UNTUK INDONESIA
Isolasi bagi Warga Pati Berkontak dengan Mbah Roso
Gugus Tugas Covid-19 Pati meminta seluruh warga yang berkontak dengan Mbah Roso melakukan isolasi diri 14 hari.
Petugas medis membawa peti berisi jenazah Imam Suroso, anggota Komisi IX DPR RI untuk dimakamkan di kediamannya di Kabupaten Pati. (Foto: Istimewa)

Pati - Pemerintah Kabupaten Pati mengimbau seluruh warga yang pernah berkontak langsung dengan Mbah Roso, sapaan Imam Suroso, untuk melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona makin meluas. 

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pati Suharyono menuturkan jika dalam kurun waktu 14 hari merasakan gejala penyakit mirip terpapar virus corona, segera periksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. 

Saya tahu PDP corona, karena belum ada penjelasan dari RSUP Kariadi kalau positif.

Imbauan ini disampaikan  menyikapi meninggalnya Imam Suroso, anggota Komisi IX DPR RI dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) corona. "Saya tahu PDP corona, karena belum ada penjelasan dari RSUP Kariadi kalau positif," ujarnya kepada Tagar, Sabtu, 28 Maret 2020.

Politisi kawakan asal Kabupaten Pati ini meninggal dunia sekitar pukul 20.50 WIB di RSUP Kariadi pada Jumat, 27 Maret 2020. Mbah Roso langsung dimakamkan pada Sabtu, 28 Maret 2020, sekitar pukul 02.00 WIB di kediamannya di Kecamatan Pati.

Mbah Roso diketahui memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjamah Covid-19, yakni Jakarta. Ia pulang ke Kota Bumi Mina Tani pada Rabu, 18 Maret 2020. Di Kabupaten Pati, ia sempat menjalani operasi mata ikan di kaki, pada salah satu dokter di RS Mitra Bangsa, Jumat, 20 Maret 2020.

Usai menjalani operasi mata ikan, Mbah Roso sempat mengikuti kegiatan edukasi Covid-19 dan pembagian masker kepada pengunjung Pasar Puri Baru bersama RS Mitra Bangsa Pati Jumat, 20 Maret 2020 sore. 

Sabtu, 21 Maret 2020 pagi, politisi tersebut mengalami demam dan nyeri tenggorokan hingga meminta tim medis dari RS Mitra Bangsa untuk memberikan perawatan kesehatan di rumahnya. 

Tim medis sempat mengambil sampel darah Mbah Roso untuk dilakukan uji laboratorium. Sekaligus memberikan obat, guna mengurangi gejala yang dirasakan politisi bertubuh tambun itu. 

Sabtu sore, Mbah Roso bersama keluarga ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan diminta mengisolasi diri selama 14 hari di rumah. Minggu, 22 Maret 2020 sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi Mbah Roso dikabarkan kian memburuk. 

Keluarga akhirnya membawa politisi yang juga praktisi supranatural itu ke RSUP Kariadi Semarang dan menjalani rawat inap. Dan pada Jumat malam, 27 Maret 2020 ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Kariadi Semarang. []

Baca juga: 

Berita terkait
Imam Suroso, Anggota DPR Wafat PDP Kasus Corona
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Imam Suroso meninggal dunia dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19).
Mahasiswa Pati PDP Corona Meninggal di Semarang
Penyebab meninggalnya PDP mahasiswa asal Pati ini belum bisa dipastikan karena virus corona atau penyakit lain.
Warga Undaan Kudus Buka Jenazah PDP Corona
Jenazah PDP Corona di Kudus diperlakukan seperti jenazah biasa. Warga diminta melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil laboratorium.