UNTUK INDONESIA
Jansen Minta HKBP Bergerak Tangani Virus Babi Sumut
Politisi Demokrat Jansen Sitindaon angkat bicara terkait flu babi yang ada Sumatera Utara. Dia meminta agar HKBP minta bantuan dokter dari Jerman.
Aksi massa save babi menggelar aksi turun ke jalan di Sumatera Utara, Senin 10 Februari 2020. (Foto: Tagar/Facebook)

Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon angkat bicara mengenai isu flu babi yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Lantas dia menyarankan agar Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) meminta bantuan kepada dokter hewan yang ada di Jerman.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter pribadi miliknya @jansen_jsp, seperti dilihat Tagar, Rabu, 12 Februari 2020.

"Yth HKBP: virus babi ini terlihat seakan-akan tak ada obatnya. Tidak bisakah HKBP minta tolong dokter hewan dari Jerman menolong kita?" kata Jansen Sitindaon.

Di soal ini menurut saya dokter hewan Batak Kristen yang utamanya harus dioptimalkan. HKBP dapat memulai itu dengan mendata jemaat kita yang dokter hewan.

Menurutnya, babi merupakan makanan adat Batak, di mana dalam setiap acara resmi, hewan tersebut selalu menjadi sajian utama untuk kebutuhan pesta.

"Babi ini 'makanan adat Batak.' Jemaat yang adalah Asset Utama HKBP butuh ini. 'Tubu Dakdanak, Tardidi, Malua, Kawin, Monding, dll sude do butuh babi (semua butuh babi)," tulisnya.

Sebagai jemaat HKBP, dia menegaskan masalah virus babi ini bisa menjadi persoalan yang sangat berdampak pada ekonomi masyarakat.

Politikus Partai Demokrat Jansen SitindaonPolitikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon. (foto: Tagar/Gemilang Isromi).

"Saya Jansen Sitindaon jemaat HKBP 3 Generasi. Saya sendiri jemaat HKBP Menteng, Orangtua HKBP Johor Medan, Oppung almarhum HKBP Silumboyah, Sidikalang. Di soal virus babi yang telah jadi masalah besar ini menurut saya HKBP harus turun tangan. Karena ekonomi jemaat juga sudah terdampak," cuitnya.

Selanjutnya, Jansen juga meminta agar seluruh jemaat HKBP yang merupakan dokter hewan untuk segera bertindak, memberikan bantuan penanganan mengenai masalah virus tersebut.

"Di soal ini menurut saya dokter hewan Batak Kristen yang utamanya harus dioptimalkan. HKBP dapat memulai itu dengan mendata jemaat kita yang dokter hewan. Kalau tidak ada kerjasama dengan denominasi gereja lain. Jika itu pun tak ada, minta bantuan 'saudara tua' kita dokter hewan di Jerman," kata Jansen.

Tidak hanya jemaat HKBP, jemaat gereja-gereja lain yang ada di Indonesia juga terkena dampak penyebaran virus babi ini. Jansen berharap agar seluruh gereja yang ada, beserta pemerintah bisa saling bersinergi, menangani hal ini untuk membantu masyarakat, utamanya di Sumatera Utara.

"Bukan jemaat HKBP saja, jemaat GBKP (gereja ibu saya dulu karena Karo), GKPS, GKPPD, HKI, GKPI, dll bahkan jemaat Katolik juga yang ada di Sumut banyak yang terkena dampak ekonomi karena virus babi ini. Semoga semua lembaga-lembaga gereja ini dapat kerjasama dengan pemerintah menangani hal ini," kata Jansen Sitindaon. []

Berita terkait
Jansen Sitindaon Ikut Tanggapi Kasus Nikita Mirzani
Jansen Sitindaon mengusulkan dua alternatif untuk menangani kasus Nikita Mirzani yakni, tahanan rumah atau tahanan kota.
Wabah Virus Matikan Babi, Humbahas Minta Ternak Sapi
Pemkab Humbahas melakukan langkah mengatasi dampak sosial dan ekonomi menyusul wabah virus mematikan babi.
Aksi di DPRD Sumut, Boasa Simanjuntak: Save Babi
Wacana pemusnahan ternak babi oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendapat perlawanan dari suku Batak
0
Ie Bu Peudah, Tradisi Merawat Kuliner Leluhur Aceh
Tradisi memasak ie bu peudah sudah ada sejak masa kesultanan Aceh atau tepatnya pada abat ke-15 masehi.