UNTUK INDONESIA
Denny Siregar: Tempo Sekarang Jadi Tempe
Kekecewaan Denny Siregar dan pihak lain termasuk pihak pelapor Tempo ke Dewan Pers, juga penjelasan Tempo yang tidak bermaksud menghina Presiden.
Pemerhati politik Denny Siregar. (Foto: Facebook/Denny Siregar)

Jakarta - Pegiat media sosial Denny Siregar termasuk yang kecewa dengan sampul Majalah Tempo yang menampilkan karikatur Presiden Jokowi berhidung panjang seperti karakter fiksi pinokio simbol kebohongan.

"Saya mungkin tidak bisa berbuat apa-apa saat Tempo dengan gagahnya atas nama kebebasan pers, menghina Presiden RI lewat cover majalahnya," tulis Denny di laman Facebook, Senin, 16 September 2019.

"Tapi setidaknya saya ingin kasih perlawanan dengan memberi rate bintang 1 untuk aplikasi Tempo. Inilah protes keras saya sebagai mantan pembaca setia Tempo yang sekarang sudah menjadi Tempe," lanjut Denny.

Senada Denny Siregar, dalam kesempatan terpisah seperti diberitakan Antara, DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) juga menyesalkan sampul Majalah Tempo edisi 16-22 September 2019 menampilkan wajah Jokowi dengan bayangan hidung panjang seperti Pinokio disertai judul "Janji Tinggal Janji".

Bendahara Umum DPP KNPI, Twedy Ginting, di Jakarta, menilai sampul majalah tersebut seolah-olah memberikan pesan bahwa Presiden Jokowi tidak konsisten dalam agenda pemberantasan korupsi pascaPresiden Jokowi menyetujui revisi terbatas UU KPK.

"Cover majalah tersebut tidak mencerminkan sikap dan keputusan Presiden Jokowi yang tetap konsisten dalam agenda pemberantasan korupsi," kata Twedy.

Padahal, kata Twedy, Presiden Jokowi menegaskan KPK harus diperkuat sebagai institusi yang memegang peran sentral pemberantasan korupsi, sehingga harus didukung dengan kewenangan dan kekuatan yang memadai.

Sehingga menjadi tidak relevan cover Majalah tempo edisi tersebut.

Denny SiregarDenny Siregar melancarkan kekecewaan kepada Tempo dengan memberikan bintang satu untuk aplikasi Tempo. Denny kecewa sampul Tempo menampilkan Jokowi dengan gambaran pinokio simbo kebohongan. (Foto: Facebook/Denny Siregar)

"Presiden Jokowi tidak setuju upaya-upaya pelemahan KPK, seperti izin pihak eksternal dalam melakukan penyadapan tapi cukup izin dewan pengawas untuk menjaga kerahasiaan. Penyelidik dan penyidik KPK tidak hanya dari unsur kepolisian dan kejaksaan tapi juga dari ASN," ucap Twedy.

Ia juga mengingatkan Presiden Jokowi tidak setuju bila KPK harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam hal penuntutan.

"Presiden Jokowi tidak setuju LHKPN melibatkan lembaga atau kementerian lain. Cukup diurus KPK," tutur Twedy.

Untuk menjaga marwah dan wibawa KPK sebagai penegak hukum yang menjamin prinsip-prinsip HAM dan kepastian hukum, lanjut Twedy, Presiden Jokowi menyetujui KPK memiliki kewenangan SP3 yang dapat digunakan atau tidak oleh KPK.

Kewenangan mengeluarkan SP3 bisa digunakan KPK terhadap tersangka yang sedang menjalani proses hukum maksimal dua tahun.

"Dari keputusan tersebut jelas Presiden Jokowi tetap konsisten dalam agenda pemberantasan korupsi dan menjaga KPK tetap dalam koridor penegakan hukum. Tidak ada celah untuk dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan tertentu. Bahkan hasil dari jajak pendapat Litbang Kompas tanggal 11-12 September 2019 mayoritas responden menyetujui langkah yang diambil Presiden Jokowi," tutur Twedy Ginting.

