Hari Anak Nasional, Para Siswa Belajar di Luar Kelas

Memperingati Hari Anak Internasional 2019, sejumlah siswa sekolah dari seluruh di Indonesia secara serentak belajar di luar kelas.
Wakil Bupati OKU Johan Anuar didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan setempat, Alfarizi meninjau kegiatan sehari belajar di luar kelas. (Foto: Antara/Edo Purmana)

Jakarta - Memperingati Hari Anak Internasional 2019, sejumlah siswa sekolah dari seluruh di Indonesia secara serentak menggelar kegiatan sehari belajar di luar kelas. Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menjadi salah satu sekolah yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Dalam acara yang dilakukan di Taman Kota Baturaja mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB itu, Sejumlah ekstra kulikuler seperti senam germas, permainan tradisional, mitigasi gempa, makan bersama, tepuk hak anak dan deklarasi sekolah ramah anak dilakukan sebagai pengisi kegiatan.

"Hari ini seluruh siswa-siswi kami mulai dari kelas I hingga VI melaksanakan sehari belajar di luar kelas," kata Wali Kelas VI SD Negeri 11 Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Rijal Efendi di Baturaja, Kamis, 7 November 2019, melansir Antara.

"Sebenarnya belajar di luar kelas ini dilaksanakan di lingkungan sekolah masing-masing. Namun, mengingat sekolah kami sekarang sedang direnovasi sehingga sebagian siswa melaksanakan kegiatan ini di Taman Kota Baturaja," kata dia.

Sementara itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Telkom Baturaja yang melaksanakan sehari belajar di luar kelas dalam memperingati Hari Anak Internasional 2019.

Anak juga diberikan pelajaran mengenai alam.

Menurut Kepala Sekolah TK Telkom Baturaja, Deswati Sakroni menuturkan bahwa kegiatan sehari belajar di luar kelas ini untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang pola empat sehat lima sempurna dan bagaimana cara makan yang baik serta makanan yang sehat untuk dikonsumsi.

"Dalam kegiatan belajar di luar kelas ini, anak juga diberikan pelajaran mengenai alam dan tentang berlalu lintas yang baik bersama sejumlah personel Satlantas Polres OKU," katanya.

Dilakukan serentak

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah didampingi Sekretarisnya Alfarizi mengatakan kegiatan sehari belajar di luar kelas ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten OKU dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional.

Dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten OKU guna mengampanyekan gerakan sehari belajar di luar kelas yang dilakukan secara global di seluruh Indonesia.

"Sehari belajar di luar kelas ini diikuti seluruh satuan pendidikan mulai dari sekolah tingkat TK hingga SMP di Kabupaten OKU untuk melaksanakan kegiatan belajar di luar kelas selama tiga jam," dia.

Menurut dia, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mendorong anak peserta didik agar menerapkan dan berperilaku yang memenuhi beberapa unsur meliputi pembentukan karakter positif, iman serta ketakwaan, perilaku hidup bersih dan sehat.

Kemudian, adaptasi perubahan iklim, permainan tradisional, cinta tanah air, gerakan literasi, pengurangan resiko bencana dan mendorong satuan pendidikan menjadi sekolah ramah anak.

"Jadi, selain untuk meningkatkan pengetahuan dan tumbuh kembang anak, kegiatan ini juga guna mendukung budaya cinta tanah air serta kreativitas dalam upaya penguatan pendidikan karakter," ujar dia. []

Berita terkait
Delapan Anak Perempuan Indonesia Jadi Pemimpin Sehari
Delapan anak perempuan dari seluruh Indonesia mendapat kesempatan menjadi pemimpin di beberapa lembaga dalam sehari dalam acara Girls Take Over.
Hari Batik ala Anak Berkebutuhan Khusus di Gunungkidul
Belasan siswanya yang berkebutuhan khusus menunjukkan keterampilan di hadapan siswa lain, guru, dan para orang tua.
Peringatan Hari Anak Nasional di Makassar
Peringatan Hari Anak di Makassar, Menteri PPPA Yohana Susana Yembise ingin anak-anak Indonesia menjadi agen perubahan bangsa.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan