UNTUK INDONESIA
Jejak BJ Habibie di SMA Kristen Dago Bandung
Ruang kelas BJ Habibie di SMA Kristen Dago Bandung, Jawa Barat, telah rata dengan tanah. Namun jejaknya tak akan pernah bisa dihapus zaman.
Bendera setengah tiang di SMA Kristen Dago Bandung, sebagai penghormatan kepada BJ Habibie. BJ Habibie dan Ainun, istrinya, dulu sama-sama sekolah di sini. Foto diambil Kamis, 12 September 2019. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawaty)

Bandung - Seorang perempuan berkacamata menginjakkan kaki di tanah yang ditumbuhi rerumputan liar. Tanah yang dulunya adalah ruang kelas BJ Habibie saat menempuh pendidikan di SMA Kristen Dago, Bandung, Jawa Barat. 

Perempuan itu Rosmian Simorangkir, Kepala Sekolah SMA Kristen Dago, Bandung. Ia pada Kamis, 12 September, menunjukkan sudut-sudut penuh kenangan BJ Habibie.

Pada masanya, Hasri Ainun Besari yang kelak jadi istri BJ Habibie, juga sekolah di sini. Habibie dan Ainun pertama kali bertemu di sekolah ini. 

Bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di halaman sekolah sebagai tanda penghormatan kepada BJ Habibie yang wafat pada Rabu, 11 September 2019.

Seluruh rakyat Indonesia berduka atas kepergian BJ Habibie, tak terkecuali keluarga besar SMK Kristen Dago Bandung.

Tak sulit menemukan SMA Kristen Dago Bandung, karena letaknya cukup strategis di kawasan Kota Bandung, di Jalan Lb Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. 

Tak seperti sekolah di pusat kota pada umumnya yang biasanya ramai oleh banyak siswa-siswi, SMAK Dago Bandung tampak sedikit sepi. Tak banyak siswa-siswi sibuk beraktivitas. Hanya beberapa siswa yang terlihat sedang duduk di depan kelas sambil berbincang. Adapula 3 sampai 5 siswa yang sedang berdiskusi, selebihnya beberapa sedang belajar di kelas.

Menapaki jejak BJ Habibie di SMAK Dago yang didirikan pada 1950, Tagar berkeliling SMAK Dago mencari tempat-tempat di mana Habibie dan Ainun pernah beraktivitas sebagai siswa dan siswi di sekolah ini.

Ini tempat saya berdiri, pengakuan almarhum BJ Habibie waktu itu merupakan kelasnya.

BJ HabibieKepala sekolah SMA Kristen Dago Bandung, Rosmian Simorangkir, menunjukkan lokasi ruang kelas BJ Habibie yang kini telah rata dengan tanah, Kamis, 12 September 2019. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawaty)

Saat berkeliling ke beberapa ruang kelas, tak ada foto BJ Habibie dan Ainun Besari terpampang di dinding. 

Rosmian mengatakan banyak bangunan di area sekolah ini dirobohkan karena sengketa lahan. 

Sudut-sudut kenangan Habibie dan Ainun telah rata denga tanah.

Di antara puing-puing bangunan, Rosmian bercerita tentang tempat favorit Habibie dan Ainun, duduk di bawah pohon rindang. Di sini Habibie dan Ainun pertama berkenalan. Rosmian juga cerita soal perjodohan mereka yang bermula dari keisengan guru Ilmu Pasti kala itu.

Sambil menunjuk tempat yang sudah menjadi puing bangunan, Rosmian mengatakan bahwa tempat yang dipijak saat ini adalah kelas Habibie. Dulu, ini ruangan yang memanjang berbentuk L. Kemudian ada tangga, dan di ruangan yang berbentuk L inilah kelas Habibie berada. Begitulah pengakuan Habibie saat berkunjung ke sini, seingat Rosmian, 4 atau 5 tahun lalu.

“Ini tempat saya berdiri, pengakuan almarhum BJ Habibie waktu itu merupakan kelasnya,” ujar Rosmian kepada Tagar saat ditemui di SMAK Dago Bandung, Kamis, 12 September 2019.

