Denny Siregar: Siapa Pun Punya Rekam Jejak HTI Tak Boleh Ikut Pemilu

Undang-Undang Pemilu sedang direvisi. Nantinya siapa pun punya rekam jejak terlibat HTI tidak punya hak untuk mengikuti Pemilu. Denny Siregar.
Ilustrasi - Tempat pemungutan suara dalam pelaksanaan Pemilu atau pemilihan umum. (Foto: Tagar/Risma Dewi Indriani)

Ada kabar yang menggembirakan buat saya. Sekarang sedang disiapkan revisi Undang-Undang Pemilu yang akan menetapkan bahwa anggota atau mereka yang pernah terlibat aktif di organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, dilarang ikut Pemilu. Jadi, mereka yang pernah terlibat HTI kehilangan hak sama sekali untuk menjadi pejabat daerah, apalagi menjadi presiden.

Hizbut Tahrir Indonesia atau sering kita singkat dengan HTI, posisinya sekarang sama dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI. Mereka tidak diberikan ruang untuk berkembang di sini. Dianggap organisasi terlarang dan pengikutnya dicabut hak-haknya untuk masuk ke dalam pemerintahan.

Ada pertanyaan dari seorang teman, seberapa bahayanya sih HTI? Apa tidak lebih bahaya dari FPI? Saya ingin menjelaskan sedikit tentang Hizbut Tahrir.

Hizbut Tahrir didirikan tahun 1953 di Palestina. Imamnya bernama al-Nabhani, yang pernah aktif sebagai anggota Ikhwanul Muslimin di Yordania. Pemikiran-pemikiran ideologis Hizbut Tahrir kemudian berkembang luas di banyak negara sampai akhirnya masuk Indonesia pada tahun 1980-an.

Hizbut Tahrir tidak mengenal konsep pemerintahan dalam bentuk negara. Mereka menganut sistem pemerintahan Khilafah Islamiyah, atau pemerintahan satu negara di seluruh dunia di bawah panji agama. Karena itu mereka ingin memporak-porandakan sistem pemerintahan yang ada sekarang ini.

Bagaimana caranya? Ini yang berbahaya. Hizbut Tahrir selalu berbicara tentang perwujudan kekhilafahan tanpa kekerasan, tapi jejak mereka di seluruh dunia menunjukkan Hizbut Tahrir menyusup ke mana-mana. Mulai dari dunia pendidikan, pemerintahan, sampai militer.

Di dunia pendidikan, Hizbut Tahrir melakukan perekrutan-perekrutan kader dari kalangan mahasiswa dan menjadikan banyak kader mereka sebagai pemimpin-pemimpin di universitas.

Dan dari dunia pendidikan itu, mereka mengirim kader-kadernya ke pemerintahan dan membangun sel-sel mereka di sana. Lewat pendidikan dan pemerintahan itulah mereka kemudian menyusup ke militer. Dan di sinilah yang mengerikan. Hizbut Tahrir tahu, dengan menguasai militer, mereka menguasai senjata. Dengan memegang akses senjata, mereka bisa melakukan kudeta.

Apakah kader Hizbut Tahrir yang akan melakukan eksekusi kudeta? Oh, bukan. Hizbut Tahrir dalam penyusupannya ke militer akan merayu petinggi-petinggi militer supaya mau memberontak kepada pemerintahan yang sah. Dan janji Hizbut Tahrir kepada petinggi militer itu adalah menjadikan dia sebagai pemimpin tertinggi.

Itulah kenapa Hizbut Tahrir dilarang di 20 negara. 20 negara, saudara-saudara. Berarti kejahatan yang dilakukan Hizbut Tahrir ini bukan main-main dan bisa merusak sistem sebuah negara.

Halus kan mainannya? Bedalah sama FPI yang brutal dan barbar. Hizbut Tahrir dipenuhi orang-orang yang pintar, berpendidikan, berpengaruh yang sangat ideologis. Kalau FPI penuh dengan masyarakat kelas bawah yang tidak punya penghasilan dan berharap ada demo sebagai pekerjaan. Orang-orang Hizbut Tahrir itu banyak yang guru besar di universitas yang bergelar profesor dan doktor, pejabat di pemerintahan, bahkan petinggi militer yang berpangkat jenderal.

Beda kelas Hizbut Tahrir dan FPI. Yang satu kelas internasional, satunya lagi kelas lokal, mana KW 3 lagi. Dan jejak percobaan kudeta Hizbut Tahrir di banyak negara tidak berbohong.

Di Turki, anggota Hizbut Tahrir ditangkapi karena mereka mengajak militer Turki untuk melakukan kudeta dan membentuk khilafah. Di Irak dan Suriah tahun 1962 dan 1963, Hizbut Tahrir menyusup ke dalam militer dan ketahuan sedang mempersiapkan kudeta di sana. Tahun 1967, Hizbut Tahrir tertangkap basah menyusup ke militer ketika perang Arab melawan Israel.

Sesudah itu berturut-turut, penyusupan Hizbut Tahrir di dalam militer ketahuan di negara Irak, Yordania, dan Mesir. Di Mesir kader Hizbut Tahrir mengorganisir 100 orang untuk kudeta, dan berakhir dengan tewasnya Presiden Mesir Anwar Sadat ditembak waktu menyaksikan parade militer.

