UNTUK INDONESIA

Gelar Debat di Medan, Sejumlah KPUD Tak Punya Sense of Crisis

Sejumlah KPU daerah di Sumatera Utara menggelar kegiatan kampanye berupa debat publik zona merah covid yakni di Kota Medan.
Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik, Siska Barimbing. (Foto: Tagar/Ist)

Medan - Sejumlah KPU daerah di Sumatera Utara menggelar kegiatan kampanye berupa debat publik atau debat pasangan calon di Kota Medan, yang justru merupakan zona merah penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara.

Di antaranya, Kabupaten Samosir, Kabupaten Asahan, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan teranyar Kota Pematangsiantar pada Rabu, 2 Desember 2020. 

Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik Sumatera Utara, Siska Barimbing dalam keterangan persnya kepada Tagar, Kamis, 3 Desember 2020 mengatakan, penyelenggaraan pilkada di masa pandemi merupakan pilihan pahit.

Karena akibat pandemi menyebabkan penurunan pendapatan daerah, sementara terjadi peningkatan belanja untuk penanganan Covid-19.

Baca juga: Sindir Petahana, Kampung Aulia Rachman Kena Banjir di Medan Utara

Belum lagi lonjakan anggaran pilkada di 23 kabupaten kota. Di sisi lain ada ancaman terjadinya lonjakan angka penularan Covid-19.

Meski demikian, kata Siska, masih saja ada beberapa KPU daerah menyelenggarakan debat publik dan debat pasangan calon di luar daerahnya, yakni di Kota Medan, yang merupakan zona merah penularan Covid-19.

Seperti Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kota Pematangsiantar.

Kabupaten Asahan debat jilid II di Hotel Four Poin, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan pada Kamis, 26 November 2020. Kota Pematangsiantar di Hotel Arya Duta pada Rabu, 2 Desember 2020.

Kabupaten Labuhanbatu Utara diselenggarakan di Hotel Grand Marcure Medan pada Rabu, 18 November 2020, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Medan pada 29 November 2020.

"Penyelenggaran debat paslon pilkada di luar daerah bukanlah hal baru. Pada pilkada sebelumnya hal yang sama juga dilakukan. Namun meskipun demikian pertimbangan masa pandemi Covid-19 (sense of crisis) dari penyelenggara pemilu juga harus menjadi pertimbangan penting," tutur Siska.

Oleh sebab itu anggaran harus dipergunakan dengan efisien, efektif, dan memiliki sense of crisis

Menurut dia, pemilihan tempat di Kota Medan yang merupakan zona merah penularan Covid-19 menyebabkan penyelenggara pemilu dan peserta pilkada sangat beresiko tertular Covid-19.

"Hal itu justru berbahaya karena dapat mengganggu proses pilkada yang hanya tinggal hitungan hari saja," tukasnya.

Selain itu, sambung Siska, penyelenggaran debat publik dan debat paslon di Kota Medan tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar, seperti paket meeting hotel, biaya perjalanan dinas, honor panitia, biaya stasiun televisi, live streaming, dll.

Baca juga: Debat Publik Pilkada Siantar di Medan dan Digelar Jam Kerja

"Jika anggaran dapat dikelola di daerah masing-masing hal ini akan berkontribusi meningkatkan geliat ekonomi yang lesu akibat pandemi Covid-19," kata dia.

Kemudian, jika pertimbangannya adalah persoalan fasilitas, maka hal tersebut tidaklah tepat dikarenakan daerah tersebut sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup memadai. Jika fasilitasnya kurang memadai, tinggal ditambah saja.

Di samping itu masyarakat daerah yang merupakan pemilih dapat melihat langsung proses debat tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Oleh sebab itu anggaran harus dipergunakan dengan efisien, efektif, dan memiliki sense of crisis dengan semaksimal mungkin mengelola anggaran di daerahnya," tandasnya.

Diketahui, pilkada serentak akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020. Ada 23 kabupaten kota di Sumatera Utara yang akan melangsungkan pilkada.

Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), anggaran pilkada di Kota Pematangsiantar sebesar Rp 28 milliar, Kabupaten Asahan sebesar Rp 62 milliar, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara Rp 24,5 milliar. []

Berita terkait
Tanpa Idris, Imam Baca Naskah Sendiri pada Debat Publik
Mohammad Idris - Imam Budi Hartono tidak tampil berdampingan, akibatnya Imam terlihat membaca naskah sendiri pada debat publik putaran kedua.
Debat Publik Pilwalkot Makassar ke 3 di Jakarta, Ini Alasanya
KPU Makassar kembali menggelar debat ke tiga Pilwalkot Makassar, namun debat ke tiga ini bukan di Makassar tapi kembali di Jakarta.
Idris Kena Covid, Debat Pilkada Depok Ke-2 Tetap Jalan
Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengatakan, debat pilkada ke-2 tetap dilaksanakan meski Calon Wali Kota Depok Muhammad idris positif Corona.
0
Nikita Mirzani Berbuat Pidana, Kiki The Potters Turun Tangan
Kiki The Potters dengan terang-terangan membela Isa Zega, yang mengaku dipukuli orang suruhan Nikita Mirzani. Ia pun ungkap alasannya.