Dunia Harus Waspada Virus Flu Babi Baru dari China

Virus Flu Babi jenis baru yang muncul di China ini harus menjadi peringatan dunia, yang bisa saja berpotensi menjadi pandemi sepeti virus corona.
Ilustrasi- Hewan Babi. (Foto: Michael Strobel/Pixabay)

Jakarta - Virus Flu Babi jenis baru (swine flu) G4 EA H1N1 yang muncul di China baru-baru ini harus menjadi peringatan dunia, yang bisa saja berpotensi menjadi pandemi seperti virus corona Covid-19, yang juga berawal dari China.

Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Amerika Serikat (AS), Anthony Fauci mengatakan Amerika perlu memperhatikan jenis baru virus flu babi yang berpotensi pandemi, sementara AS belum pulih dari wabah virus corona.

Dikutip dari Fox News, Kamis, 2 Juli 2020, Fauci ketika ditanya Komite Senat AS untuk Kesehatan, Pendidikan, Perburuhan, dan Pensiun yang mendengar tentang jenis baru flu babi H1N1 yang diidentifikasi para ilmuwan dan penelitiannya diterbitkan pada Senin, 29 Juni 2020 di Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Virus itu belum terbukti menginfeksi manusia, tapi menunjukkan kemampuan reassortment dan ketika ada virus baru yang mengarah ke pandemi, itu disebabkan oleh mutasi dan reassortment atau pertukaran gen," ujar dia.

Reassortment adalah pencampuran bahan genetik suatu spesies ke dalam kombinasi baru pada individu yang berbeda. Beberapa proses yang berbeda berkontribusi untuk reassortment, termasuk bermacam-macam kromosom, crossover dan kromosom.

Para peneliti mempelajari virus influenza yang ditemukan pada babi sepanjang 2011-2018. Mereka mendapati galur 'G4' dari H1N1 yang memiliki semua ciri penting dari virus yang bisa menciptakan pandemi. Virus baru ini diidentifikasi sebagai rekombinasi varian H1N1 2009 dan jenis yang pernah ditemukan pada babi.

Fauci juga menjelaskan virus di babi yang sekarang memiliki karakteristik H1N1 2009, dari (influenza) 1918, di mana banyak orang yang memiliki sisa dari virus flu itu serta segmen dari host lain seperti babi. Ketika semua bercampur dan mengandung beberapa unsur yang mungkin membuatnya rentan untuk ditularkan ke manusia, selalu memiliki kemungkinan muncul wabah flu babi seperti pada tahun 2009.

Menurut dia, itu adalah sesuatu yang masih dalam tahap pemeriksaan. "Tapi, itu adalah sesuatu yang perlu kita awasi seperti yang kami lakukan pada tahun 2009 dengan munculnya flu babi," kata dia

Mengutip dari laman New York Times, strain baru telah umum di peternakan babi China sejak 2016 dan bereplikasi di saluran udara manusia, tapi tanpa menyebabkan penyakit. 

"Virus G4 memiliki semua ciri penting sebagai kandidat virus pandemi," kata penelitian itu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa antara April 2009 dan April 2010, ada 60,8 juta kasus, lebih dari 274.000 dirawat di rumah sakit dan 12.469 kematian di AS karena wabah H1N1 2009.[]

Berita terkait
Ancaman Flu Babi, Kementan Terapkan Strategi Ini
Temuan virus baru Flu Babi yang berpotensi menjadi pandemi baru memicu kekhawatiran, temasuk Indonesia.
Gejala Flu Babi Baru G4 yang Muncul di China
Para peneliti di China menemukan jenis flu babi baru yang berpotensi menjadi pandemi. Berikut penjelasannya.
Ketakutan Pemerintah Jokowi Soal Virus Flu Babi
PDHI menilai muncul ketakutan dari pemerintah Jokowi sehingga belum mendeklarasikan wabah flu babi Afrika.
0
Carlo Ancelotti Tinggalkan Everton Kembali ke Real Madrid
Carlo Ancelotti telah meninggalkan Everton untuk menjadi pelatih kepala di Real Madrid untuk kedua kalinya