Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, mengungkap isi surat wasiat yang ditulis capres Prabowo Subianto. Secara garis besar, isinya berupa penegasan mantan Danjen Kopassus itu tidak akan jauh dari rakyat.

"Wasiat bahwa beliau tidak akan meninggalkan rakyat dan tidak akan menghianati rakyat," kata Ferdinand kepada Tagar, Rabu 15 Mei 2019.

Menyoal tujuan Prabowo melempar pernyataan menggunakan surat wasiat, politikus Partai Demokrat itu mengaku belum mengetahui secara detail. Kapan akan dibacakan ke publik Ferdinand juga belum mmengetahui. "Belum tahu secara detil, saya belum komunikasi hari ini," ujar dia.

Sebelumnya, Prabowo dalam pidatonya di acara simposium Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan ahli hukum dan membuat surat wasiat. Prabowo tidak merinci apa yang akan ditulisnya setelah berbicara soal tuduhan-tuduhan makar.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, menerangkan maksud penulisan surat wasiat adalah penegasan bahwa Prabowo telah memilih jalan untuk membela apa yang menjadi kemauan rakyat.

Dia menegaskan, perjuangan Prabowo membela rakyat bakal tetap sesuai koridor hukum yang berlaku. Dia juga menyebut Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sebagai tokoh yang taat hukum.

"Ketika Pak Prabowo menyampaikan akan nulis surat wasiat, artinya beliau akan mempertaruhkan semua hal atas nama rakyat. Dan jika rakyat memang menghendaki agar kedaulatan tetap dibela, beliau memilih jalan itu dan tidak akan menyerah," kata Priyo di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 14 Mei 2019.

"Beliau itu tokoh yang taat azas termasuk masalah konstitusi. Beliau tidak mungkin akan menciderai sekian lama reputasi beliau sebagai pimpinan tentara yang sangat dihormati," tandas Priyo.

Baca Juga: