Dukungan Terbuka Bachtiar Nasir untuk Prabowo, Seberapa Besar Pengaruhnya?

Adakah pengaruh dukungan Bachtiar Nasir terhadap pasangan nomor urut dua (02) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno?
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir (Foto: Antara)

Jakarta, (Tagar 5/4/2019) - Ustaz Bachtiar Nasir menyatakan secara terbuka dukungannya terhadap pasangan nomor urut dua (02) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Disaat yang sama, tokoh GNPF-MUI ini menyerukan ajakan terhadap umat muslim dan pimpinan umat Islam di Indonesia turut serta melabuhkan dukungan pada Prabowo-Sandi.

Namun, menurut Pengamat Politik LIPI ajakan tersebut sebenarnya hanya berlaku untuk 'umat muslim dan pimpinan umat Islam' dari kelompoknya, yakni Persaudaran Alumni 212. 

"Saya pikir ajakan tersebut mungkin hanya berlaku bagi kelompok 212," ujarnya kepada Tagar News, Kamis (4/4).

Pasalnya, jika merepresentasikan sosok pimpinan umat Islam, sosok tersebut ada di pasangan calon nomor urut satu (01) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mengingat, calon wakil presiden Ma'ruf Amin tengah mengemban dan pernah mengembaan jabatan-jabatan tertinggi organisasi Islam di Indonesia seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, dan pernah menjadi Rais A'am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Indonesia.

"Karena saat ini sebenarnya sosok MA di kubu 01 sendiri lebih menonjol keislamannya daripada kubu 02," jelas dia.

Jadi, dukungan terbuka Bachtiar Nasir, yang pernah menjadi Ketua GNPF-MUI ini kecil kemungkinan mempengaruhi pemilih muslim di Pilpres 2019. Apalagi, sosoknya, menurut Wasisto tidak memiliki loyalis untuk memobilisasi dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

"Kecil kemungkinannya, karena beliau juga tidak memiliki loyalis tetap yang siap dimobilisasi," terang dia.

Adapun pernyataan 'Saya pasang Garuda saya sebagai orang Indonesia, yang telah melakukan penistaan kekotoran, tentang tuduhan-tuduhan khilafah yang sangat tolol itu' yang terlontar dari Bachtiar Nasir bisa menjadi bola liar. Sebab, arahnya tak tentu ditujukan kemana dan untuk siapa.

"Saya lihat pernyataan tersebut bisa jadi bola liar karena itu masih ambigu siapa sasaran kritikan beliau ini," ujarnya.

Tapi, sekalipun terlontar dari Bachtiar Nasir yang lebih tepat disebut tokoh muslim konservatif, menurut Wasisto karena hanya memakai simbol dari perjuangan ideologis, tapi tidak berafiliasi dengan organisasi HTI, ISIS, JI, dan organisasi garis keras lainnya, tetap saja pernyataan tersebut tak akan berpengaruh. Baik bagi pemilih muslim dari kubu 01 maupun pemilih muslim dari kubu 02.

"Saya kira tidak (berpengaruh). Karena masing-masing kubu telah memiliki basis pemilih muslim," tandasnya. []

Berita terkait
0
Fadli Zon: Sertifikasi Dai, Pola Klasik Belanda Redam Ulama Zaman Dulu
Menurut Fadli Zon, tes wawasan kebangsaan bagi Dai harus ditolak lantaran mirip pola yang dipakai Belanda untuk membungkam para ulama zaman dulu.