UNTUK INDONESIA
Harapan PSI Setelah Pemerintah Terapkan PSBB
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap PSBB yang telah diputuskan pemerintah di wilayah Jabodetabek, Bandung Raya, dll berhasil putus corona.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia berbicara soal PSBB yang diterapkan oleh pemerintah guna memutus mata rantai virus corona (Covid-19). (foto: Dok.Tagar/PSI).

Pematangsiantar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Melihat itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap PSBB yang telah diputuskan pemerintah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung Raya dan kota lainnya berhasil dilakukan. 

"PSI berharap PSBB berhasil. Setelah PSBB mudah-mudahan kehidupan bisa berangsur-angsur normal," kata Koordinator Juru bicara DPP PSI Dara Nasution, Jumat, 24 April 2020.

Saya berharap setelah PSBB kehidupan mulai normal. Tentu dengan tetap memperketat gaya hidup seperti tetap menjaga jarak, sering cuci tangan, dan memakai masker.

Baca juga: PSI Dukung Ide Ganjar Pranowo soal TMP Tenaga Medis

Dara meminta pemerintah untuk melaksanakan dua hal penting supaya PSBB berhasil secara maksimal mengurangi wabah Covid-19, sehingga pengorbanan rakyat yang menderita karena kehilangan penghasilan selama PSBB tidak sia-sia.

Dia menekankan, pemerintah harus benar-benar melaksanakan PSBB secara ketat agar efektif menurunkan penyebaran wabah. Termasuk memberikan sangsi tegas kepada masyarakat yang masih saja berkeliaran di saat PSBB sedang berjalan.

"Pelaksanaan PSBB jangan setengah hati seperti PSBB dua minggu lalu di Jakarta. Jalanan masih macet. Tidak ada penegakan hukum atau sanksi bagi yang keluar rumah. Hasilnya, penyebaran wabah tetap terjadi. Kasihan juga kepada rakyat yang sudah berkorban tidak bekerja, namun dikhianati oleh warga lain yang bandel. Intinya PSBB harus sangat ketat," ujarnya.

Dara Nasution PSIJuru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setuju dengan ide Ganjar Pranowo soal pemakaman untuk tenaga medis yang meninggal karena virus corona. (foto: Tagar/Morteza Syariati Albanna).

Selanjutnya, pemerintah disarankan juga harus menyiapkan swab test (PCR) masif dan gratis selama PSBB. Jika hal itu dilakukan, kata Dara, test masif dan gratis di saat PSBB itu dapat berfungsi maksimal.

"Tanpa test masif dan gratis, PSBB akan sia-sia. Dengan test kita jadi tahu siapa saja dan di mana saja penyebaran Covid-19. Kita jadi tahu kluster penyebaran virus, sehingga bisa diantisipasi penyebarannya," ucapnya.

Baca juga: PSI Apresiasi Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020

Dia berharap, jika kedua saran yang disampaikan PSI itu dilakukan, maka sebulan ke depan kehidupan masyarakat Indonesia dapat berangsur-angsur normal.

“Saya berharap setelah PSBB kehidupan mulai normal. Tentu dengan tetap memperketat gaya hidup seperti tetap menjaga jarak, sering cuci tangan, dan memakai masker," ujarnya.

Kemudian, penerapan PSBB di kantor-kantor, mall, tempat makan, dan lainnya diharapkan dapat menerapkan standar jarak antarpengunjung atau karyawan.

Kendati demikian, warga disarankan juga harus menjaga jarak menggunakan masker dan sarung tangan, serta wajib mencuci tangan dengan sabun tiap dua jam. Dara menyebut, langkah ini sebagai upaya preventif ketika wabah diyakini belum benar-benar mereda.

"Ini harapan kita semua. Ketika PSBB berakhir, buruh kembali bekerja, kuli panggul bisa dapat penghasilan, pegawai mulai masuk kantor lagi, penjaga toko dan mal kembali bisa bertugas, tukang gado-gado, bakso, dan ketoprak kembali bisa berjualan seperti biasa," kata politisi PSI itu. []

Berita terkait
PSI Bongkar Pemprov DKI Bayar Formula E Rp 200 Miliar
Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta kritik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membayar commitment fee Formula E Rp 200 M.
Politisi PSI Posting Video Teroris Poso Ancam Polisi
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mem-posting video di akun Twitter @uki23, yang berisi ancaman Mujahidin Poso pada polisi.
Belum Puas Dijalankan Pemprov DKI, PSI Usul Apa Lagi?
Data distribusi bansos di Jakarta sudah ditampilkan dalam situs daring Pemprov, tapi PSI belum puas soal usulan membangun.
0
Pasien Suspek Corona asal Sibolga Meninggal di Medan
Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kota Sibolga meninggal dunia di Rumah Sakit Martha Friska Medan.