Hasto Komentari Negatif Kampanye Machfud Arifin di Surabaya

Hasto Kristiyanto komentari model kampanye yang dilakukan pasangan calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman yang memamerkan mobil mewah.
Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto usai mengikuti Rakerda PDIP Banten di Kota Serang. (Tagar/Moh Jumri)

Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengomentari model kampanye yang dilakukan pasangan calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno yang memamerkan mobil mewah.

Menurutnya, kampanye Machfud dengan menggunakan mobil-mobil mewah berjenis Hummer Limousine sampai Porsche tersebut seperti halnya merendahkan martabat masyarakat Surabaya. Belum lagi soal dugaan pembagian logistik yang masif.

"Apa yang dipertontonkan oleh pasangan Machfud-Mujiaman dengan menampilkan hummer limousine, porsche putih, dan berbagai atraksi membagi logistik secara masif, justru merendahkan martabat rakyat Surabaya," kata Hasto, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 November 2020.

Bu Risma telah menjawab kebutuhan masyarakat Surabaya dengan mempersiapkan Eri-Armuji.

Baca juga: FPI: Hasto Kristiyanto PDIP Tak Mengerti Ideologi

Hasto mengatakan kampanye yang dilakukan pasangan Machfud-Mujiaman itu sebagai strategi yang salah. Hasto menegaskan politik itu seharusnya membangun peradaban, menebar kebaikan, dan berpihak kepada yang wong cilik.

Lebih lanjut, Hasto mengajak warga Surabaya untuk wujudkan tampilan kampanye yang simpatik, mencerdaskan, dan berakar kuat pada kebudayaan bangsa, seperti yang ditampilkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDIP.

"Bu Risma telah menjawab kebutuhan masyarakat Surabaya dengan mempersiapkan Eri-Armuji. Kesinambungan kepemimpinan inilah yang paling penting untuk Surabaya bagi Indonesia dan dunia," kata dia.

Hasti menilai Pilkada Kota Surabaya semakin dinamis dengan suhu politik yang semakin memanas. Ia mengklaim elektoral Eri-Armuji makin meroket mengungguli Machfud-Mujiaman.

"Survei terakhir elektoral Eri-Armudji sudah menunjukkan 10,2 persen di atas Machfud Arifin-Mujiaman. Dampaknya, berbagai tekanan dan intimidasi terjadi. Terakhir Bu Risma sendiri digugat dan dilaporkan ke polisi. Tidak hanya itu, berbagai bentuk intimidasi ke tim pendukung paslon nomor 01," ucap dia.

Atas laporan tersebut, Hasto meyakini bahwa masyarakat Surabaya tidak mudah tunduk pada berbagai intimidasi. Arek-arek Surabaya, kata dia, kokoh memegang prinsip.

Sementara itu, Direktur Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Paslon 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, Imam Syafii menyatakan bahwa mobil mewah yang dimaksud Hasto bukan milik Machfud. Dia menyebut mobil itu milik simpatisan yang memang ingin mendukung Machfud-Mujiaman.

"Kita tidak bisa melarang, itu adalah bentuk ekspresi dukungan simpatisan dan pendukung," katanya saat dihubungi.

Baca juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sejak Awal Tak Kokoh

Ihwal tudingan Hasto bahwa kampanye mobil mewah tak mencerminkan wong cilik, Imam tidak setuju. Menurutnya, keberpihan kepada masyarakat kecil terlihat dari sikap Machfud selama ini yang selalu menyerap aspirasi warga.

"Pak Machfud Arifin itu justru calon kepala daerah, pernah ada hasil survei secara nasional, yang peduli pada warga saat Covid-19 Calon lain belum keluar, Pak Machfud Arifin turun memberi bantuan kepada masyarakat kecil, termasuk masyarakat yang terkena dampak," katanya. []

Berita terkait
Hasto Kristiyanto: PDIP Jaga Pancasila, Bukan Komunis
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan partainya berkomitmen jaga Indonesia sebagai negara Pancasila, bukan negara komunis,
Bendera PDIP Dibakar, Hasto Kristiyanto Bereaksi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons aksi pembakaran bendera partainya yang dilakukan sejumlah oknum demonstrans penolak RUU HIP di Jakarta.
Bantahan Hasto Kristiyanto Harus Digali Penyidik KPK
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menindaklanjuti dan menggali keterangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam persidangan.
0
Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi Pakai Pakaian Adat Kalsel
Presiden Jokowi memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Selasa 1 Juni 2021 dengan mengenakan pakaian adat dari Tanah Bumbu Kalsel.