Durian Tapteng Manjakan Pengunjung Kota Tarutung

Suguhan buah durian di kota Tarutung merupakan pedagang musiman dari luar Tapanuli Utara.
Durian asal dari Tapanuli Tengah yang dijajakan di Kota Tarutung. (Foto: Tagar/Jumpa Manullang)

Tarutung - Berlibur di kota Tarutung saat momen Natal dan Tahun Baru 2020, pengunjung dimanjakan suguhan buah durian sejumlah pedagang musiman dari luar Tapanuli Utara. 

Dalam beberapa minggu, beberapa lokasi yang selalu ditunggui pedagang buah beraroma tajam itu selalu ramai didatangi pembeli sampai larut malam.

Kami sudah berminggu-minggu jualan di sini dengan rasa khas durian Kolang.

Salah satunya perempatan simpang empat taman kota Tarutung dan perempatan simpang negeri Siwaluompu kompleks RSUD Tarutung. Namun sayang buah durian yang membanjiri Tarutung itu ternyata didatangkan dari kabupaten tetangga Tapanuli Tengah, tepatnya dari Desa Kolang, Kecamatan Kolang.

"Kami sudah berminggu-minggu jualan di sini dengan rasa khas durian Kolang. Harga bervariasi sesuai ukuran, " terang pak Josua Aritonang, 51 tahun kepada Tagar di Simpang Empat Tarutung, Kamis 26 Desember 2019.

Aritonang mengatakan, durian di desanya satu tanaman andalan bangkitkan ekonomi petani di daerahnya.

"Kami rutin melakukan Re-Planting tanaman tua dengan bibit unggul selama ini. Jadi kontinuitas panen terjaga," katanya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, M Lumbantobing mengaku heran, ternyata buah durian harus didatangkan dari daerah lain.

"Sepatutnya ini harus satu catatan buat pemerintah Tapanuli Utara, kita heran kok durian harus didatangkan ke kota durian," ujar Lumbantobing yang merupakan warga Jakarta

Lumbantobing sepintas terlihat menyayangkan sebutan kota Tarutung atau Durian dalam bahasa Indonesia terkesan hanya tinggal nama semata.

Sebelumnya, dalam 10 tahun terakhir hasil panen kebun durian di empat kecamatan di Luat Pahae (Pahae Julu, Pahae Jae, Purba Tua, dan Simangumban), Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengalami penurunan drastis.

Durian Pahae merupakan tanaman lokal hasil perkebunan masyarakat Pahae sejak turun temurun. Setiap musim panen durian dari daerah itu, Kota Tarutung jadi salah satu tempat menjajakan buah berbau tajam itu.

"Padahal produksi sepuluh tahun lalu bisa menghasilkan dua truk pick-up setiap pagi hari. Sekarang mengalami penurunan drastis," terang Lambok Panjaitan, Kepala Desa Silosung, Kecamatan Simangumban kepada Tagar, Jumat, 14 Juni 2019.

Masyarakat Silosung melalui suara Lambok Panjaitan meminta perhatian serius pemerintah.

"Selain masalah durian kami berharap ada campur tangan pemerintah melakukan penelitian apa penyebab turunnya produksi pertanian warga seperti pisang, coklat, petai. Kemungkinan ada langkah penyesuaian varietas baru agar bisa berproduksi kembali," kata Lambok.

Menurut Lambok, Juni sampai Agustus merupakan musim panen durian di Desa Silosung. Namun kali ini sama sekali tidak berbuah. []

Berita terkait
Omzet Pedagang Daging Babi di Tarutung Menurun Drastis
Mengalami penurunan omzet penjualan pasca merebaknya wabah hog cholera.
8 Narapidana Rutan Kabanjahe Kedapatan Konsumsi Sabu
Delapan narapidana kedapatan mengonsumsi sabu saat Rutan Klas IIB Kabanjahe melakukan pemeriksaan rutin di seluruh blok tahanan.
Istri Kedua Hakim Tewas di Medan Diperiksa 15 Jam
Istri kedua hakim PN Medan yang tewas diduga akibat dibunuh diperiksa selama 15 jam lebih oleh penyidik Polda Sumatera Utara.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.