UNTUK INDONESIA
Idham Azis, Calon Kapolri Sempat Buru Tommy Soeharto
Fit and proper test terhadap calon Kapolri Idham Azis itu dilakukan hari ini. Tercatat dia sempat memburu Tommy Soeharto.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kabareskrim Komjen Idham Azis sebagai calon Kapolri anyar. Idham akan menggantikan Tito Karnavian. Fit and proper test terhadap calon Kapolri ke-24 itu akan dilakukan Komisi III DPR pada Rabu 30 Oktober 2019.

Komjen Idham Azis lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963. Dia merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 22 Januari 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Idham lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988. Kariernya di institusi polisi terbilang cepat melesat, terlebih ketika dia bergabung di tim Bareskrim bersama Tito Karnavian dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari beserta kelompoknya.

Lulus dari Akpol, Idham bertugas sebagai Pamapta Kepolisian Resor (Polres) Bandung. Kemudian dia ditugaskan menjadi kepala Urusan Bina Operasi Lalu Lintas Polres Bandung.

Hingga Juni 1999 tugas Idham di Bandung berakhir dengan jabatan terakhir kepala Kepolisian Majalaya Resor Bandung Kepolisian Wilayah Priangan. Dia ditarik menjadi kepala unit VC Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya sejak 1 Juli 1999.

Pada tahun 2000, dia mendapat kenaikan pangkat sebagai wakil kepala Satuan Serse UM Direktorat Serse Polda Metro Jaya. Karier Idham melesat saat bertugas di bidang reserse.

Pada 2002, dia dua kali dipromosikan. Pada 8 Mei 2002, menjadi perwira menengah Sekolah Staf dan Kepemimpinan Dediklat Polri.

Selanjutnya, dia menjadi kepala Satuan I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 14 Desember 2002. Setahun kemudian, dia menjadi kepala Satuan III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro a.

Dia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.

Saat itu, dia bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Sutanto.

Sebelumnya, pada Desember 2001, Idham juga pernah bergabung menjadi anggota Tim Kobra yang dikepalai Tito Karnavian. Dia ditugaskan menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto atas kasus pembunuhan. Saat itu, Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.

Idham Aziz(Foto: Facebook/Idham Aziz).

Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso. Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.

Idham diminta Tito untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis Kristen siswa sekolah menengah umum (SMU) yang terjadi di Poso. Per tanggal 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.

Akhir dari tugas itu, Idham mendapat buah yang manis dengan dipercaya dia sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Idham dianggap mampu memberantas terorisme kelompok sipil bersenjata di daerah itu.

Setelahnya, dia diangkat menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dalam jabatan barunya itu, Idham berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada 9 Januari 2010.

Idham terlibat juga dalam operasi camar maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada awal tahun 2015.

Dua tahun bertugas di daerah, Idham kembali ditarik ke pusat sebagai inspektur wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri pada 28 Februari 2016. Masih di tahun yang sama, Idham mengemban tugas baru sebagai kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Sketsa Terduga Penyiraman Novel BaswedanKetua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/11). Polda Metro Jaya bersama KPK merilis dua sketsa terduga pelaku dalam kasus tersebut. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pada 20 Juli 2017, penerima tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun ini ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya ke-37 menggantikan Komjen Mochamad Iriawan. Sejak 22 Januari 2019, Idham menduduki jabatan Kabareskrim. Dia menggantikan Komjen Pol. Arief Sulistyanto yang ditugaskan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Prestasi

  1. Tim penangkapan gembong teroris Dr Azahari di Batu Malang, Jawa Timur
  2. Pengungkapan kasus Bom Bali I dan II
  3. Mutilasi 3 Siswi Kristen Poso
  4. Wakil Satgas Pengungkapan Kasus-Kasus Teror dan Konflik Poso (Operasi Camar Maleo)
  5. Operasi terorisme Sulteng (Satgas Tinombala), DPO Santoso Daeng Koro MD

Pangkat

  1. 1988: Letnan Dua 
  2. 1991: Letnan Satu 
  3. 1995: Kapten 
  4. 1999: Mayor 
  5. 2003: Ajun Komisaris Besar Polisi 
  6. 2005: Komisaris Besar Polisi 
  7. 2013: Brigadir Jenderal Polisi 
  8. 2016: Inspektur Jenderal Polisi 
  9. 2019: Komisaris Jenderal Polisi

Karier

  1. 02–12–1988: Pamapta Kepolisian Resor Bandung
  2. 15–01–1989: Kepala Urusan Bina Operasi Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung
  3. 28–04–1991: Kepala Kepolisian Sektor Dayeuhkolot Resor Bandung
  4. 05–04–1993: Kepala Kepolisian Majalaya Resor Bandung Kepolisian Wilayah Priangan
  5. 01–07–1999: Kepala Unit VC Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya
  6. 27–08–2001: Wakil Kepala Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya
  7. 08–05–2002: Perwira Menengah Sekolah Staf & Kepemimpinan Dediklat Polri
  8. 14–12–2002: Kepala Satuan I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya
  9. 25–02–2003: Kepala Satuan III/UM Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  10. 10–09–2004: Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  11. 14–10–2004: Inspektur Bidang Operasi Inspektorat Wilayah Daerah Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  12. 03–06–2005: Kepala Unit Pemeriksaan Sub Detasemen Investigasi Densus/Anti-Teror
  13. 17–01–2006: Kepala Unit IV Direktorat I/Keamanan & Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri
  14. 09–06–2008: Kepala Sub Detasemen Investigasi Densus 88/Anti-Teror Badan Reserse Kriminal Polri
  15. 19–12–2008: Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  16. 17–10–2009: Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  17. 29–09–2010: Wakil Kepala Densus 88/Anti-Teror Polri
  18. 25–03–2013: Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri
  19. 03–10–2014: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  20. 28–02–2016: Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri
  21. 23–09–2016: Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri
  22. 20–07–2017: Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
  23. 22–01–2019: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri


Berita terkait
Idham Aziz Akan Mulus Gantikan Tito Karnavian
Sufmi Dasco Ahmad mengatakan sosok Idham Aziz dari sisi kapasitas dan kemampuan, layak menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian.
Idham Azis Calon Kapolri yang Akan Berantas Radikalisme
Politikus PDi Perjuangan yakin Komjen Pol Idham Aziz sangat cocok untuk menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian.
Tiga Alasan Mengapa Idham Azis Layak Sebagai Kapolri
Boni Hargens menilai pencalonan Kabareskrim Idham Azis sebagai calon Kapolri merupakan langkah yang tepat.
0
Ahok Masuk BUMN di Mata Dosen UGM Yogyakarta
Ahok dikabarkan mengisi jabatan tinggi di BUMN. Statusnya mantan napi tidak masalah, yang menjadi masalah statusnya sebagai kader partai politik.