UNTUK INDONESIA
Edy Rahmayadi Hadiri Bazar Buku Big Bad Wolf di Medan
Bazar Buku Big Bad Wolf dibuka di Medan pada 4-16 September 2019.
Ilustrasi buku. (Foto: Instagram/@kbs230515)

Medan - Bazar Buku Big Bad Wolf dibuka di Gedung Andromeda, Lanud Soewondo, Polonia, Medan, pada Rabu, 4 September 2019. Bazar ini, diketahui bakal berlangsung hingga 16 September 2019 mendatang.

Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi yang kini dikenal sebagai 'IbuBuku' mengatakan, saat ini, dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0. Pada era ini, semua aktivitas berbasis mesin terintegrasi jaringan internet (internet of things).

"Upaya menyiapkan generasi mendatang untuk berpikir secara inovatif, diperlukan gerakan untuk mengajak generasi milenial untuk banyak membaca buku," kata dia saat membuka Bazar Big Bad Wolf, pada Rabu, 4 September 2019.

"Semakin banyak kita membaca, semakin banyak hal pula yang kita ketahui, karena buku adalah jendela dunia," ujarnya.

Karena buku adalah jendela dunia.

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Enny Kamal selaku Regional Head Bank Central Asia (BCA) dan Don Bosco Selamun, jurnalis senior dari Metro TV.

Bazar Buku Big Bad Wolf di Medan merupakan ke dua kalinya. Sebelumnya, pada tahun ini kegiatan tersebut telah sukses diselenggarakan di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

Medan merupakan kota keempat di tahun ini yang Big Bad Wolf datangi. Bazar buku terbesar di dunia ini diadakan di Gedung Andromeda Ex-Bandara Polonia Medan selama 24 jam non-stop dan gratis biaya masuk gedung. Helatan ini memberikan diskon sebesar 60 hingga 80 persen untuk semua buku-buku internasional.

Edy RahmayadiGubsu Edy Rahmayadi saat menghadiri Bazar Buku Big Bad Wolf di Gedung Andromeda, Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Rabu, 4 September 2019. (Foto: Tagar/Tonggo Simangunsong)

Lantaran tingginya antusiasme dan permintaan dari masyarakat, Bazar Buku Big Bad Wolf tidak hanya diadakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Medan, melainkan di tujuh kota besar di Indonesia mewakili Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Bazar Buku Big Bad Wolf pertama kali diadakan di Kuala Lumpur pada tahun 2009 dan buku-buku yang disediakan merupakan buku-buku baru yang dibeli langsung dari penerbit-penerbit internasional.

Big Bad Wolf hadir dengan misi untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang berkualitas bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Dengan hadirnya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk menyebarluaskan wawasan ilmu pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai buku.

Baca juga: Musisi Ramai-Ramai Curhat soal Buku di MocoSik 2019

Lebih dari 1 juta buku dihadirkan di Bazar Buku Big Bad Wolf Medan 2019 dengan berbagai genre buku tersedia seperti buku memasak, arsitektur, seni, budaya, novel, fiksi, romance, sastra, graphic novel, bisnis, fashion dan masih banyak lagi.

Tersedia juga buku untuk anak-anak seperti buku cerita, buku untuk mewarnai, sound books,board books, pop-up books dengan harga yang sangat terjangkau.

Enny Kamal mengatakan BCA berkomitmen untuk turut serta mendukung penyadaran pentingnya membaca buku pada masyarakat terutama pada generasi muda.

“Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda Medan, dapat memperluas cakrawala pengetahuannya melalui gelaran Bazar Buku Big Bad Wolf ini,” katanya. []

Berita terkait
Kementerian PUPR Terbitkan Buku Tentang Perumahan
Kementerian PUPR terbitkan Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan dalam kegiatan Sarasehan Perumahan di Kementerian PUPR, Jakarta.
Pasar Kenari, Destinasi Baru Pecinta Buku di Jakarta
Warga Jakarta kini memiliki destinasi baru yang menawarkan beragam buku. Letaknya Pasar Kenari. Lokasinya nyaman.
Garin Nugroho: Razia Buku Komunisme Bikin Kacau Hukum
Sutradara film Garin Nugroho menyebut razia buku mengandung faham Marxisme, Leninisme dan Komunisme bikin kacau hukum di Indonesia.
0
Cekcok Pilkades, Satu Marga Saling Bunuh di Samosir
Sundung Rumapea, warga Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, tewas dibunuh akibat cekcok soal pilkades.