UNTUK INDONESIA
Gubernur Sumbar Tunda Ketemu Investor China
Investor dari China kabarnya tertarik untuk investasi diberbagai sektor di Sumbar, antara lain perdagangan, pertambangan, dan pertanian.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. (Foto: Tagar/Rina/Akmal)

Padang- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menunda pertemuan dengan investor asal China. Investor dari Negeri Tirai Bambu ini kabarnya tertarik untuk investasi di berbagai sektor, antara lain perdagangan, pertambangan, dan pertanian. Rencananya pertemuan dijadwalkan akan dilangsungkan pada Rabu ini, 12 Februari 2020.

Iwan mengatakan alasan pengunduran jadwal pertemuan karena investor mendadak ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. "Rencananya mereka akan investasi di Sumbar, dibanyak sektor. Salah satunya rempah-rempah, gambir, dan pala," katanya di Padang, Rabu 12 Februari.

Saat ditanyakan apakah pembatalan tersebut berkaitan dengan kasus virus Corona yang sedang merebak di China, Irwan membantah. "Pembatalan bukan karena kasus virus corona, mungkin akan dijadwal ulang minggu depan atau akhir bulan," kata Iwan.

Kemungkinan akhir Februari baru bisa bertemu.

Ia menjelaskan, investor dari China yang datang ini adalah muslim, doktor bidang ushuluddin. Berdasarkan jadwal, investor tersebut rencananya akan memberikan ceramah di Masjid Raya Sumbar setelah salat Duhur.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi membenarkan adanya pembatalan jadwal pertemuan dengan investor asal China. "Iya diundur, kemungkinan akhir Februari ini bisa bertemu," katanya.

Terkait investasi, sebelumnya Pemprov Sumbar mengklaim realisasi investasi tahun 2019 melebihi target. Nilai investasinya mencapai Rp 5,3 triliun dari Rp 4,3 triliun yang ditetapkan. Menurut Maswar, angka tersebut berdasarkan rilis dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat Januari 2020. Jika dipersentasekan, kenaikan lebih dari 100 persen.

Negara asal investasi paling banyak dari Singapura, kemudian China, Jepang, Belanda, dan Prancis.

Dia merincikan, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Rp 2,7 triliun target, terealisasi Rp 3,02 triliun. Sedangkan dari Penanaman Modal Asing (PMA) dari 120 juta dollar, terealisasi 157 juta dollar atau mencapai 130,93 persen dari target.

Menurutnya, realisasi investasi terbesar berada di sektor energi baru terbarukan. Seperti panas bumi, pembangkit listrik tenaga hidro, industri makanan dan pariwisata. "Negara asal investasi paling banyak dari Singapura, kemudian China, Jepang, Belanda dan Perancis," katanya.

Sementara itu, tahun 2020 investasi Sumbar ditargetkan Rp 4,5 triliun. Dia meyakini target tersebut tercapai, bahkan bisa melebihi yang ditargetkan. Sebab sudah ada beberapa investor yang mulai investasi diawal tahun. "Sudah ada beberapa investor mulai berinvestasi, dalam waktu dekat juga ada yang akan bertemu gubernur untuk berinvestasi," katanya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Batal Maju Pilgub Sumbar, Andre: Gua Malas Nanggepin
Anggota DPR Andre Rosiade enggan menanggapi pembatalan pencalonan dirinya oleh Gerindra di Pemilihan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar).
Investasi Sumatera Barat 2019 Diklaim Lebihi Target
Nilai investasi Pemprov Sumatera Barat tahun 2019 diklaim melebih target yang ditetapkan.
Penyelundupan BBM Subsidi Sumbar ke Jambi Digagalkan
Polisi menggagalkan aksi penyelundupan BBM jenis premium dari wilayah Sumatera Barat menuju Jambi.
0
Jokowi Bebaskan Pajak Industri di Indonesia Timur
Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan dan keringanan pajak penghasilan keapda industri di Indonesia Timur.