UNTUK INDONESIA
Jamu Empon-empon Cegah Corona dari Makam Sunan Kudus
Jamu empon-empon di Makam Sunan Kudus diyakini dapat menangkal virus corona.
Pengelola makam Sunan Kudus menuangkan jamu empon-empon untuk dibagikan ke peziarah. Jamu diyakini mampu mencegah penularan virus corona karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh. (Foto: Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Ada banyak cara yang dikembangkan masyarakat untuk mencegah penularan virus corona. Selain menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagaimana imbauan pemerintah, mengkonsumsi ramuan herbal atau jamu juga dianjurkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK). Mereka memiliki ramuan herbal bernama jamu empon-empon yang dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan virus asal China tersebut.

Humas YM3SK, Deny Nur Hakim mengungkapkan jamu empon-empon ini merupakan warisan turun temurun dari para leluhurnya. Sejak dulu, jamu ini dikenal cukup ampuh dalam menghangatkan tubuh, sekaligus menjaga kesehatan dari berbagai macam paparan kuman penyakit.

Suguhan jamu empon-empon ini menjadi salah satu upaya kami dalam mencegah Covid-19.

Dengan adanya wabah corona yang tengah menimpa dunia, termasuk Indonesia, menggugah pihaknya untuk menyajikan jamu empon-empon sebagai suguhan bagi peziarah yang datang. Juga diberikan ke para pengelola Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus.

"Suguhan jamu empon-empon ini menjadi salah satu upaya kami dalam mencegah Covid-19," katanya kepada Tagar, Sabtu, 4 April 2020. 

Dalam sehari, kata Deny, pihaknya menyediakan dua teko besar jamu empon-empon yang diletakkan di Kantor YM3SK dan di Tajug Makam Sunan Kudus.

Bicara soal rasa, tenang saja. Jamu ini memiliki cita rasa yang enak. Pastinya cocok dikonsumsi oleh segala rentang usia, mulai anak - anak, dewasa hingga lansia.

Terdorong rasa penasaran, wartawan Tagar tak mau kalah mencoba jamu empon-empon khas Makam Sunan Kudus tersebut. Pada tegukan pertama, perpaduan manis gula jawa, rasa pedas jahe menyegarkan mulut hingga tenggorokan. Pastinya, aroma dan rasa ragam rempah begitu terasa di lidah.

Enak dan nikmat, kata yang terlintas dipikiran usai menengguk minuman tersebut. Saking enaknya, tak terasa minuman itu pun ludes. Tak dipungkiri, suasana tenang dan ornamen klasik kawasan Makam Sunan Kudus menambah kenikmatan tersendiri di setiap seruputan jamu empon-empon itu.

Deny pun tak pelit membocorkan resep legendaris jamu empon-empon miliknya. Bahan bakunya berupa 150 gram jahe yang telah dipotong-potong, 100 gram temulawak yang telah dipotong-potong, 150 mili liter air, selembar daun pandan, 5 sendok gula merah atau gula putih sesuai selera, kencur secukupnya, kunyit secukupnya, dua batang kayu manis dan dua batang sereh.

Untuk cara memasaknya cukup mudah, semua bahan tinggal direbus. Lalu hasil air rebusan disaring dan siap disajikan dalam kondisi hanggat. Bila ingin merasakan kesegaran minuman ini, bisa disajikan dalam kondisi dingin dengan tambahan es.

Suhardi, 45 tahun, peziarah Makam Sunan Kudus, tak mau ketinggalan menikmati segelas jamu empon-empon yang diberikan secara gratis oleh YM3SK. Pertama kali mencoba, warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus ini mengaku ketagihan.

"Enak ya rasanya. Biasanya saya kurang suka minum jamu, tapi jamu ini kok enak," ujarnya usai meneguk satu gelas jamu empon-empon.

Menurutnya, jamu ini bisa menjadi pilihan orang tua dalam mengenalkan minuman herbal kepada anak. Dan mengajak anak muda untuk mencintai jamu sebagai minuman tradisional, warisan luluhur nenek moyang bangsa Indonesia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Ketika Gowes Ganjar Pranowo Kepincut Jamu Corona
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajal khasiat jamu corona di kampung jamu Wonolopo, Semarang. Dan acungan jempol diberikannya.
Jamu Godok Diburu Warga Tegal untuk Tangkal Corona
Jamu godok menjadi alternatif masyarakat Tegal untuk mencegah virus corona. Minuman ini berbahan rempah-rempah yang direbus.
Jamu Tradisional Ampuh Menangkal Corona?
Jamu tradisional disebut-sebut bisa menangkal Corona. Berikut ulasannya.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.