UNTUK INDONESIA
Evo Morales Minta PBB Tengahi Krisis Bolivia
Evo Morales meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Paus Fransiskus untuk menengahi krisis politik di negaranya.
Presiden Bolivia Evo Morales. (Foto: Antara/REUTERS/David Mercado)

Jakarta - Evo Morales yang mengundurkan diri pekan lalu seabgai Presiden Bolivia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Paus Fransiskus untuk menengahi krisis politik di negaranya.

"Saya sangat percaya pada PBB," kata Morales dalam wawancara dengan Associated Press setelah kabar muncul bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonia Guterres sedang mengirimkan utusan khususnya, Jean Arnault ke Bolivia, dikutip dari Antara, Jumat, 15 November 2019.

Jean Arnault membawa misi mencari penyelesaian atas krisis di negara itu.

Morales menekankan bahwa dia ingin organisasi dunia tersebut "menjadi penengah, bukan hanya penyelenggara pertemuan" dalam proses perdamaian negaranya, langkah yang bisa "didampingi oleh Gereja Katolik" dan kemungkinan Paus Fransiskus.

Morales, presiden pertama Bolivia dari kalangan suku adat, terlihat masih populer di negara itu. Para pendukung Morales meminta dia kembali dari Meksiko, negara yang memberinya suaka.

Pasca pengunduran diri Morales banyak negara menganggap peralihan kekuasaan kepada presiden ad interim Jeanine Anez sebagai langkah yang tidak sah.

Morales bersikeras bahwa parlemen Bolivia harus terlebih dahulu menyetujui pengunduran dirinya. Jika tidak, katanya, ia akan kembali ke tanah airnya. []

Berita terkait
Presiden Venezuela Kecam Kudeta Bolivia
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengecam kudeta Bolivia.
Presiden Bolivia Evo Morales Mengundurkan Diri
Presiden Bolivia Evo Morales menyatakan mundur setelah militer memintanya menyerahkan jabatan.
Militer Bolivia Dukung Rakyat Hadapi Pemerintah
Pasukan polisi terlihat bergabung dengan protes anti-pemerintah, akhirnya Presiden Morales meletakkan jabatannya.
0
Dispendik Jawa Timur Dukung Penghapusan UN
beberapa sekolah di Jawa Timur telah melaksanakan sistem ujian yang menerapkan kelulusan tanpa UN.