UNTUK INDONESIA
Dinas Citata Angkat Bicara Soal Revitalisasi Monas
Dinas Citata DKI Jakarta turut mengomentari perihal ramainya pemberitaan mengenai revitalisasi Monas yang sedang ditata kembali.
Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra/foc)

Jakarta - Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta mengatakan revitalisasi Monumen Nasional (Monas) untuk mengembalikan fungsinya sesuai rancangan yang dirumuskan.

Kami harap ada tiga tahapan yang bisa selesai, semuanya kami harap selesai dalam tiga tahun.

"Kita lihat, kami akan tata kembali supaya kawasan yang sebelumnya mungkin belum tertata dan rapih, akan kami rapihkan, akan kembalikan ke fungsinya, karena ini Taman Medan Merdeka," kata Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta Heru Hermawanto di Jakarta, Sabtu, 25 Januari 2020, seperti diberitakan Antara.

Sebelumnya, revitalisasi sisi Selatan Monas sempat ramai diperbincangkan masyarakat, karena melakukan penebangan sekitar 190 pohon. Heru mengatakan dalam rancangan revitalisasi Monas, pohon-pohon tersebut memang tidak seharusnya berada di situ.

"Kemarin kalau ada pohon, itu posisinya di sini (sisi Selatan sebelah kanan dan kiri) jadi kami nggak bakal menebang di posisi yang memang tidak seharusnya. Jadi kami wujudkan rencana nya, supaya tertata semua, dengan harapan semua interaksi Jakarta ini bisa ada di Monas," ujarnya.

Saat ini, kata Heru, Monas belum pernah diresmikan oleh presiden Indonesia, karena dari peletakan batu pertama hingga saat ini belum selesai dibangun.

"Kami harap ada tiga tahapan yang bisa selesai, semuanya kami harap selesai dalam tiga tahun," ucap dia.

Sebelumnya, revitalisasi ini menimbulkan perhatian publik pasalnya ada sekitar 190 pohon di Monas sisi Selatan yang disebut dipindahkan, namun bekas pemindahan berupa lubang-lubang di tanah tidak terlihat. Dikabarkan pohon-pohon itu dipindahkan sebagian ke sisi Timur dan sebagian ke sisi Barat.

Nilai proyek revitalisasi Monas mencapai Rp 71,3 miliar. Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI, Blessmiyanda, mengatakan dari 105 perusahaan yang berminat mengerjakan proyek, hanya ada dua perusahaan yang mengajukan dokumen penawaran. Dua perusahaan itu adalah Bahana Prima (Rp 64,41 miliar) dan PT Bagas Jaya (Rp 66,3 miliar).

Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan meski kawasan selatan direvitalisasi saat ini, fungsi parkir dan ekonomi (Lenggang Jakarta) akan tetap ada.

"Fungsi parkir dan fungsi kaki lima kita tetap kita pertahankan. Kan nanti bisa pohon-pohonnya itu bisa didesain bertambah. Kan tempat parkir itu tidak harus gurun, tidak harus conblock, tidak harus bebatuan, nanti di sisi-sisi tertentu kita tanami pohon2 penghijauan tapi fungsi parkirnya masih ada," kata Saefullah, pada Jumat 24 Januari 2020. []

Berita terkait
DKI Ingin Revitalisasi Monas Mirip Menara Eiffel
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin hasil revitalisasi Monas mirip Menara Eiffel di Paris, Prancis.
Respons Moeldoko Soal Revitalisasi Monas Tak Berizin
Respons KSP Moeldoko soal permasalahan revitalisasi Monas yang belum mendapatkan izin .
Kemensetneg: Pemprov DKI Tak Izin Revitalisasi Monas
Revitalisasi Monas oleh Pemprov DKI dinilai bermasalah karena tidak mengantongi izin. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Utama Kemensetneg.
0
Jokowi Bagikan 41 SK Pengelolaan Lahan Hutan di Riau
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 41 Surat Keputusan (SK) pengelolaan Perhutanan Sosial bagi 20.890 kepala keluarga di Provinsi Riau.