UNTUK INDONESIA
Upaya PSI Menjegal Malah Jadi Gizi Anies Baswedan
Pengamat politik Ujang Komarudin berpandangan upaya PSI menjegal Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk Pilpres malah menguntungkan DKI-1.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan disela-sela penandatanganan kerja sama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Jakarta - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan ungkapan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang mengajak menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju pada Pemilihan Presiden 2024 sangat tendensius, alias masuk ranah menyerang pribadi.

Kendati demikian, dia memandang ucapan Toni menjadi hal lumrah dalam dunia politik dan tidak perlu dibesar-besarkan. 

Biasanya semakin diserang dan di-bully Anies semakin populer.

Ujang memandang orang yang sering terkena bully seperti Anies Baswedan, malah diuntungkan, karena upaya itu bakal meninggikan popularitasnya di mata publik.

"Pernyataan yang tendensius dan menyerang Anies. Dan itu hal biasa saja. Biasanya semakin diserang dan di-bully Anies semakin populer," kata Ujang kepada Tagar, Senin, 24 Februari 2020.

Baca juga: Modal Beken, Anies Baswedan Libas Ganjar dan Risma

Kemudian, Ujang menyebut setiap pernyataan pedas yang dilontarkan kader PSI, tak lain hanya ingin mencari simpati publik. 

Sebab, dengan menyerang Anies, partai besutan Grace Natalie itu akan mendapat perhatian media, lebih sering diberitakan sebagai oposisinya Gubernur DKI.

"Wajar jika Raja Juli dan PSI menyerang Anies. Karena PSI memosisikan sebagai oposannya Anies. Mungkin dalam rangka ingin membesarkan PSI di media. Mereka berseberangan dengan Anies. Agar selalu dapat panggung dan pemberitaan," ucapnya.

Lebih lanjut, Direktur Indonesia Political Review itu menilai secara kekuatan politik, PSI sudah punya pengaruh lantaran memiliki anggota di DPRD DKI. 

Raja Juli AntoniWakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni. (Foto: Instagram/rajaantoni)

Tetapi kalau bicara soal Pemilihan Presiden 2024, PSI dia cermati harus lebih banyak belajar. Hal itu dikarenakan suaranya belum berpengaruh ke akar rumput secara nasional.

"Di politik Jakarta, PSI masih punya kekuatan. Makanya mereka bersuara kencang tentang Anies. Namun, di kancah politik nasional, PSI masih harus banyak belajar. Suaranya belum banyak didengar," tutur Ujang.

Menurut dia, Anies Baswedan tidak perlu kebakaran janggut terhadap manuver PSI. Sebab, masyarakat Indonesia saat ini sudah cukup cerdas dalam menentukan pilihan politiknya.

"Soal mengajak masyarakat untuk tidak memilih Anies itu pilihan PSI. Masyarakat Indonesia sudah cerdas. Dan tak akan terlalu berdampak," katanya.

Ujang memandang, naik atau turunnya elektabilitas Anies, tidak ditentukan seruan Raja Juli Antoni maupun PSI secara kelembagaan. 

Tetapi hal itu tergantung bagaimana Anies bisa menjalankan strategi politik ke depan.

Baca juga: PSI Bakal Cegah Anies Baswedan Jadi Presiden 2024

Sebelumnya, dalam sebuah rilis hasil survei Indo Barometer pada Minggu, 23 Februari 2020, menempatkan Anies Baswedan sebagai salah satu calon presiden terkuat, calon penantang Prabowo Subianto.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga dianggap lebih populer dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo Tri Rismaharini.

Oleh karena itu, Raja Juli Antoni bereaksi dengan mengajak partai politik, hingga masyarakat untuk kompak menjegal Anies maju dalam Pilpres 2024. 

Sebab, menurutnya, Gubernur DKI Jakarta selama ini hanya gemar memainkan isu primordial, retorika keagamaan. Hal itu dia nilai bisa membelah masyarakat.

"Saya ingin mengajak teman-teman partai, maupun masyarakat yang masih pro dengan nasionalisme kita. Saya kira harus ada barisan nasional yang secara serius menghadang figur yang terfokus isu populisme ini," kata Raja Juli Antoni dalam jumpa pers Indo Barometer di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu, 23 Februari 2020. []

Berita terkait
PSI Kritik Anies Baswedan: 3 Tahun Menjabat Percuma
PSI menyebut Anies Baswedan percuma menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama kurang lebi tiga tahun.
Banjir Jakarta Jadi Momentum Anies Baswedan
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menilai elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan ditentukan momentum banjir di ibu kota.
Anies Baswedan Lawan Kuat Prabowo di Pilpres 2024
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diprediksi menjadi lawan terkuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
0
Masker Sitaan Polisi Dijual Rp 4.400 per Bungkus
Polisi menjual masker hasil sitaan tersangka penimbun dengan harga Rp 4.400 per bungkus.