebut telah dilaporkan ormas Brigade Meo.
0
Relawan Dukung Jokowi dan Mahasiswa Tolak RKUHP
Komite Penggerak Nawacita mendukung aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah yang menolak rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).