UNTUK INDONESIA
Empat Alutsista Luar Negeri Bikin Prabowo Kepincut
Kemenhan diguyur Rp 127 triliun dari alokasi anggaran APBN 2020. Dana itu akan digunakan Prabowo untuk memodernisasi alutsista.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 11 November 2019, membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya.(Foto: Antara/Aditya Pradana Putra/ama)

Jakarta - Alokasi anggaran berdasarkan nota keuangan APBN 2020 untuk Kementrian Pertahanan (Kemenhan) tak main-main. Kementrian yang dipimpin Prabowo Subianto itu diguyur sebesar Rp 127 triliun. Rencananya sepanjang 2020 fokus utama Kemenhan bakal memodernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) TNI.

Anggaran Kemenhan untuk belanja pertahanan negara memang kerap tertinggi beberapa tahun terakhir. Pada 2019, tercatat alokasi untuk Kemenhan mencapai Rp 106,1 triliun, sedangkan pada 2018 sebesar Rp 107,7 triliun.

Kendati mendapat anggaran paling tinggi dibanding kementerian lain, dana sebesar Rp 127 triliun itu dibagi kewenangannya pada lima kuasa pengguna anggaran (KPA). KPA itu mencangkup Kemenhan  21%, Mabes TNI 9%, TNI AD 60%, TNI AL 20% , dan TNI AU 17%.

Untuk memuluskan rencana memodernisasi alutsista dan memperkuat pertahanan selain diplomasi, sejak dilantik Prabowo telah mengunjungi tujuh negara.

Adapun di antaranya Malaysia pada 14 November 2019, Thailand pada 17 November 2019, Turki pada 27-29 November 2019, dan China pada 15 Desember 2019. Kemudian disusul Jepang pada 20 Desember 2019, Filipina pada 27 Desember 2019, dan Perancis pada 11-13 Januari 2020.

Berikut Tagar rangkum alutsista yang sudah dijajaki Prabowo untuk diboyong memperkuat pertahanan Indonesia.

1. 48 Jet tempur Rafale dari Prancis

Jet tempur RafaleJet tempur Rafale. (Foto: Dmitry A. Mottl via WIkimedia Commons)

Dalam kunjungannya ke Prancis pada 11-13 Januari 2020, Prabowo berniat untuk membeli 48 jet tempur Rafale, empat kapal selam Scorpene, dan kapal perang korvet GoWind yang akan memperkuat tiga matra angkatan TNI.

Rafale adalah satu-satunya jet tempur buatan Eropa yang bersensor radar elektronik. Dengan fitur itu, Rafale dapat mendeteksi ancaman lebih cepat dan melacak beberapa target sekaligus.

Harga jet tempur Rafale USD 115 juta, atau sekitar Rp1,5 triliun per unitnya. Negara-negara yang sudah membeli Rafale adalah India, Libya, Inggris, dan Swiss.

Namun, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kunjungan Menhan Prabowo bukan jaminan Indonesia akan membeli alutsista buatan Perancis

"Kalau menggeliat kan boleh, masak nggak boleh, tapi belum tentu beli kan," kata Trenggono di Pameran Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan TNI-Polri yang berlangsung di Kemenhan Rabu, 22 Januari 2020. 

2. Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia

Sukhoi Su-35Sukhoi Su-35. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Pesawat ini telah tampil selama International Army Games 2016 di Rusia pada 5 Agustus 2016. Prabowo merasa kepincut ingin memboyong alutsista canggih ini ketika bertemu Menhan Rusia di Moskow. Keunggulan Sukhoi ini memiliki kecepatan supersonic hingga maksimum 2.390 kilometer per jam.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Rusia dalam rangka melanjutkan diplomasi pertahanan dengan negara di belahan dunia. 

"Iya, ke Rusia," kata Dahnil di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Salah satu isu yang akan dibahas Prabowo saat berkunjung ke Rusia adalah mengenai misil.  "Banyak hal, (di) Rusia. Pak Prabowo juga yang menjadi salah satu concern dia (adalah) misil," ujarnya.

3. Kapal Selam Scorpene

Kapal Selam ScorpeneKapal Selam Scorpene. (REUTERS/Bazuki Muhammad)

Tidak hanya tertarik membeli 48 unit jet tempur Rafale, Prabowo Subianto juga berminat mendatangkan empat unit kapal selam Scorpene ke Indonesia.

Scorpene yang juga buatan Prancis ini mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju 20 knots (37 kilometer per jam) di dalam air, dan 12 knots (22 kilometer per jam di permukaan air).

4. Kapal Perang Corvette Gowind

Kapal Perang Corvette Gowind 2500Kapal Perang Corvette Gowind 2500. (Foto: Naval-tecnology.com/DNCS)

Kapal ini adalah buatan Naval Group atau DCNS (Direction des Constructions Navales) yang dibuat sejak 2006. Misi yang bisa diusung kapal seberat 2.500 ton ini adalah anti pembajakan, pertempuran, anti terorisme, penyelundupan, pencarian, penyelamatan, perlindungan tambang minyak dan gas, dan dukungan kemanusiaan.

Kapal ini bisa berpatroli selama tiga minggu dengan mengarungi laut sampai 6.900 km jauhnya. Kecepatan tertingginya 25 knots. Di geladak belakangnya, Corvette Gowind bisa menampung helikopter ukuran sedang, berbobot maksimal 10 ton.

Corvette Gowind dibekali satu meriam OTO Melaran kaliber 76 milimeter, dua meriam Nexter Narhwal 20 mm, 16 VLS untuk peluru berpandu permukaan ke udara, delapan peluncur peluru anti kapal Exocet, meriam air, dan dua pelancar torpedo berganda tiga.

Malaysia dan Mesir adalah dua negara yang sudah membeli Corvette Gowind. []Corvette Gowind dilengkapi sensor anti-udara dan anti-permukaan, seperti VL Mica secara vertikal meluncurkan sistem rudal pertahanan udara jarak pendek, dan rudal anti-kapal Exocet MM40.

Malaysia dan Mesir adalah dua negara yang sudah membeli Corvette Gowind. []

Berita terkait
Jokowi Dorong Industri Kembangkan Alutsista Digital
Presiden Jokowi merancang rencana pengembangan Alutsista untuk pertahanan negara hingga 50 tahun ke depan, sehingga tidak lagi impor.
Berburu Selfie di Pameran Alutsista Cirebon
Pameran Alutsista di Kota Cirebon, Jawa Barat diburu pengunjung untuk berselfie.
Jokowi Arahkan Prabowo Jaga Anggaran Alutsista
Presiden Jokowi memberi arahan kepada Menhan Prabowo agar mengawasi anggaran negara untuk pembelian alutsista.
0
Dinkes Kota Tangerang Bantah Warga Kena Corona
Dikabarkan salah satu warganya terkena virus corna, Dinkes Kota Tangerang membantah, warga itu hanya lakukan pemeriksaan biasa