Isu Hoaks Marak Jelang Pilkada Gowa

Jelang pemilihan kepala daerah desember mendatang, marak terjadi isu hoaks di Kabupaten Gowa, salah satu isunya dilarang ke TPS karena akan dirapid
Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis. (Foto: Dok Tagar/Afrilian Cahaya Putri)

Gowa - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, isu hoaks mulai beredar di tengah masyarakat. Hal ini terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Olehnya itu, Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kabupaten Gowa dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa langsung bergerak membangun sinergi untuk menangkal isu tidak benar itu.

Ketua KPU Kabupaten Gowa, Muhtar Muis mengatakan, dua tantangan yang dialami pada Pilkada kali ini di Kabupaten Gowa sebab dilaksanakan di tengah pendemi Covid-19 dan Pilkada Gowa hanya diikuti satu pasangan calon atau pasangan calon tunggal.

Jadi bukan masyarakat yang akan di rapid. Kita tidak mungkin memfasilitasi 530 ribu pemilih karena itu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Isu hoaks yang mulai beredar di masyarakat berdasarkan pengakuan Muhtar, bahwa akan dilakukan rapid test pada seluruh wajib pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

"Salah satunya diisukan pemilih yang datang ke TPS akan di rapid test. Padahal yang akan di rapid test dan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) hanya penyelenggara," kata Muhtar, Rabu 7 Oktober 2020.

Kemudian, lanjut dia di TPS nanti akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini untuk memberikan jaminan kepada masyarakat dan penyelenggara.

"Jadi bukan masyarakat yang akan di rapid. Kita tidak mungkin memfasilitasi 530 ribu pemilih karena itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Tapi yang pasti masyarakat yang akan datang ke TPS, KPU akan memberikan jaminan keselamatan sepanjang mereka mau mengikuti protokol kesehatan," jelasnya.

Informasi hoaks juga terjadi berkaitan Pilkada Gowa yang hanya diikuti satu pasangan calon. Dimana mulai beredar di kalangan masyarakat bahwa sudah pasti siapa pemenang Pilkada lantaran hanya diikuti satu pasangan calon. Bahkan ada ajakan untuk tidak hadir memilih di TPS.

"Bahkan ada juga yang menyatakan bahwa tidak usah datang ke TPS karena sudah jelas-jelas yang menang karena hanya ada satu pasangan calon," ujar Muhtar Muis.

Olehnya Ia telah mengajak masyarakat untuk datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Ia berharap angka partisipasi pemilih di Kabupaten Gowa tinggi.

Sementara untuk menangkal isu-isu bohong atau hoaks yang beredar dirinya juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mensosialisasikan ke jajaran hingga tingkat desa dan kelurahan.

Sebelumnya jajaran Komisioner KPU Gowa telah membangun koordinasi dengan Pejabat Sementara Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi, kemarin.

Dalam kesempatan itu Andi Aslam siap memfasilitasi KPU Kabupaten Gowa untuk mengatasi isu-isu yang beredar tersebut. Dirinya akan melakukan pertemuan dengan seluruh camat di Kabupaten Gowa dalam waktu dekat ini.

"Hoax ini perlu kita selesaikan bersama, Kualitas Pilkada bukan hanya mampu menerapkan prinsip demokrasi secara proporsional tetapi juga pada tingkat partisipasi Pemilih," kata Aslam.

Aslam melanjutkan, salah satu tugasnya sebagai Pjs untuk memfasilitasi agar pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, aman dari penularan Covid-19. Selain itu, dirinya juga meminta KPU untuk membuat selembaran pengumuman yang bisa diumumkan di masjid-masjid sehingga masyarakat bisa tereduksi secara keseluruhan.

"Saya pikir dengan sinergi itu, walaupun Pilkada dengan nuansa yang berbeda. Insya Allah semua berjalan dengan aman dan tidak ada teman-teman di penyelenggara dan masyarakat yang terkena Covid-19," tandasnya. []

Berita terkait
Pilkada Taat Protokol Kesehatan, KPU Gowa: Warga Jangan Cemas
Pemda dan KPU Gowa berkomitmen agar Pilkada desember 2020 mendatang berlangsung dengan taat protokol kesehatan.
Perda Wajib Masker Gowa Efektif Diterapkan Pekan Depan
Peraturan Daerah (Perda) wajib menggunakan masker di Kabupaten Gowa diterapkan pekan depan.
Data Terbaru Jenazah Covid-19 yang Dimakamkan di Gowa
Berikut jumlah jenazah pasien terpapar Covid-19 yang dimakamkan di Macanda, Jalan Teratai Indah Kabupaten Gowa.
0
Ma'ruf Amin: Pancasila Hadir Menjadi Titik Temu Kata Sepakat
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan bahwa Pancasila merupakan titik temu kata sepakat dan menyatukan berbagai perbedaan antara suku bangsa.