UNTUK INDONESIA
Hasto Bantah di PTIK saat KPK OTT Wahyu Setiawan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah berlindung di PTIK ketika KPK OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu siang, 23 Juli 2019. (Foto: Tagar/Morteza)

Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah berlindung di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kasus yang membelit Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Kami persiapkan dengan matang hingga hari-hari terakhir, bahkan minggu-minggu terakhir, bulan-bulan terakhir, energi dan pikiran saya fokus di dalam pelaksanaan Rakernas.

OTT KPK itu digelar Rabu, 8 Januari 2020, ketika itu Hasto mengatakan sedang sibuk menyiapkan Rakernas partainya. Begitu juga kemarin, kata dia, tidak berada di PTIK.

"Soal PTIK, yang disebut-sebut saya berada di PTIK. Teman-teman tahu semuanya ini adalah Rakernas dan HUT partai memerlukan sebuah konsentrasi," kata Hasto di sela-sela Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

Rakernas PDIP, kata Hasto, memerlukan persiapan yang matang. Sebab itu dia fokus hanya kepada penyelenggaraan Rakernas yang dibalut dengan HUT PDIP ke-57 tersebut. Belakangan, waktunya juga dihabiskan untuk acara itu.

"Kami persiapkan dengan matang hingga hari-hari terakhir, bahkan minggu-minggu terakhir, bulan-bulan terakhir, energi dan pikiran saya fokus di dalam pelaksanaan Rakernas. Temen-teman bisa liat hasilnya, bagiamana jalan kejayaan bagi Indonesia Raya kita," tutur dia.

Hasto menjelaskan alasannya fokus pada persiapan penyelenggaraan Rakernas PDIP lantaran permintaan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya sejak kemarin mempersiapkan seluruh penyelenggaraan Rakernas ini karena kami berkeinginan bahwa partai tidak ingin berbicara tentang kekuasaan, tetapi sebagaimana disampaikan Ibu Mega partai berbicara tetapi berbicara sebuah kebijakan melalui peraturan perundang-undangan yang didorong partai membangun jalan kemakmuran itu," ucap dia.

Seperti diketahui KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka kasus dugaan suap perebutan kursi calon legislatif DPR dalam mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Kamis, 9 Januari 2020.

Selain Wahyu, tiga orang lain juga berstatus tersangka dalam kasus ini, yaitu orang kepercayaannya Wawan sekaligus eks anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiano Tio Fridelina, caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful Bahri.

Nama Hasto ditengarai terlibat dalam kasus yang melibatkan Wahyu Setiawan ini. Indikasi itu dikuatkan ketika Wakil Ketua KPK Lily Pintauli Siregar menyebutkan salah satu pengurus DPP PDIP terlibat dalam kasus ini. Dilanjutan kemarin, Kamis 9 Januari 2020, tim KPK berencana menggeledah ruang kerja Hasto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Diduga dua staf Hasto juga ditangkap KPK dalam OTT pada Rabu, 8 Januari 2020. Dua orang tersebut adalah advokat bernama Donny Tri Istiqomah, dan Seful Bachri. []

Berita terkait
Diduga Terlibat Suap PAW Caleg PDIP, Hasto: Framing
Sekjen PDIP Hasto kristiyanto mengatakan dugaan dirinya terlibat dalam suap perebutan kursi DPR yang membelit Komisoner KPU adalah framing.
Wahyu Setiawan Kirim Surat Undur Diri ke Jokowi
Surat pengunduran diri Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi kini berada di tangan KPU.
Wahyu Setiawan Resmi Tersangka Suap PAW PDIP
Wahyu Setiawan ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan suap pengisian kursi PAW calon anggota DPR Fraksi PDIP.
0
Sibuk, Wali Kota Siantar Ogah Hadiri Panggilan DPRD
Wali Kota Pematangsiantar sepertinya enggan memenuhi pemanggilan DPRD. Sebab, agenda kegiatannya cukup padat mulai dari pagi hari.