BJ HabibieRosmian menyentuh meja tempat BJ Habibie dulu melakukan praktikum pelajaran Biologi, Kamis, 12 September 2019. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Sebelum dirobohkan, dulu ada tangga di sini dan di tempat ini Habibie dan Ainun suka duduk, dan di tempat ini pula katanya pertemuan pertama mereka.

“Almarhum Bj Habibie dan Almarhumah Hasri Ainun Besari itu murid paling muda di SMAK Dago Bandung dulu, dan keduanya itu paling tinggi nilai di kelasnya. Sehingga mereka berdua dijodohkan oleh guru Ilmu Pasti waktu itu,” kata Rosmian.

Selain jejak kelas Habibie yang saat ini sudah menjadi puing-puing, Rosmian mengajak Tagar dan beberapa wartawan lain berkeling, menunjukkan benda-benda yang melekat kepada Habibie kala itu yang kini telah menjadi sejarah.

Saya sangat yakin Almarhum BJ Habibie pernah menggunakan angklung ini karena almarhum pernah cerita ke saya waktu berkunjung ke sini.

Rosmian memegang meja praktik untuk mata pelajaran Biologi yang pernah digunakan Habibie. Ia bercerita meja ini dari gedung lama yang sudah dirobohkan tadi. Meja ini sudah puluhan tahun sejak berdiri sekolah ini, dan pernah digunakan Habibie kala itu.

“Meja ini terbuat dari jati asli, sehingga kuat sampai saat ini. Sebenarnya masih banyak barang-barang peninggalan BJ Habibie, tetapi hanya beberapa yang tersisa. Seperti meja ini,” kata Rosmian dengan nada sedih.

Berikutnya kami diajak melihat barang lain yang juga pernah digunakan BJ Habibie. Yaitu angklung, alat musik favorit Habibie.

"Angklung ini sudah puluhan tahun. Saya sangat yakin Almarhum BJ Habibie pernah menggunakan angklung ini karena almarhum pernah cerita ke saya waktu berkunjung ke sini,” kata Rosmian.

BJ HabibieRosmian menunjukkan angklung yang dulu menjadi alat musik BJ Habibie saat sekolah di sini. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Angklung itu sudah diperbaiki, kata Rosmian, sehingga bisa digunakan. Saat gedung dirobohkan, sebenarnya angklung ini sempat diibuang karena rusak. Tetapi saat itu, Kang Udjo pemilik Saung Angklung Udjo pernah berkunjung ke SMAK Dago dan melihat-lihat ruangan seni. Kang Udjo langsung melihat angklung ini, dan ternyata saat melihat detail angklung ini dibuat oleh kakeknya dulu. Keistimewaannya, angklung ini terbuat dari bambu nomor 1 di Jawa Barat, sehingga tergolong kuat meskipun sudah lama tersimpan dan jarang dimainkan.

“Kang Udjo cerita angklung ini dibuat sekitar tahun 1950an. Terlihat dari tanggal yang ada di dalam angklung ini. Waktu itu, Kang Udjo ingin membelinya dan bahkan ingin meminjamnya, tetapi karena alasan ini kenang-kenangan maka saya simpan,” tutur Rosmian.

Saat BJ Habibie berkunjung, ia berkeliling dan bercerita bahwa angklung yang tergeletak di salah satu gudang sekolah itu angklung yang sering ia gunakan saat tampil di sekolah setiap tahun.

“Setelah saya tahu ceritanya, saya langsung memperbaikinya dan menyimpan baik-baik sebagai kenang-kenangan Almarhum BJ Habibie,” kata Rosmian.

BJ HabibieRosmian mengajak Tagar ke sebuah lemari yang penuh piala. Lemari yang sama pernah menyimpan piala BJ Habibie, sayang piala BJ Habibie sudah tidak ada lagi. (FotO: Tagar/Fitri Rachmawati)

Selanjutnya Rosmian mengajak kami menuju sebuah lemari yang penuh dengan piala. Ia bercerita dari beberapa lemari yang berisi piala, hanya kurang lebih 20 piala saja yang tersisa. Pihak sekolah telah kehilangan 1 lemari penuh piala peninggalan para alumni SMAK Dago, satu di antaranya piala yang diraih BJ Habibie.