Di Pakistan, Hizbut Tahrir dihajar habis-habisan, sesudah ketahuan para prajurit militer yang sudah terpengaruh oleh mereka, berencana melakukan kudeta di sana.

Ngeri, kan? Hizbut Tahrir adalah organisasi internasional dengan dana yang sangat besar untuk melakukan proses menjadikan negara-negara sebagai bagian dalam konsep satu negara agama khilafah mereka. Dan jalan ninja Hizbut Tahrir adalah dengan kudeta militer, yang pasti akan membawa negara dalam kerusuhan dan memakan korban jiwa masyarakat sipil yang tidak berdosa.

Itulah kenapa Hizbut Tahrir dilarang di 20 negara. 20 negara, saudara-saudara. Berarti kejahatan yang dilakukan Hizbut Tahrir ini bukan main-main dan bisa merusak sistem sebuah negara.

Hizbut Tahrir Indonesia atau sering kita singkat dengan HTI, posisinya sekarang sama dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Oke, bagaimana dengan Indonesia? Di bawah panji Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, mereka bergerak pada tahun 1980 dengan masuk ke dunia kampus. Kampus pertama yang mereka masuki adalah IPB di Bogor. Dengan menumpang program Presiden Soeharto di bidang pertanian waktu itu, HTI menyebarkan ideologinya ke banyak kampus negeri dan ternama, dan menerbitkan banyak profesor, guru-guru besar yang menguasai kampus-kampus itu.

Dengan menguasai kampus, HTI kemudian menguasai kaderisasi di tubuh mahasiswa dan pelajar. Dalam artian, pelajar dan mahasiswa yang pintar mereka rekrut dan mereka kaderisasi dengan fasilitas yang mereka ciptakan di kampus itu. Dikasih uang, dikasih istri, dikasih peluang, dijanjikan jabatan.

Pada intinya, masa depan kader mahasiswa itu dijamin oleh HTI. Itulah kenapa kader-kader HTI itu sangat militan. Cara pengkaderisasian mereka adalah lewat majelis-majelis keagamaan di masjid-masjid kampus, atau mereka namakan halaqah.

Di sanalah mahasiswa dicuci otak mereka sampai kemudian mereka dipilah-pilah, ada yang diproyeksikan jadi pejabat dan ada yang diarahkan untuk menjadi radikal, gabung dengan ormas-ormas brutal seperti FPI.

Dan pada tahun 2013, HTI menguasai Televisi Republik Indonesia dengan membuat siaran langsung di Gelora Senayan sekaligus menyebarkan pahamnya ke seluruh Indonesia. Apakah HTI sudah masuk ke militer Indonesia? Dugaan saya sudah. Karena itu pada tahun 2017, melihat bahayanya HTI di negeri ini, pemerintah lewat Menkopolhukam waktu itu Bapak Wiranto, membubarkan HTI.

Dengan pembubaran HTI, pemerintah punya legitimasi untuk melarang kegiatan-kegiatan HTI di seluruh Indonesia.

Kalian harus mengenal siapa-siapa saja kader HTI yang sekarang masih bebas membangun ideologi-ideologi mereka di masyarakat, seperti Ismail Yusanto, Bachtiar Nasir, juga Felix Siauw.

Karena dilarang itu, HTI kemudian mencari cara untuk menyebarkan ideologinya bukan lagi dari kampus, tapi lewat artis-artis hijrah sampai film kartun anak-anak. Ini yang banyak tidak disasari oleh orang awam, bahwa HTI bergerak dan menyusup ke dalam sistem bahkan sarana hiburan, untuk pelan-pelan membisikkan kepada banyak orang bahwa sistem negara kita ini salah dan khilafah adalah solusinya.

Cara HTI yang seharusnya kita kenal adalah dengan membangun eksklusifitas atau kebanggaan beragama yang berlebihan kepada seseorang, sehingga akhirnya kita menjadi terkotak-kotak dan pada satu waktu kita akan dibenturkan. Dan ketika negara kita hancur karena politik identitas dan perang saudara atas nama agama, HTI akan cuci tangan dan muncul sebagai pahlawan dengan menawarkan sistem negara agama dalam bentuk khilafah sebagai solusi bersama. 

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Berita terkait
Ini Alasan Mantan Anggota HTI Dilarang Ikut Pemilu
Para mantan anggota HTI dilarang ikut dalam kontestasi Pemilu karena tidak sejalan dengan konsensus dasar negara.
Sejarah Organisasi Terlarang di Indonesia: PKI, JI, HTI, FPI
Pemerintah Indonesia resmi menetapkan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi terlarang. FPI bukan satu-satunya yang terlarang di negeri ini.
Pernah Dekat HTI? Ini Kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjawab santai celotehan Arief Poyuono yang mengaitkan dirinya ke Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
0
Tips Mencegah Keriput Pada Usia Muda
Semakin cepat mencegah keriput pada kulit wajah semakin baik hasil yang Anda dapatkan sebab keriput yang dibiarkan membuat tampilan tampak tua.