UNTUK INDONESIA
Heri Ngabut: Pemimpin Harus Jujur, Jangan Tipu-tipu
Bakal calon Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut mengatakan pemimpin harus bisa jujur, jangan suka tipu-tipu
Heribertus Ngabut, bakal calon Wakil Bupati Manggarai. (Foto: Tagar/Pepi Kurniawan)

Ruteng - Bakal calon Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut mengatakan pemimpin harus bisa jujur sampaikan kepada masyarakat apabila banyak janji yang tidak ditepati. Hal itu disampaikan saat kampanye di hadapan warga Wakat Desa Cumbi, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai NTT, Jumat 16 Oktober 2020 sore.

"Kalau janji sudah ditepati katakan, kalau tidak ditepati harus katakan juga kepada masyarakat, jangan tipu-tapu," katanya.

Menurut dia, dalam hal ini bupati dan wakil bupati merancang kontrak politik dan janji politik. Janji dia itu konteksnya apa yang menjadi urusan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan harus terjadi.

Kalau janji sudah ditepati katakan, kalau tidak ditepati harus katakan juga kepada masyarakat, jangan tipu-tapu.

Janji politik menurut pasangan Herybertus Nabit itu semestinya bisa dipenuhi, apalagi ketika sudah disampaikan secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya pemimpin harus harus mampu realisasikan janjinya,  seperti dalam RPJMD itu bagian dari janji politik. Perjanjian politik itu seharusnya memuat begitu banyak soal yang harus diselesaikan.

"Tidak bisa tidak, dia harus menepati janji itu, kalau kemudian target dan realisasi tidak capai harus transparan disampaikan kepada masyarakat. Apa penyebabnya," katanya.

Menurut dia, ada empat persoalan atau faktor yang menyebabkan beberapa janji politik itu tidak bisa terpenuhi yakni Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan, Peralatan Kerja dan tidak taat aturan.

"Ada beberapa faktor, SDM terganggu, uang tidak cukup, peralatan kerja sarana dan prasaran terbatas, dan tidak ikut aturan. Itu menimbulkan masalah baru," katanya.

Menurutnya banyak program pemerintah atau janji pemimpin yang gagal ketika tidak didukung dengan SDM yang memadai. Selain itu juga disebabkan karena salah menempatkan ASN. Hal itu akan berdampak pada tidak paham soal dan kerja asal jadi.

"Manajemen profesional itu harus ada. Menempatkan orang hebat, cerdas dan profesional pada tempat yang pas sehingga bisa melayani rakyat dengan baik. Contohnya, jangan tempatkan orang PPL jadi Camat, orang filsafat di Dinas PU, orang Hukum di Rumah Sakit, orang Pertanian di Pol PP dan sebagainya," ujar dia.

Menurut Heribertus, pemimpin juga harus berpikir untuk meningkatkan kualitas ASN dengan cara melakukan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas. Sebab ASN yang berkulitas bagus berdampak pada palayanan yang baik kepada masyarakat.

"Berikan pelatihan dan Bimtek ASN untuk menambah wawasan mereka. Jangan segan untuk tindak ASN yang kerja tidak maksimal, dan jangan lupa juga berikan hadiah atau apresiasi kepada ASN yang berkinerjaa bagus, itu untuk memeberikan mereka semangat lebih," ujar dia.

Untuk masalah keuangan. Menurut Heribertus faktor lain juga yang menyebabkan banyak janji politik yang tidak ditepati karena keterbatasan anggaran. Sehingga, pemimpin kata dia harus berani mencari uang lebih untuk menambah anggaran pembangunan, bukan hanya andalkan DAU dan DAK.

Manajemen profesional itu harus ada. Menempatkan orang hebat, cerdas dan profesional pada tempat yang pas.

"Jangan hanya andalkan DAU dan DAK, harus berani pergi cari ke Jakarta, jangan malas dan gengsi, itu semua untuk masyarakat," katanya.

Namun hal itu kata dia juga tergantung kemampuan komunikasi pemimpin di daerah dengan pemerintah pusat. Kalau komunikasi bagus ia meyakini uang akan mengalir.

Selain kemampuan komunikasi juga faktor jaringan di Pemerintah Pusat. Menurut Heribertus partai politik juga bisa menjadi jembatan atau penghubung.

"Kami optimis, karena sekarang didukung oleh banyak partai politik apalagi kini menjadi partai pemang secara nasional. Kami nanti bisa bangun komunikasi melalui jalur partai yang megusung kami,"ujarnya. []

Berita terkait
Tanggapan Fraksi Golkar Manggarai Terkait Pinjam Uang Miliaran
Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Manggarai mendukung Pemda terkait peminjaman uang untuk bangun infrastruktur.
Final, Ini Jumlah DPT Pilkada Manggarai 2020
KPU Manggarai NTT tetapkan DPT untuk Pilkada Desember 2020 mendatang. Berikut rincian DPT tiap kecamatan di Kabupaten Manggarai
Polisi Dalami Kasus Penemuan Mayat di Manggarai
Polres Manggarai dalami kasus penemuan mayat Meldiana Saiman yang tergeletak di jalan trans Flores Ruteng-Labuan Bajo Manggarai Barat.
0
Kemendikbud Lestarikan Seni Indonesia Melalui AKA-PDBK 2020
Kemendikbud motivasi peserta didik berkebutuhan khusus lestarikan seni melalui AKA-PDBK 2020.