UNTUK INDONESIA
Dosmar Tidak Khawatir dengan Gerakan Kotak Kosong Humbahas
Dosmar Banjarnahor, calon bupati tunggal dalam Pilkada Humbahas menegaskan tidak khawatir dengan gerakan memilih kotak kosong.
Dosmar Banjarnahor. (Foto: Facebook)

Humbahas - Dosmar Banjarnahor yang kini menjadi calon bupati tunggal dalam Pilkada Humbang Hasundutan Tahun 2020 menegaskan dirinya tidak merasa khawatir dengan adanya gerakan memilih kotak kosong yang digaungkan sejumlah tokoh perantau.

Dimintai pendapatnya lewat pesan WhatsApp pada Kamis, 1 Oktober 2020 malam, pria yang juga Ketua DPC PDIP Humbahas itu menyebut tidak ada alasan khawatir karena pihaknya menjalankan program untuk memenangkan pilkada.

"Tidak khawatir karena kami menjalankan program dalam pemenangan pilkada," katanya.

Menurut dia, pihaknya selaku pasangan calon dalam Pilkada 2020 hanya menjalankan amanah undang-undang. Dia menyebut, saat ini ada 25 pasangan calon tunggal dalam Pilkada Serentak 2020 di Tanah Air.

"Kalau itu (paslon tunggal) mencederai (demokrasi) menurut mereka, ada baiknya judical review ke Mahkamah Konstitusi," ungkap Bupati periode 2015-2020 itu.

Dalam Pilkada 2020, Dosmar berpasangan dengan Oloan P Nababan. Sebanyak enam partai politik mengusung pasangan calon ini, yakni PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, Demokrat dan Gerindra.

Diketahui sebelumnya, sejumlah tokoh perantau Humbahas melalui Forum Peduli Demokrasi Humbang Hasundutan atau FPDHH menggaungkan memilih kotak kosong dalam Pilkada 9 Desember 2020.

Para tokoh pendiri forum tersebut datang dari Medan dan Jakarta guna memberikan semangat untuk mensosialisasikan kolom kosong. Ada Barita Purba, Yanto Sihotang, Janwar Lumban Gaol, Hendry Lumban Gaol, Hotasi Simamora, Herbinto Manullang, Sadar Sinaga, Exsaudi Simanullang, Manahan Sihotang dan Aduhot Simamora.

Saya sempat jadi calon wakil bupati petahana. Tapi karena ada niat untuk merusak demokrasi, mundur lebih terhormat

Para tokoh ini tiba dan disambut puluhan masyarakat di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Yanto Sihotang selaku Ketua Dewan Pembina FPDHH mengatakan, phaknya turun dari perantauan akan bekerja maksimal memenangkan kolom kosong di Pilkada Humbahas 9 Desember mendatang.

Yanto mengatakan FPDHH akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa memilih kolom kosong adalah hak demokrasi dan dilindungi undang-undang.

"Kedatangan kami akan bertahap. Kami akan bekerja masuk ke tiap-tiap rumah. Kami terangkan apa itu kotak kosong. Kami juga akan sampaikan kalau calon tunggal itu mencederai demokrasi," kata Yanto.

Yanto menyebut, sebenarnya dia mundur dari rencana berpasangan dengan Dosmar tak lain karena alasan prinsip dan komitmen hidup. Karena bagi dia, jika berpasangan dengan bupati petahana, dia bakal turut mencederai demokrasi di Humbahas.

"Saya sempat jadi calon wakil bupati petahana. Tapi karena ada niat untuk merusak demokrasi, mundur lebih terhormat. Karena saya tidak mau merusak demokrasi di Humbang Hasundutan. Karena itulah kami ikut mendeklarasikan Forum Peduli Demokrasi ini," ungkapnya.

Yanto mengatakan perjuangan untuk memenangkan kotak kosong saat ini sudah sangat masif. Euforia dan respons masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Demokrasi Humbang Hasundutan juga sangat tinggi untuk memenangkan kolom kosong.[]

Berita terkait
Aksi Koko Humbahas, Yanto: Calon Tunggal Cederai Demokrasi
Dukungan untuk memilih kolom kosong di Pilkada Humbang Hasundutan digaungkan sejumlah perantau melalui sebuah forum.
Humbahas Paslon Tunggal, Eks Petinju Rilis Lagu Kolom Kosong
KPU Humbahas, Sumut, tetapkan pasangan calon tunggal Dosmar Banjarnahor dan Oloan Paniaran Nababan melawan kolom kosong di Pilkada.
Gerakan Politik Memenangkan Kolom Kosong di Humbahas
Pilkada 2020 di Kabupaten Humbahas, Sumut, sudah dipastikan hanya akan diikuti satu pasangan calon. Gerakan memenangkan kotak kosong menggelinding.
0
Kronologi Kebakaran Tewaskan Nenek di Padang Sumbar
Polsek Lubuk Begalung, Padang belum mengetahui penyebab kebakaran yang menewaskan seorang nenek 90 tahun.