UNTUK INDONESIA
Dikepung Pantai, Sirine Tsunami di Bali Malah Rusak
1 sirine tsunami di Tanjung Benoa, Bali rusak. Lima alat lainnya juga berpotensi sama.
BPBD Bali menggelar pertemuan dengan instansi terkait di Denpasar Rabu, 29 Januari 2020 menyusul sirine tsunami yang rusak. (Foto: Istimewa)

Bali - Bali perlu meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam, khususnya tsunami. Sebab sirine tsunami, salah satu alat peringatan dini, yang terpasang di pulau yang dikepung pantai ini rusak.

Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Nyoman Petrus Surianta mengungkapkan, alat yang rusak adalah sirine tsunami di Tanjung Benoa. Ditemukan kerusakan di komponen controller pada e-box sehingga sirine tidak dapat menghasilkan suara.

"Usia alat yang sudah cukup lama, kondisi dekat pantai yang menimbulkan efek korosi adalah beberapa penyebab komponen cepat rusak," ujarnya di pertemuan dengan instansi terkait di Denpasar, Rabu, 29 Januari 2020.  

Nyoman Petrus menjelaskan, sejak tahun 2008, Bali telah memiliki sembilan unit sirine Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS) sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami. Sirine dibangun oleh BMKG dan dihibahkan ke Pemerintah Provinsi Bali.

Usia alat yang sudah cukup lama, kondisi dekat pantai yang menimbulkan efek korosi adalah beberapa penyebab komponen cepat rusak.

Unit sirine tersebut berlokasi di pesisir pantai, yakni di Kedonganan, Kuta, Sanur, Serangan, Seminyak, Tanah Lot, Seririt, ITDC dan Tanjung Benoa. Dari sembilan unit tersebut, selain Tanjung Benoa, ada potensi kerusakan sama di sirine tsunami titik lain. Yaitu di Seminyak, Kuta, Kedonganan, Sanur dan ITDC. 

Setiap tanggal 26 dilaksanakan pengecekan bersama BMKG sebagai bentuk kesiapan alat. Di sisi lain, cuaca belakangan tak menentu dan Pulau Bali dikelilingi oleh pantai sehingga rentan terjadinya bencana tsunami.

Menyikapi hal ini, BPBD Bali mengambil sejumlah langkah antisipasi. Mulai dari pemeliharaan alat sirine tsunami, menurunkan komponen yang rusak di sirine Tanjung Benoa hingga mengajukan sirine baru melalui APBD Provinsi Bali.

Ditambahkan, kesiapan alat ini sangat dibutuhkan mengingat keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Terlebih sirine tsunami mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan di daerah wisata.

Sebelumnya, Pemerintah Bali mengusulkan penambahan 10 sirine Ina TEWS ke pemerintah pusat. Rencananya, lima sirine dipasang di bagian barat, yaitu Pantai Candi Kusuma, Pantai Yeh Embang, Pantai Surabrata, Pantai Yeh Gangga, Pantai peti Tenget. Lima sirine lain di bagian timur, yaitu Pantai Lebih, Pantai Kusamba, Pelabuhan Padang Bai, Pantai Candi Dasa dan Pantai Jasi. []

Baca juga:

Berita terkait
Alat Deteksi Bencana di Jepara Tak Fungsi Maksimal
Peralatan deteksi bencana di Desa Tempur, Keling, Jepara, Jawa Tengah berfungsi kurang maksimal. Padahal sekarang sudah masuk musim hujan.
BMKG Pasang Alat Canggih Pendeteksi Bencana di DIY
BMKG akan memasang peralatan deteksi tambahan untuk meningkatkan kesiapan DIY menghadapi berbagai potensi bencana
BPBD Sleman Cek Kantong Lahar dan EWS Merapi
Volume kubah lava Merapi 396.000 meter kubik dan hujan intensitas tinggi masih terjadi. BPBD Sleman mengecek kantong lahar dan EWS Merapi.
0
Pandemi Covid-19 Penjualan Mainan Seks Laris Manis
Pandemi Covid-19 merontokkan perekonomian global membuat toko tutup, tapi sektor mainan seks justru sebaliknya karena penjualannya justru naik