Indonesia
Ifan Seventeen, Caleg PKB Gagal Jadi Anggota DPR
Ifan Seventeen diprediksi gagal jadi anggota DPR. Ifan maju di Pileg 2019 lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Vokalis grup band Seventeen, Riefan Fajarsyah atau Ifan diprediksi lolos masuk ke Senayan dalam Pileg 2019. (Foto :Instagram/ifanseventeen)

Jakarta - Vokalis grup band Seventeen Riefan Fajarsyah atau akrab disapa Ifan Seventeen diprediksi gagal jadi anggota DPR. Ifan maju di Pileg 2019 lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bagi pria berusia 36 ini, kali kedua dia maju sebagai caleg. Sebelumnya Ifan pernah mencoba peruntungan dalam Pemilu 2014. Ketika itu, dia menggunakan mesin Partai Gerindra untuk melaju ke parlemen tetapi gagal karena kalah suara.

Kegagalan di Pemilu 2014 tak membuat Ifan menyerah. Keinginannya menjadi anggota DPR masih menggebu. Terbukti akhirnya kembali maju sebagai caleg di pesta demokrasi tahun ini. 

Pria keturunan Melayu-Tionghoa ini terdaftar di daerah pemilihan (dapil) 1 Kalimantan Barat yang meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, Kota Singkawang dan enam kabupaten lainnya. Namun sayang, suaranya anjlok di kampung halaman sendiri.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menyebutkan Ifan kalah bersaing dengan caleg lain PKB. Rata-rata caleg PKB yang lolos merupakan petahana yang telah malang melintang di peta perpolitikan Kalbar. Salah satunya Daniel Johan yang meraih suara tertinggi.

"Mas Ifan tidak lolos. Walaupun suara di Kalbar relatif lumayan. Dia kalah dari pesaing internalnya," kata Karding kepada Tagar Rabu 15 Mei 2019.

Pernyataan Karding ini meleset setelah sebelumnya memprediksi Ifan beserta tiga caleg artis PKB lainnya bakal bertengger di DPR periode 2019-2024. Di awal bulan Mei 2019, Ifan bahkan sempat berujar tak akan meninggalkan bandnya lantaran isu terkait dirinya bakal lolos ke Senayan makin santer terdengar.

"Kalau aku meninggalkan, berati aku meninggalkan orang-orang yang telah berjuang buat aku," kata Ifan kepada awak media kala itu.

Suami almarhum Dylan Sahara ini pun sempat mantap mengatakan akan memperjuangkan kepentingan rakyat jika lolos ke Senayan. "Paling titik prioritasnya yang berbeda. Kalau dulu Seventeen, kalau besok Insha Allah, kalau bisa duduk prioritasnya orang yang lebih banyak," tambahnya.

Gagalnya Ifan menjadi contoh dari sekian banyak nama caleg artis dan selebritis yang tersohor tetapi tersungkur di Pileg 2019. Padahal, jika menilik sepak terjang Ifan di dunia musik dan hiburan Tanah Air pamornya tak kunjung meredup.  

Ifan memang dikenal ulet dalam meraih impiannya. Selain tercatat dua kali nyaleg, dia menjalankan hobinya menjadi profesi sejak usia belia. Berawal ketika Ifan membentuk grup musik bersama teman-temannya ketika di bangku SMA 3 Pontianak. Sejak itu Ifan bersama bandnya kerap mengikuti pentas musik. 

Bersamaan dengan itu, Ifan tanpa canggung wara-wiri ikut perlombaan tarik suara. Saudara kembar Riedhan Fajarsyah itu pun tercatat menjuarai festival vokal terbaik antar pelajar dalam negeri di tahun 2001. 

Seiringnya waktu berjalan, Ifan bergabung dengan Seventeen melalui uji bakat bernyanyi yang dilakukan kelompok musik tersebut pada 2008. Ifan menggantikan Doni yang sebelumnya mengundurkan diri setelah lama berada di belakang microphone Seventeen. 

Di tahun yang sama, Ifan yang telah menjadi bagian Seventeen merilis album bertajuk Lelaki Hebat. Album pertama ini mendapat sambutan meriah penikmat musik Tanah Air. Bahkan beberapa kali di puncak tangga lagu radio terbaik di Indonesia. Sejak Ifan bergabung, Seventeen telah mengeluarkan empat album hingga 2016. 

Album Seventeen di antaranya, Lelaki Hebat (2008), Dunia Yang Indah (2011), Sang Juara (2013), dan Pantang Mundur (2016).

Sukses di dunia musik, tak berdampak di kehidupan rumah tangga. Ifan tercatat menikah dua kali. Pada tahun 2012, rumah tangga Ifan dengan istri pertamanya dokter Ghea Astrid Gayatri kandas di tengah jalan. Di tahun yang sama pasangan yang dikaruniai anak satu ini resmi bercerai.

Tak kuat terlalu lama sendiri, Ifan menikah dengan model Dylan Sahara pada 2016. Namun, hangatnya keluarga kecil Ifan berakhir. Musibah tsunami merengut nyawa istri tercinta pada akhir Desember 2018.

Pendidikan Ifan Seventeen

TK Islam Kartini Jakarta (1987-1989)

SD Kasih Ananda Jakarta (1989-1995)

SMP Lab School Jakarta (1995-1998)

SMA Negeri 3 Pontianak (1998-2001)

Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2001).

Baca juga:

Berita terkait
0
Menelisik Biaya Hidup di Kalimantan Timur
Menelisik biaya hidup Kalimantan Timur yang digadang-gadang menjadi ibu kota baru pengganti Jakarta.