UNTUK INDONESIA
Empat Daerah di Sulsel Berisiko Bisa Sebarkan Corona
Sebanyak empat daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) dicurigai sebagai pandemi virus Corona.
Suasana video confrence yang dilakukan tim gugus penanganan corona, di Sulawesi Selatan, Minggu, 29 Maret 2020. (Foto: Tagar/Screenshoot)

Makassar - Sebanyak empat daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) dicurigai sebagai  pandemi Corona dan dalam beberapa waktu ke depan akan ada pembatasan kegiatan di daerah tersebut.

Jadi ada empat daerah yang kira-kira kita lakukan pembatasan. Nanti kita akan sampaikan daerah mana saja.

Hal ini diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka dalam video conference, Minggu, 29 Maret 2020 malam.

“Untuk daerah tersebut dilakukan pembatasan kegiatan karena kami menganggap daerah-daerah tersebut pandemi. Jadi ada empat daerah yang kira-kira kita lakukan pembatasan. Nanti kita akan sampaikan daerah mana saja,” kata Andi Sumangerukka.

Jendral bintang dua ini menambahkan, pemetaan wilayah telah dilaporkan dan didiskusikan sebelumnya bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sebuah rapat koordinasi. Ia menyebut daerah-daerah yang berisiko besar terdampak virus Corona adalah daerah yang jumlah pasien meninggal dunia akibat virus Corona tergolong tinggi.

“Sebagaimana diketahui, sejauh ini sudah ada 4 kasus meninggal di Sulsel. Makassar menjadi daerah di Sulsel dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak yaitu 35 kasus, 51 PDP dan 65 ODP,” ujarnya.

Atas dasar data-data yang diperoleh tersebut, Sumangerukka menyebutkan bahwa daerah yang dicurigai sebagai pandemi adalah daerah yang banyak terdapat positif Corona. Selain itu juga melihat dari pasien yang meninggal apakah statusnya positif atau PDP semuanya kelihatan.

Ia juga menambahkan, bahwa apabila suatu daerah dikatakan pandemi maka pembatasan kegiatan di daerah tersebut harus dilakukan. Orang-orang yang keluar masuk akan diperiksa.  Jika tidak diperiksa dikhawatirkan membawa penyakit ke daerah lain ataupun sebaliknya.

“Maka dari itu, harus ada pembatasan kegiatan termasuk membubarkan kerumunan sebagaimana maklumat dari Kapolri. Mau tidak mau harus diambilkan langkah-langkah tegas di situ sehingga tidak terjadi penyebaran yang secara massif di daerah lain. Kita akan lakukan pembatasan kegiatan,” jelasnya.

Diketahui jumlah pasien positif di Sulsel sudah mencapai 47 orang dengan 4 kasus meninggal dunia dan belum ada pasien dilaporkan sembuh. Sementara itu, jumlah ODP sebanyak 496 orang dan PDP sebanyak 92 orang. []

Berita terkait
Dua Pemuda Makassar Luka Parah Ditikam OTK
Dua pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK).
Dosen Korban Penganiayaan di Makassar Minta Keadilan
Keluarga Dosen Unsulbar meminta polisi usut tuntas penganiayaan di Makassar yang diduga pelakunya adalah oknum polisi.
Ini Kata Sosiolog, Karantina Parsial Pemkot Makassar
Sosiolog Anshar Aminullah mengatakan kebijakan kebijakan karantina parsial yang dilakukan Pemkot Makassar ialah langkah untuk menenangkan warga.
0
Penyebab Kematian Anak Gajah Sumatera di Aceh
Kematian seekor anak gajah Sumatera di Desa Kampung Baroh Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya diduga karena keracunan.