Denny Siregar: Saat Hakim Panggil Habib kepada Rizieq Shihab

Di dalam sidang Hakim Yang Mulia biasanya memanggil Saudara Terdakwa, tapi ini memanggil Habib kepada Rizieq Shihab. Apa artinya. Denny Siregar.
Ilustrasi - Yang Mulia Majelis Hakim memimpin persidangan. (Foto: Tagar/Pixabay/ArtsyBeeKids)

Melihat ulah Rizieq Shihab di sidang yang teriak-teriak dizalimi, saya tertawa. Seperti biasa, Rizieq suka bermain drama supaya perhatian orang kembali kepadanya. Memang beberapa orang kalau sudah tua, tingkahnya ya suka kembali ke anak kecil. Rizieq termasuk salah satunya.

Dia masih merasa dirinya menjadi pusat perhatian seluruh orang Indonesia. Lihat saja waktu kabur ke Saudi dulu juga dia suka kirim-kirim video ceramahnya ke Indonesia. Supaya dibicarakan orang, sekaligus memastikan apakah pengikutnya itu masih setia sama dia.

Jadi sebenarnya ulah Rizieq di sidang yang teriak-teriak itu tidak usah terlalu dianggap serius. Itu akting saja. Drama. Polanya dari dulu begitu. Saya sampai hapal apa yang akan dia lakukan. Juga gelarnya sebagai cucu Nabi terus akan dia sampaikan sebagai penguat, supaya orang takut karena dia "berdarah biru".

Padahal tidak efek. Dia malah jadi bahan tertawaan orang se-Indonesia raya. Pengikutnya modelnya mirip banget sama Rizieq. Sebelas dua belas. Ada emak-emak akting nangis di luar ruang sidang, seolah-olah itu hari berkabung nasional. Aktingnya jelek banget, mirip sinetron Indonesia yang kejar tayang, sehari syuting langsung jadi.

Ada lagi Neno Warisman tiba-tiba datang ke sidang dan mengaku jadi wartawan. Kapan sekolah jurnalistiknya kok tiba-tiba jadi wartawan? Lagian enggak jelas dia wartawan media mana, mungkin karena sudah sangat dekat dengan Tuhan, dia akhirnya jadi wartawan media online neraka jahanam.

Beberapa pendukungnya di daerah juga begitu. Mereka ramai-ramai mencoba melakukan tekanan publik. Ada yang menggeruduk Pemerintah Kota Bogor dan memaki-maki Wali Kota karena mereka anggap Pemkot Bogor lah biang dari Rizieq masuk penjara.

Mungkin maksud mereka, kalau Pemkot Bogor diam saja meski Rizieq sudah bohong tidak positif covid, Rizieq pasti bebas. Payah nih Pemkot Bogor, kata mereka, enggak bisa diajak kerja sama, jadi partner in crime.

Aneh-anehlah pokoknya mereka. Mereka enggak sadar ulah mereka yang seperti anak-anak itu jadi tertawaan banyak orang. Dikira negeri ini masih kayak dulu, takut sama baju-baju agamis begitu.

Ini era internet. Sudah banyak orang melek dan wawasan mereka terbuka. Kalian sudah tidak laku di zaman teknologi ini. Mending balik lagi masuk gua dan bertapa di sana.

Hakim yang di ruang sidang biasa dipanggil Yang Mulia, tiba-tiba memanggil Rizieq dengan gelarnya 'Habib'.



Nah pertanyaan sebenarnya, apa sih yang mereka harapkan dengan demo-demo dan teriakan-teriakan di ruang sidang itu? Gampang jawabnya. Teror. Mereka sedang meneror hakim di ruang sidang.

Di dalam ruang sidang, hakim adalah penentu segalanya. Semua keputusan ada di tangan hakim. Mutlak. Tidak dapat diganggu gugat. Masalahnya, hakim bukan robot yang tidak punya perasaan. Mereka manusia juga yang kadang kuat, kadang mentalnya lemah. Dan mental hakim inilah yang terus-menerus digedor Rizieq dan pengikutnya.

Narasi Rizieq ulama dan cucu Nabi, terus digaungkan supaya hakim merasa bersalah dan merasa sudah menodai agama. Alam bawah sadar hakim inilah yang terus-menerus mereka hajar, sehingga diharapkan putusan yang dikeluarkan akan sangat ringan. Bahkan kalau bisa, bebas.