“Dari piala yang tersisa ini, saya tak tahu pasti piala mana yang diraih oleh almarhum BJ Habibie karena tulisannya sudah tak terlihat lagi. Tapi, saya yakin dari piala yang tersisa ini dan kemungkinan besar piala yang hilang 1 lemari itu ada piala almarhum BJ Habibie. Jujur saya sedih, tak banyak barang yang bisa tersisa setelah gedung dirobohkan,” tutur Rosmian.

Pesan Habibie untuk SMAK Dago

Pada kunjungan 4 atau 5 tahun lalu, kata Rosmian, BJ Habibie mengaku sedih melihat kondisi SMAK Dago. Habibie berkeliling dan melihat situasi yang hampir semua ruangan rusak. Ia menitipkan pesan agar SMAK Dago Bandung tetap eksis dan jangan berpindah kepengurusannya.

“Almarhum BJ Habibie waktu ke sini terakhir berkeliling, dia masuk dan dengan sedihnya meminta kami membuat laporan. Ia bertanya kepada kami semua, kenapa ini bisa rusak, kenapa itu bisa begini. Lihat ruangan tempat saya dulu manggung kok bisa rusak. Saya sedih. Itulah ucapan terakhir almarhum BJ Habibie kepada kami waktu itu,” ujar Rosmian.

BJ HabibieDi bawah pohon besar nan rindang di SMA Kristen Dago Bandung ini BJ Habibie suka duduk-duduk kemudian pertama kali mengenal Ainun. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Setelah BJ Habibie meninggal, kata Rosmian, baru ia dan semua sadar betapa penting membuat laporan agar ada solusi atas permasalahan yang menimpa SMAK Dago. 

"Mungkin kami terlalu fokus pada sengketa lahan, sehingga tak bergerak cepat melakukan apa yang menjadi permintaan terakhir almarhum BJ Habibie saat berkunjung ke SMAK Dago," tuturnya.

“Sekarang kita sadar, kenapa ya dulu saat almarhum BJ Habibie memberikan kesempatan kita untuk membuat laporan, kita tenang-tenang saja,” lanjutnya dengan nada sesal.

Meskipun telah menyesal karena ada beberapa pesan yang tak dilakukan, pihaknya bertekad akan merealisasikan apa yang menjadi pesan terakhir BJ Habibie. Yaitu meminta SMAK Dago harus tetap ada dan jangan sampai dialihkan kepada orang lain.

“Beliau memang tak berjanji support (materi), tetapi beliau berpesan sekolah harus tetap eksis dan jangan dialihkan. Mungkin karena dia tahu ini menyangkut banyak pihak dan internal. Sehingga, beliau tak bisa berbuat banyak. Tapi, syukurnya ini sudah selesai,” ujar Rosmian. []

BJ Habibie WafatPresiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie. (Foto: Antara/Ardika/am)

Baca juga:

Berita terkait
BCL: Eyang BJ Habibie Salah Satu Pria Hebat di Hidupku
Bunga Citra Lestari (BCL) mengenang kebersamaan dengan Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) semasa hidup.
PKB Sebut BJ Habibie Sosok Jenius Berjiwa Nasionalis
Partai Kebangkitan Bangsa menilai BJ Habibie merupakan sosok yang jenius, nasionalis, dan layak jadi panutan.
Aktivis PRD: Isi Kepala BJ Habibie Pro Demokrasi
Aktivis PRD, Ken Ndaru menilai BJ Habibie telah memiliki pemikiran pro demokrasi jauh sebelum era orde baru tumbang.
0
Penyebar Kebencian Terhadap Jokowi Divonis Hari Ini
Ina Yuniarti, terdakwa kasus video viral berisi ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi hari ini akan divonis di PN Jakarta Pusat.