UNTUK INDONESIA
Dua Pria Pakai Celurit Merampas Harta di Yogyakarta
Dua orang meminta paksa harga dengan mengacungkan celurit di Yogyakarta.
Petugas saat menunjukkan barang bukti di hadapan wartawan (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Kejahatan jalanan masih terjadi di Yogyakarta pada pandemi Covid-19 ini. Dua orang pria tidak dikenal memepet kendaraan seorang emak-emak sembari mengacung-acungkan senjata tajam jenis celurit di Jalan Raya Prambanan, Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Satu dari dua orang berhasil ditangkap, satunya masih dalam pengejaran polisi.

Senjata tajam tersebut digunakan untuk menakuti korban. Kedua pelaku berhasil menguras harta korban, mengambil dompet yang berisi uang Rp 150 ribu, satu unit Handphone merk Vivo senilai Rp 2.200.000 dan satu handphone merk Xiaomi Rp 1.250.000.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman Ajun Komisaris Polisi Deni Irwansyah mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu, 8 April 2020 malam. Selesai melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung tancap gas. Atas kejadian tersebut, korban lantas melapor ke Polres Sleman guna mengusut kedua pelaku.

Selanjutnya penyidik mengumpulkan barang bukti dan berkomunikasi dengan polsek setempat. "Kasus itu terungkap karena pakaian topi atau pun jenis motornya yang digunakan saat beraksi ada yang melihat dan ciri-cirinya identik," kata Deni Irwansyah kepada wartawan pada Jumat, 1 Mei 2020.

Petugas berhasil menangkap satu pelaku pada Selasa, 28 April 2019 oleh gabungan Opsnal Sat Reskrim Polres Sleman pada saat berada di rumah temannya di Jarakan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Pelaku berinisial DAS, 24 tahun, warga Dusun Jomblang, Tegaltirto Berbah, Sleman. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi bermula saat korban mengendarai sepeda motor pada malam hari seorang diri. Kemudian tiba di sekitar TKP, korban dipepet dan diminta menepi oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor jenis Matic.

Tanpa basa-basi, satu pelaku yang masih dalam pengejaran mengacungkan senjata tajam berupa celurit. Kemudian setelah berhenti, pelaku mengancam korban dan memaksanya menyerahkan semua isi barang yang ada di dalam tas miliknya.

Kasus itu terungkap karena pakaian topi atau pun jenis motornya yang digunakan saat beraksi ada yang melihat dan ciri-cirinya identik.

Karena tidak bisa berkutik ketakutan, korban langsung menyerahkan tas beserta isinya kepada pelaku. "Modusnya memepet korban dan mengacungkan senjata tajam. Pengakuannya senjata tajam itu hanya untuk menakut-nakuti korban," ucapnya.

Adapun motif dari perbuatan tak terpuji itu lantaran faktor ekonomi. Pelaku tidak memiliki uang karena tidak bekerja alias pengangguran.

Saat dilakukan penyelidikan mendalam, pelaku DAS yang berhasil ditangkap merupakan residivis dengan kasus yang sama pencurian. Namun demikian, pelaku bukan narapidana asimilkasi

"Pelaku DAS ini residivis, penyidik masih mendalami kasus tersebut. Apakah dia pakai jaringan lama atau jaringan baru untuk melakukan kejahatannya. Kami masih dalami kasusnya," ujarnya.

AKP Deni mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat bepergian. "Diimbau supaya menghindari kegiatan sendirian pada jam-jam rawan atau malam hari. Kalau mau berpergian jangan sendiri minta ditemani. Walaupun musim Covid-19 tapi aktivitas masyarakat di Yogyakarta saat ini terpantau sangat ramai. Jadi tetap hati hati," ungkapnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Suami Sabet Celurit Pria Bertato di Yogyakarta
Seorang suami menyabet pria dengan celurit karena tersinggung ikut mencampuri cekcok dengan istri di Yogyakarta.
Napi Asimilasi di Bantul Kembali Ditangkap
Napi asimilasi di Bantul kembali ditangkap polisi setelah terpergok akan mencuri.
Napi Asimilasi Kembali Beraksi di Yogyakarta
Napi asimilasi Lapas Wirogunan Yogyakarta beraksi, mencuri motor. Napi ini sebelumnya terlibat kasus pencurian dan penjambretan di Kota Yogyakarta.
0
Dua Pria Pakai Celurit Merampas Harta di Yogyakarta
Dua orang meminta paksa harga dengan mengacungkan celurit di Yogyakarta.