Ya cuma itu harapan terakhir mereka sekarang ini. Mereka berharap bisa mempengaruhi kekuatan yudikatif, karena eksekutif yaitu pemerintahan dan legislatif yaitu DPR, sudah menjadi lawan utama yang menghancurkan FPI sekarang. Jadi tinggal satu pilar lagi yang harus dimainkan, yaitu yudikatif atau lembaga pengadilan. 

Dan saya lihat hakim juga sudah mulai terpengaruh oleh narasi agama itu. Hakim yang di ruang sidang biasa dipanggil Yang Mulia, tiba-tiba memanggil Rizieq dengan gelarnya "Habib". Padahal biasanya di ruang sidang, Hakim selalu memanggil terdakwa dengan panggilan "Saudara Terdakwa". 

Dan keanehan kecil itu akhirnya menjadi sorotan banyak orang. Mereka menganggap hakim mulai longgar dalam persidangan.


Infografis: Rizieq Shihab Pulang, Picu Kerumunan, Lalu DitahanRizieq Shihab Pulang, Picu Kerumunan, Lalu Ditahan. (Infografis: Tagar/Bagus Cahyo Kusumo)


Apalagi ketika permintaan Rizieq untuk sidang offline dikabulkan hakim. Makin terlihatlah hakim semakin mengakomodir permintaan Rizieq. Padahal, anehnya, apa yang dilakukan Rizieq dan pengacara-pengacara di persidangan seharusnya sudah memenuhi syarat penghinaan pada pengadilan, atau contempt of court.

Padahal biasanya di ruang sidang, Hakim selalu memanggil terdakwa dengan panggilan 'Saudara Terdakwa'.


Pengacara Rizieq bahkan teriak-teriak di ruang sidang dengan bahasa yang tidak enak didengar. Rizieq juga membuat kericuhan di dalam sidang yang tidak menghormati majelis hakim sebagai pembuat keputusan.

Lucu memang. Seperti ada keistimewaan terhadap Rizieq ini. Atau ini hanya sekadar jebakan hakim supaya Rizieq dan pengacara-pengacaranya bisa terlihat semakin brutal di depan publik dan akhirnya reaksi publik justru negatif kepada dia? Entahlah. Bisa saja begitu, tapi kelihatannya kok jauh ya.

Pada intinya, kewibawaan hakim dan ruang sidang harus dijaga betul oleh orang-orang yang punya integritas. Jangan mau ruang sidang yang seharusnya dihormati, bahkan hakim disebut Yang Mulia di dalam sidang, menjadi bahan pelecehan oleh orang-orang seperti Rizieq dan kawan-kawannya.

Yang merasa mereka lebih tinggi kedudukannya dari manusia biasa. Yang merasa mereka punya darah biru karena ada kedekatan. Okelah, anggap saja Rizieq benar cucu Nabi, tapi kan hakim di dunia adalah wakil Tuhan? Jadi tinggian siapa posisinya? Ya, hakim.

Semoga Pak Hakim bisa menjaga marwah profesi juga pengadilan. Hukum seberat-beratnya mereka yang menghina pengadilan. Jika pengadilan saja tidak mereka hormati, bagaimana bisa mereka bicara mau menggaungkan revolusi akhlak?

*Penulis buku 'Tuhan dalam Secangkir Kopi' dan 'Bukan Manusia Angka'



Berita terkait
Nyanyian Asmaul Husna untuk Ibu-ibu Pengagum Rizieq Shihab
Alunan lagu Asmaul Husna terdengar dari sebuah mobil polisi, lagu untuk mendinginkan hati ibu-ibu pengagum Rizieq Shihab yang sedang panas.
Rizieq Shihab Hadir Fisik di Ruang Sidang, Jumat 26 Maret 2021
Rizieq Shihab tidak mau sidang virtual, protesnya didengar Majelis Hakim, sidang selanjutnya Jumat 26 Maret 2021 Rizieq hadir fisik di PN Jaktim.
Skenario Pengamanan Sidang Rizieq Shihab, Jumat 26 Maret 2021
Rizieq Shihab sidang online, simpatisannya ada yang datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Bagaimana kalau Rizieq hadir fisik di tempat itu.
0
Amerika Dorong Vaksinasi Covid-19 Dengan Hadiah Jutaan Dolar
Mulai dari hadiah uang tunai yang sangat besar hingga layanan tertentu secara cuma-cuma, merupaka upaya dorong warga untuk divaksinasi Covid-19