UNTUK INDONESIA
Deretan Kasus Pembuangan Bayi di Yogyakarta
Catatan Tagar selama 6 bulan ada 8 kasus pembuangan bayi di Yogyakarta. Lima bayi ditemukan hidup, tiga sudah meninggal. Berikut rinciannya.
Bayi laki-laki dibuang di Godean, Sleman ditemukan warga. (Foto: Istimewa/Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta - Kasus pembuangan bayi marak terjadi di Daerah Istinewa Yogyakarta. Berdasarkan catatan Tagar dalam enam bulan terakhir sepanjang 2020, setidaknya terjadi delapan kasus pembuangan bayi

Dari jumlah tersebut lima di antaranya dalam kondisi sehat dan masih hidup. Sementara tiga lainnya meninggal dunia. Berikut rinciannya:

PertamaPada Senin 20, Januari 2020 sekitar pukul 07.00 WIB, Warga Tegalsari, Umbulmartani, Sleman, penemuan bayi mungil berjenis kelamin perempuan. Bayi yang diduga berusia sekitar tiga hari itu diletakkan di dalam kotak mie instan dan ditaruh di tepi Jalan Raya Tegalsari Raya, Umbulmartani, Sleman dekat dengan jurang.

Bayi malang tersebut saat ditemukan memakai selimut warna merah, putih dan hitam. Sampai saat ini polisi belum menemukan orang yang membuang bayi tak bedosa itu.

Kedua, Jumat, 31 Januari 2020, kasus pembuangan bayi terjadi di bawah Jembatan Selokan Mataram, Kabupaten Sleman. Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki usia sekitar 3 sampai 5 bulan dengan panjang 12,5 centimeter dan sudah meninggal dunia.

Terduga pelaku membungkus bayi menggunakan plastik kresek hitam. Ditemukan oleh pemancing yang melihat benda mencurigakan tersebut. Kasus langsung ditangani polsek Depok Barat, Sleman.

bayi cantik slemanBayi cantik yang dibuang di Sleman, banyak peminat yang ingin mengadopsinya. Polisi mendapat petunjuk pembuang bayi melalui kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Ketigaseorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial EP, 24 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah nekat menjual bayi laki-laki yang baru berusia dua bulan. Bayi tersebut hasil hubungan gelap dengan sang pacar.

Karena berat menerima kehadiran buah hatinya tanpa seorang suami, EP menjual bayi kepada seseorang yang ada di Yogyakarta untuk dicarikan adopter. Peristiwa terjadi pada Selesa, 12 Mei 2020.

Namun sayang, ada penyalahgunaan cara adopsi sehingga melanggar pidanan perlindungan anak. Saat ini EP meringkuk di balik jeruji besi Polresta Yogyakarta.

Berdasarkan catatan Tagar dalam enam bulan terakhir sepanjang 2020, setidaknya terjadi delapan kasus pembuangan bayi.

Keempat, pembuangan bayi juga terjadi di Kabupaten Bantul. Warga sekitar dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul geger dengan penemuan bayi kembar perempuan di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan pada Minggu, 17 Mei 2020. Kedua bayi itu sudah meninggal dunia.

Bayi kembar dilahirkan kurang dari enam jam Penemuan bayi sekitar pukul 10.00 WIB. Pasalnya saat ditemukan kondisi jasad bayi belum membeku.

Kelimawarga Dusun Dewan Maguwoharjo, Kecamatan Depok Sleman dibuat geger penemuan mayat bayi perempuan tepatnya di bawah jembatan Kali Tambakboyo pada Minggu, 31 Mei 2020 sekitar pukul 14.30 WIB. Polisi langsung turun tangan mengusut temuan tersebut.

Mayat bayi pertama kali ditemukan oleh pemancing bernama Dwi Prayitno, 47 tahun warga Baciro, kota Yogyakarta. Mayat bayi terapung di air. Polsek Depok Timur menduga bayi perempuan tersebut dibuang karena hubungan gelap.

Baca Juga:

Keenampenemuan bayi mungil yang diperkirakan baru berusia di Dusun Gunungharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Bayi yang berusia tiga hari ini berjenis kelamin perempuan itu tergeletak dalam kondisi masih hidup.

Bayi perempuan cantik itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang yang sedang berolah raga di sekitar lokasi kejadian pada Minggu, 14 Juni 2020 sekitar pukul 06.15 WIB. Polisi berhasil meringkus kedua tua bayi. Mereka adalah mahasiswa kedokteran di salah satu Universitas swasta di Semarang, Jawa Tengah.

Penemuan Bayi SlemanBayi cantik ditemukan tergeletak di Dusun Gunungharjo, Prambanan, Sleman. (Foto: Polsek Prambanan/Tagar/Evi Nur Afiah).

Ketujuh, Bayi lucu berjenis kelamin laki-laki menangis tak henti-henti. Dia ditinggalkan oleh ibu yang melahirkan. Si ibu pergi meninggalkan rumah bidan Mitra Unala, yang berada di wilayah Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di rumah bidan itu, si bayi dilahirkan. Ibu bayi diduga kabur bersama seorang pria. Peristiwa terjadi pada , Senin, 6 Juli 2020 sekitar pukul 20.00 WIB. Polsek Depok Barat sudah mengantongi terduga pelaku penelantaran bayi. Namun keduanya masih dalam pengejaran.

Kedelapanpembungan bayi di Dusun Berjo Kulon, Sidoluhur Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu, 29 Juli 2020 pagi. Warga menemukan bayi laki-laki dalam kondisi hidup.

Bayi malang itu memiliki hidung mancung dan berkulit putih bersih. Saat ditemukan, bayi laki-laki menggunakan penutup kepala serta dibedong (kain pembarut) warna biru. Dalam kurun waktu 1 kali 24 jam, polisi berhasil menangkap kedua terduga pelaku pembuangan bayi. Saat ini kasus masih dalam proses penyidikan.

Penemuan bayi di Godean, Sleman ini menambah daftar panjang kasus pembuangan bayi di Yogyakarta pada 2020 ini. Delapan kasus tersebut hanya yang tercatat oleh Tagar, mungkin masih ada yang belum terekspose di luar sana.

Semoga ini menjadi kasus pembuangan bayi yang terakhir. Toh, anak adalah amanat atau titipan dari Sang Pencipta. []

Berita terkait
Pembuang Bayi Mancung di Sleman Mahasiswa Kedokteran
Teka-teki pelaku pembuangan bayi di Godean, Sleman, akhirnya terkuak. Pelaku adalah sepasang kekasih, salah satunya mahasiswa kedokteran.
Setiyo Ingin Adopsi Bayi Hidung Mancung di Sleman
Setiyo Sudarminta, warga Sleman ingin mengadopsi bayi yang ditemukannya di teras rumah. Orang tua si bayi telah menitipkan pada dirinya.
Isi Pesan Pembuang Bayi Hidung Mancung di Sleman
Pembuang bayi di Sleman menulis pesan di kardus tempat si bayi diletakkan. Berikut isi pesan tersebut.
0
Deretan Kasus Pembuangan Bayi di Yogyakarta
Catatan Tagar selama 6 bulan ada 8 kasus pembuangan bayi di Yogyakarta. Lima bayi ditemukan hidup, tiga sudah meninggal. Berikut rinciannya.