UNTUK INDONESIA
Faktor Relasi, Wahyu Setiawan Sulit Tolak 'Dilobi'
DKPP mencecar eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dia disebut sulit menolak lobi politik atau ajakan Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020 dini hari. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Selain menghadirkan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai pihak pengadu, DKPP turut menyertakan Wahyu Setiawan, meskipun kini yang bersangkutan telah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: KPK Geledah Ruang Kerja Wahyu Setiawan Selama 8 Jam

Beliau (Wahyu) dalam posisi sulit untuk menghindari hal itu, karena alasan pertemanan.

Dalam sidang kode etik tersebut, DKPP mencecar Wahyu dengan berbagai pertanyaan. Wahyu disebut sulit menolak 'lobi' politik atau ajakan Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri lantaran memiliki hubungan pertemanan dengan keduanya.

"Kita sempat tanyakan, kenapa tidak berusaha mencegah pertemuan-pertemuan di luar kantor. Beliau (Wahyu) dalam posisi sulit untuk menghindari hal itu, karena alasan pertemanan," ujar Plt DKPP Muhammad, Rabu, 15 Januari 2020.

Padahal, menurutnya di dalam aturan DKPP jelas digarisbawahi untuk menghindari pertemuan-pertemuan di luar lembaga penyelenggara pemilu yang berpotensi menyebabkan kecurigaan dan sebagainya.

Baca juga: Wahyu Setiawan Kirim Surat Undur Diri ke Jokowi

Sebelumnya, KPK menetapkan empat tersangka dugaan suap soal proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

Penerima suap, yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu Agustiani Tio Fridelina. Sementara pemberi suap adalah caleg PDIP Harun Masiku dan Saeful dari unsur swasta yang diduga juga staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Menurut KPK, Wahyu Setiawan meminta dana operasional Rp 900 juta untuk membantu Harun Masiku menjadi anggota DPR dapil Sumatera Selatan I, dalam proses PAW untuk menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. []

Berita terkait
Hasto Bantah di PTIK saat KPK OTT Wahyu Setiawan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah berlindung di PTIK ketika KPK OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
KPU-Bawaslu Sepakat Laporkan Wahyu Setiawan ke DKPP
Komisi Pemilihan Umum (KPU)-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah sepakat membuat laporan ke DKPP usai Komisioner KPU Wahyu Setiawan dicokok KPK.
Kronologi Wahyu Setiawan di Kasus Suap Caleg PDIP
KPK menjelaskan kronologi Komisioner KPU Wahyu Setiawan dugaan suap pengisian kursi PAW calon legislatif (caleg) DPR dari PDIP.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.