UNTUK INDONESIA
Ferdinand Hutahaean: Anies Baswedan Bebal Sok Pintar
Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sosok yang bebal dan sok paling pintar.
Terdengar sorak sorai "presiden, presiden, presiden" dari mulut ribuan massa pada saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hendak memberikan sambutan di acara Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 pagi hari. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Jakarta - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukanlah sosok yang kebal terhadap kritikan. Lantas, dia menyebut sosok Anies amat bebal, karena sudah merasa dirinya paling pintar. 

Pasalnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu bak menutup mata dan telinga, enggan mendengar masukan dan kritikan dari orang di sekitarnya mengenai permasalahan banjir yang berulang-ulang melanda ibu kota.

Bagi saya, melihat Anies ini bukan kebal kritik, tapi bebal. Dia tipikal yang merasa diri lebih pintar dari yang lain.

Baca juga: Ferdinand Tuding Anies Pakai APBD Buat Pencitraan

Ferdinand HutaheanAhok layak jadi menteri

"Bagi saya, melihat Anies ini bukan kebal kritik, tapi bebal. Dia tipikal yang merasa diri lebih pintar dari yang lain, sehingga tak mau mendengar pendapat pihak lain. Dia tetap bisu dalam kesalahan, yaitu membiarkan dan menunggu air surut sendiri meresap ke bumi," kata Ferdinand saat dihubungi Tagar, Selasa malam, 25 Februari 2020.

Dia menegaskan seharusnya sebagai pemimpin ibu kota, sosok seorang gubernur bisa mengerti permasalahan apa yang menjadi keluhan warganya. 

Ferdinand memandang perintis Indonesia Mengajar itu tidak memahami konstruk wilayah yang dipimpinnya. Sehingga persoalan banjir terus-menerus menghantui warganya di kala hujan datang.

"Ini kesalahan yang tak sepatutnya dilakukan. Sebagai Gubernur, Anies seharusnya paham tentang kejenuhan tanah Jakarta dan banyaknya permukaan tanah yang tertutup beton dan aspal jalanan, sehingga daya serap tanah pasti sangat kecil," ujarnya.

Baca juga: Upaya PSI Menjegal Malah Jadi Gizi Anies Baswedan

Banjir JakartaBanjir Jakarta ikut merendam sejumlah kantor dinas di bawah jajaran Kementerian Keuangan. (Foto: Facebook/Sri Mulyani)

Ferdinand menyarankan DKI-1 sudah semestinya mendengarkan masukan untuk mengoreksi diri dan mengevaluasi kinerja, termasuk belajar mengatasi persoalan banjir dengan mengoptimalkan pompa air untuk mendorong banjir ke laut.

"Mestinya Anies mendengar masukan pihak lain. Tapi Anies tampaknya melihat banjir ini sebagai sebuah takdir yang harus diterima dan surutnya pun harus ditunggu alamiah," kata dia.

Mantan relawan Bara JP itu beranggapan, Anies tidak pantas menjadi gubernur. Sebab, hingga kini belum mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat DKI.

"Kalau begini Anies tak layak jadi Gubernur Jakarta, karena di sini butuh pemimpin yang mampu me-manage kota dan me-manage tata kelola air," ucapnya.

Baca juga: Modal Beken, Anies Baswedan Libas Ganjar dan Risma

Banjir JakartaBanjir di Jalan HBR Motik, sekitar jembatan layang Benyamin Sueb, Jakarta, Selasa, (25/2/2020). (Foto: Antara/Boyke Ledy Watra)

Ferdinand juga mengkritisi konsep naturalisasi ala Anies yang disorotinya tidak tepat sasaran dan sejauh ini tidak berjalan mulus. Imbas penghentian 'betonisasi', malah mengakibatkan banjir Jakarta semakin parah dari tahun ke tahun.

"Konsep ini (naturalisasi) tidak masuk karena kebutuhan Jakarta adalah kali yang mengalirkan air ke laut supaya tidak menggenangi daratan. Yang benar adalah konsep normalisasi supaya air lancar dipompa ke laut. Jadi konsep naturalisasi itu adalah konsep salah tempat dan konsep sesat pikir untuk Jakarta," ucapnya.

Anies Baswedan, di matanya hanya gengsi menjalankan konsep gubernur terdahulu. "Ini sok ingin tampil beda, langkahnya sesat dan tidak menjawab kebutuhan Jakarta. Gengsi yang bersumber dari ketidakpahaman mengelola jakarta" kata Ferdinand Hutahaean. []

Berita terkait
Anies: Anda Diskusi Banjir Jakarta, Saya Kerja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan dirinya sedang fokus dalam penanganan banjir, bukan sedang berdiskusi sebab musababnya.
Sandiaga Yakin Anies Baswedan Bisa Mengatasi Banjir
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno percaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mampu menanggulangi banjir.
Jadi Korban Banjir, Gubernur Anies Suruh Telp 112
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan area terdampak banjir kemungkinan meluas dari jumlah saat ini, yaitu 200 rukun warga (RW).
0
Napi Asimilasi di Padang Nekat Bakar Rumah Mertua
Usai membakar rumah mertuanya, pelaku sempat melarikan diri agar tidak ditangkap kembali oleh polisi. Tetapi pelarian pelaku berhasil digagalkan.