UNTUK INDONESIA
Erick Thohir Sindir Eks Bos Garuda Ari Askhara
Menteri BUMN Erick Thohir menyindir eks Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara lewat aksinya di Hari Antikorupsi pada Senin, 9 Desember 2019.
Erick Thohir. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyindir mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Ari Askhara setelah kepergok menyelundupkan motor Harley Davidson lewat aksi dramanya saat memeriahkan Hari Antikorupsi pada Senin, 9 Desember 2019.

Sindiran itu diungkapkan mantan bos Inter Milan itu melalui sebuah video yang diunggahnya pada Selasa, 10 Desember 2019 di akun Instagram @erickthohir. 

Ini tong, jangan mentang-mentang anak bos, malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme, enggak boleh.

Dalam video tersebut, terlihat Erick berperan sebagai tukang bakso, ditemani dua rekannya yang mengenakan seragam sekolah yakni, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim.

Baca juga: Hari Antikorupsi Erick Thohir Jadi Tukang Bakso

Erick ThohirErick Thohir dan tiga menteri meriahkan Hari Anti Korupsi. (Foto: Instagram/erickthohir)

Mereka berdialog yang berkaitan dengan Hari Antikorupsi. Salah satu yang Erick singgung adalah kasus penyelundupan motor Harley Davidson oleh Ari Askhara.

"Ini tong, jangan mentang-mentang anak bos, malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme, enggak boleh. Kalo udah gede terus jadi dirut, malah nitip barang-barang lho," kata Erick Thohir kepada komedian Bedu dalam drama itu.

"Harley,,,,harleyyy," seru Wishnutama.

"Sepeda brompton, iya dahh" timpal Bedu.

Tak tinggal diam, Wishnutama kembali melontarkan ucapan tajamnya di depan siswa-siswi SMKN 57 Jakarta.

"Daripada elu pada korupsi waktu, korupsi uang mendingan lho pada mikirin nih, hal-hal yang positif, inovatif, kreatif biar bangga nih sekolah kite," ujar mantan bos PT. Net Mediatama itu.

Perkataan suami Gista Putri langsung ditimpali Erick Thohir. "Cakep, cocoknya jadi menteri ekonomi kreatif elu," ucap Erick.

Selain itu, terdapat sebuah adegan yang diperankan komedian, Sogi Indra Dhuaja bersama Nadiem Makarim.

Baca juga: Andi Arief Tantang Balik Henry Yosodiningrat

Erick ThohirTiga menteri Jokowi bermain drama komedi bertema antikorupsi, Erick Thohir berperan sebagai tukang bakso. (Foto: Sekkab)

"Uang temen-temen elu mau pake jajan. Yang enak elu, yang kenyang elu. Lu pake lagi beli bakso. Mana akhlak lu," kata Erick Thohir.

Mereka tampil apik dalam memeriahkan Hari Antikorupsi Sedunia yang dihadiri juga oleh Presiden Joko Widodo

Para tamu nampak tergelitik melepas gelak tawa melihat aksi ketiga Menteri Kabinet Indonesia Maju itu.

"Tadi pagi saya berbagi peran bersama Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem dan Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama dalam drama musical #PrestasiTanpaKorupsi yang disaksikan Presiden Joko Widodo di acara Hari Antikorupsi Sedunia, di SMKN 57 Jakarta," tulis Erick.

Tak lupa dia juga menegaskan agar anak muda Indonesia seyogianya harus lebih sadar dan melawan korupsi sejak dini.

"Membangun kesadaran anti korupsi harus dimulai sedini mungkin sejak masa sekolah, karena dari sekolah inilah akan tercipta calon-calon pemimpin masa depan yang akan membawa kemajuan untuk Bangsa Indonesia," kata Erick Thohir sebagai keterangan video yang diunggah pada Selasa, 10 Desember 2019. []

Berita terkait
Pecat Direksi Garuda, Erick Thohir Serius di BUMN
Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir tidak main-main tegakan Good Corporate Governance di BUMN Indonesia.
Di Depan Jokowi, Erick Thohir Jadi Tukang Bakso
Menteri BUMN Erick Thohir tampil dalam drama bertema antikorupsi dalam peringatan hari anti korupsi sedunia di SMKN 57 Jakarta.
Siapa Dirut Garuda Pilihan Erick Thohir?
Kursi dirut PT Garuda Indonesia mengalami kekosongan seusai pemecatan terhadap Ari Askhara oleh Erick Thohir. Siapakah penggantinya?
0
Jenazah Erwin Prasetya Langsung Dibawa ke Surabaya
Jenazah Erwin Prasetya rencananya akan langsung dibawa ke Surabaya untuk dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Keputih, Sukolilo.