"Sehingga menjadi tidak relevan cover Majalah tempo edisi tersebut," lanjut Twedy.

Cover majalah TempoCover majalah Tempo edisi 16-22 September 2019. (Foto: Istimewa)

Tempo Dituntut Meminta Maaf

Sebelumnya pada hari yang sama, kelompok pendukung Presiden Jokowi, Jokowi Mania (JoMan) melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers.

Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mengatakan JoMan melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers karena sampul Majalah Tempo dinilai menghina Presiden Jokowi dengan penggambaran seperti tokoh fiksi Pinokio.

"Kedatangan kami ingin melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers. Kenapa kami laporkan ke Dewan Pers? Karena kami memahami persoalan-persoalan jurnalistik harus diatasi oleh Dewan Pers," kata Immanuel.

Immanuel menilai Majalah Tempo membuat narasi yang menggambarkan Jokowi seolah tidak pro-pemberantasan korupsi. Sampul Majalah Tempo memuat gambar Jokowi dengan bayangan sosok seseorang berhidung panjang seperti Pinokio.

"Gambar Pinokio itu penghinaan terhadap simbol negara," ujarnya.

Ia menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, meminta Tempo meminta maaf dan menarik Majalah Tempo yang diterbitkan hari ini. Kedua, meminta klarifikasi Tempo. Ketiga, kebebasan pers tetap kuat.

Tanggapan Dewan Pers

Anggota Dewan Hassanein Rais mengatakan pihaknya akan memanggil kedua belah pihak, pelapor dan terlapor pada Senin pekan depan, 23 September 2019.

"Kami telah menerima aduan dari tim JoMan terkait cover Majalah Tempo yang background-nya siluet adalah Pinokio, nanti kami bahas internal. Insyaallah minggu depan kami akan lakukan mediasi, hasil bagaimana, situasi tergantung nanti dari Tempo-nya gimana," kata Hassanein Rais.

Majalah Tempo: Kami Tidak Menghina

Majalah Tempo menjelaskan produk jurnalistiknya itu tidak pernah bermaksud menghina kepala negara.

Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Setri Yasra kepada wartawan, Senin, 16 September 2019, mengatakan sampul depan Majalah Tempo itu menggambarkan persoalan terkini terkait isu pelemahan KPK. Dalam majalah itu, Tempo juga mengulas wawancara dengan Presiden Jokowi.

"Redaksi Tempo mengapresiasi perhatian publik kepada majalah berita mingguan ini edisi terbaru berjudul 'Janji Tinggal Janji'. Sesuai UU Nomor 40/1999, Majalah Tempo memberikan perhatian terhadap dinamika masyarakat perihal Revisi UU KPK," kata Setri Yasra.

"Sampul Majalah Tempo merupakan metafora atas dinamika tadi, yakni tudingan sejumlah pegiat antikorupsi bahwa Presiden ingkar janji dalam penguatan KPK. Tempo telah memuat penjelasan Presiden dalam bentuk wawancara," lanjutnya. []

Baca juga:

Berita terkait
AJI Jakarta: Aksi FPI di Kantor Tempo Bentuk Intimidasi, Ancam Kebebasan Pers
“Aksi massa FPI di depan kantor media massa merupakan bentuk intimidasi, tekanan, dan mengancam kebebasan pers."
Pro Kontra Polemik Cover Majalah Tempo Bergambar Jokowi
Cover majalah Tempo yang memperlihatkan Jokowi dengan bayangan hidung panjang seperti karakter Pinokio yang sedang berbohong menuai polemik.
DPP KNPI: Cover Tempo Tidak Mencerminkan Sikap Jokowi
Cover majalah Tempo dinilai tidak mencerminkan sikap Jokowi terkait agenda pemberantasan korupsi di masa depan.
0
Relawan Sebut Menteri Jokowi Belum Cerminkan Nawacita
Bagi kelompok relawan nama-nama menteri yang sudah dipanggil belum memenuhi kriteria khususnya visi Nawacita.