UNTUK INDONESIA

Gowes, Cara Khofifah Kampanye Protkes di Banyuwangi

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terus mengajak warga untuk melaksanakan protokol kesehatan.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas gowes bersama. (Foto: Tagar/Pemkab Banyuwangi/Hermawan)

Banyuwangi - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas gowes mengkampanyekan protokol kesehatan, Sabtu, 15 November 2020. Khofifah mengayuh sepeda berkeliling kota Banyuwangi sejauh 9,6 KM.

Lorong bambu adalah kawasan ikonik yang berada di kawasan Taman Blambangan Banyuwangi. Turut mendampingi Khofifah, Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, dan Kepala OJK Jatim, Bambang Mukti Riyadi.

Ini adalah gowes pemulihan ekonomi. Maka dari itu, kami juga mengajak pejabat di bidang ekonomi dan para pimpinan bank. 

"Saya selalu kangen Banyuwangi, menyenangkan di sini. Harusnya bisa dipake tagline Banyuwangi Ngangeni," kata Khofifah

Secara khusus, Khofifah menyampaikan gowesnya bersama para petinggi instansi vertikal di Jatim tersebut bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi, sekaligus mengingatkan masyarakat pentingnya disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga:

"Ini adalah gowes pemulihan ekonomi. Maka dari itu, kami juga mengajak pejabat di bidang ekonomi dan para pimpinan bank. Ini menjadi suatu kunci keberseiringan antara menggerakkan ekonomi dan mengendalikan penyebaran Covid-19," kata Khofifah.

Selama gowes, rombongan mengunjungi sejumlah titik. Mulai dari pasar tradisional, gerai UMKM, hingga melakukan talkshow di salah satu stasiun radio swasta di Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

"Dalam menghadapi situasi sulit ini, sinergi adalah kebutuhan. Kami pun menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama memulihkan ekonomi warga jatim,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, untuk pemulihan ekonomi warga, pemerintah pusat maupun Pemprov sudah memberikan berbagai stimulus. Baik BLT, BPNT, Bantuan Subsidi Upah, hingga Banpres-PUM kepada usaha mikro.

Tidak hanya itu, stimulus perbankan seperti kemudahan pengajuan kredit dan relaksasi kredit juga bertujuan untuk membantu dan mengurangi dampak Covid-19 yang menjadi beban masyarakat di situasi sulit ini.

“Semoga ini bisa meringankan beban masyarakat di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan itu, diserahkan sejumlah bantuan kepada warga. Antara lain Sertifikat Program Strategis Nasional instansi pemerintah dan lembaga keagamaan sebanyak 12 ribu lebih bidang, BLT Dana Desa, dan BKK pemberdayaan BUMDes masing-masing sebesar Rp. 50 juta.

Khofifah juga menyerahkan bantuan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari sejumlah bank pemerintah. Ada juga bantuan BPUM senilai Rp. 9,6 juta dari Bank Himbara. Bantuan one pesantren one produk untuk 2 kopontren. Hingga sertifikat penjaminan kredit mikro dan bantuan usaha dari Jamkrida senilai Rp. 1,06 miliar, serta banyak bantuan lainnya.

Sementara itu, Bupati Azwar Anas berterima kasih kepada Khofifah yang terus membantu pembangunan di Banyuwangi.

“Komitmen Ibu Gubernur untuk seluruh kabupaten/kota, termasuk Banyuwangi, sangat total. Beliau keliling Jatim, hadir di tengah warga, mendorong pemulihan ekonomi dan menyemangati rakyat untuk bangkit di masa pandemi. Kehadiran bu Khofifah sangat berarti bagi Banyuwangi,” ucap Anas.[]

Berita terkait
Bonceng Tiga, Pemotor di Banyuwangi Tewas Tabrak Pikap
Polresta Banyuwangi menyebut kecelakaan terjadi akibat pemotor berboncengan tiga menyenggol mobil di depannya hingga oleh dan menghantam pikap.
19 Adegan Reka Ulang Pembunuhan Pemuda di Banyuwangi
Dalam reka ulang dilakukan Polresta Banyuwangi, tersangka gelap mata karena korban menantang dan memukul dirinya lebih dahulu.
Tokoh Agama di Banyuwangi Ajak Paslon Kampanye Menyejukkan
Ketua MUI dan Bamag Banyuwangi mengingatkan paslon untuk mengedepankan kerukunan saat melakukan kampanye.
0
Dewan Tinjau Sejumlah Situs Bersejarah di Banda Aceh
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meninjau situs cagar budaya di kawasan Kota Banda Aceh.