UNTUK INDONESIA
Harley-Davidson PHK Karyawan di AS
Harley-Davidson menyatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 140 pekerjanya di seluruh Amerika Serikat (AS).
Logo Harley-Davidson Inc. di ajang Paris Autoshow, Prancis (4/10/2018). (Foto: Antara/REUTERS/Benoit Tessier/aa)

Jakarta - Harley-Davidson menyatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 140 pekerjanya di seluruh Amerika Serikat (AS). Pemangkasan karyawan ini demi menyesuaikan volume produksi yang terus menurun selama terjadinya pandemik  virus corona Covid-19.

"PHK itu akan memengaruhi 90 pekerja produksi di fasilitas perusahaan di York, Pennsylvania, dan 50 lainnya di fasilitas Tomahawk di Wisconsin," kata perwakilan perusahaan Harley-Davidson seperti dikutip dari Antara, Jumat, 26 Juni 2020.

Penjualan motor gede (moge) Harley-Davidson menurun dalam lima tahun terakhir di AS sebagai pasar terbesarnya. Pandemik Covid-19 juga memperburuk kondisi perusahaan.

"Sebagai bisnis normal, Harley-Davidson secara teratur menyesuaikan rencana produksinya dan secara tepat mengukur tenaga kerjanya," katanya.

Produksi moge di pabrik York dan Tomahawk dilanjutkan pada bulan lalu, setelah pihak perusahaan menunda produksi sejak Maret 2020 karena dampak virus corona.

Penjualan ritel motor Harley-Davidson di AS pada kuartal pertama turun sebesar 16 persen dibandingkan satu tahun yang lalu.[]

Berita terkait
Harley-Davidson Bronx 975 Rilis Akhir Tahun 2020
Harley-Davidson (HD) mengonfirmasi akan merilis motor terbaru mereka, yakni Bronx 975 pada akhir tahun 2020.
Harley Davidson Ajukan Paten Desain Skuter Listrik
Harley Davidson telah mengajukan hak paten untuk desain motor terbarunya ke kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa.
Harley-Davidson Pan America dan Bronx Meluncur 2020
Harley-Davidson mengumumkan akan merilis dua sepeda motor terbarunya di tahun 2020, yakni Harley-Davidson Pan America dan Harley-Davidson Bronx.
0
Harley-Davidson PHK Karyawan di AS
Harley-Davidson menyatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 140 pekerjanya di seluruh Amerika Serikat (AS).