UNTUK INDONESIA
Demo Ribuan Warga Dairi Menolak Kehadiran PT Gruti
Ribuan warga Kabupaten Dairi, Sumut, berunjuk rasa ke kantor bupati. Mereka menolak kehadiran PT Gruti.
Ribuan warga dari lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, berunjuk rasa ke Kantor Bupati Dairi, Selasa 25 Agustus 2020. Mereka menolak kehadiran PT Gruti (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Ribuan warga dari lima desa di Kabupaten Dairi, Sumut, berunjuk rasa ke kantor Bupati Dairi, Selasa, 25 Agustus 2020. Mereka menolak kehadiran PT Gruti.

Ke lima desa itu, Sileuh-leuh Parsaoran, Barisan Nauli, Pargambiran, dan Desa Perjuangan di Kecamatan Sumbul, serta Desa Parbuluan VI di Kecamatan Parbuluan.

Peserta unjuk rasa awalnya berkumpul di stadion utama Panji, Kecamatan Sitinjo sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari lokasi itu mereka berjalan kaki sekitar 5 kilometer ke kantor Bupati Dairi, dikawal ketat aparat kepolisian. Turut dalam aksi, kaum ibu dan anak berseragam sekolah. Sepanjang jalan mereka berorasi.

Setiba di depan kantor Bupati Dairi, mereka diterima Wakil Bupati Dairi Jimmy AL Sihombing, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang, Sekdakab Dairi Leonardus Sihotang, serta jajaran.

Di lokasi itu, para orator bergantian menyampaikan tuntutan. Pangihutan Sijabat membacakan lima poin tuntutan mereka.

Pertama, agar Bupati Dairi segera mengajukan penciutan kawasan hutan di lima desa. Kemudian, jangan mengizinkan PT Gruti masuk dan beroperasi di wilayah Kabupaten Dairi dan tolak segala korporasi jahat.

Poin ke tiga, pemerintah dituntut harus berpihak dan melindungi masyarakat dan petani. Copot Jhonny Hutasoit Asisten I Pemerintah Kabupaten Dairi. Poin terakhir, hentikan intimidasi TNI, Polri, dan ASN terhadap warga di lima desa itu.

Pengihutan menyebut, petani di Desa Parbuluan VI merupakan petani unggul yang telah menjadikan Parbuluan sebagai salah satu penyedia bahan pangan terbesar di Sumut.

Demo Warga DairiRibuan warga dari lima desa di dua kecamatan Kabupaten Dairi, Sumut, berunjuk rasa ke kantor Bupati Dairi, Selasa, 25 Agustus 2020. Mereka menolak kehadiran PT Gruti. (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

“Prestasi ini yang harus ditumbuhkembangkan. Tidak dengan kehadiran investor atau korporasi jahat yang hendak merampas tanah, masa depan dan hidup petani!” teriak Pangihutan, disambut sorak-sorai peserta unjuk rasa.

ikkon ta antusi ma bapak bupati ta dang di son sonari

Pada kesempatan itu, pengunjuk rasa melalui orator juga menyodorkan surat pernyataan yang telah mereka siapkan sebelumnya, untuk diteken Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dan Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani.

“Saya Eddy Keleng Ate Berutu, Bupati Kabupaten Dairi, menyatakan mendukung penuh atas perjuangan Kelompok Tani Marhaen, Desa Parbuluan VI untuk mempertahankan haknya dan siap untuk melakukan pengusulan penciutan kawasan hutan di Desa Parbuluan VI yang telah menjadi tempat bermukim dan areal pertanian masyarakat,” demikian kutipan isi surat pernyataan itu.

Namun karena Bupati Dairi tidak berada di tempat, pendemo pun meminta Wakil Bupati Dairi untuk memberi kepastian waktu, kapan surat pernyataan itu akan ditandatangani.

“Berapa lama dendang melayu tadi kami tunggu. Setahun, dua tahun, atau sepuluh tahun ini kami tunggu,” desak orator.

Setelah berkonsultasi dengan Sekdakab Dairi, Wakil Bupati Dairi Jimmy AL Sihombing berjanji akan segera menyampaikan tuntutan itu kepada Bupati Dairi.

“Percaya nggak dengan kami Forkopimda untuk menyelesaikan. Tadi juga sudah disampaikan oleh pak ketua dewan. Kami sudah tampung semua aspirasi. Kami tunggu pak bupati, untuk menandatangani yang menjadi tuntutan. Dalam dua minggu, akan ada konfirmasi. Datang pak bupati, saya sendiri nanti yang akan menyampaikan,” kata Jimmy.

Pangihutan pun meminta massa untuk menghitung tanggal, dua minggu ke depan. 

Demo Warga DairiAnak sekolah turut dalam unjuk rasa ribuan warga dari lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Selasa 25 Agustus 2020. Warga menolak kehadiran PT Gruti. (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

“Sekarang tanggal berapa? Berarti paling lambat tanggal 9 September 2020 surat pernyataan sudah tertanda tangan,” katanya.

Sabam Sibarani juga berjanji akan mengawal tuntutan masyarakat. Untuk penandatanganan pernyataan, Sabam menyebut akan terlebih dahulu melakukan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pos ma roha muna amang inang, au ma sebagai jaminan na. (Yakin lah bapak ibu, saya sebagai jaminannya). Saya akan sampaikan kepada Bupati Dairi karena ini adalah kepentingan masyarakat. Mekanismenya, ikkon ta antusi ma bapak bupati ta dang di son sonari (harus kita pahami bapak bupati kita tidak berada di sini saat ini). Saya akan sampaikan kepada Bupati Dairi. Dan pada saatnya nanti, akan bersama-sama menandatangani permintaan ataupun tuntutan masyarakat yang hadir pada saat ini,” kata Sabam.

Karena telah memperoleh kapastian tanggal batasan waktu penandatanganan surat pernyataan, pengunjuk rasa pun membubarkan diri.

Pangihutan kepada Tagar menyebut, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan kembali melakukan aksi dalam jumlah yang lebih besar. []

Berita terkait
Besok Tiga Ribuan Warga Dairi Demo Tolak PT Gruti
Menolak keberadaan PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti), tiga ribuan warga Kabupaten Dairi, Sumut, akan berunjuk rasa besok.
Meja Kursi SD Negeri di Dairi Hancur-hancuran
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Sumut, Jonny Waslin Purba mengaku prihatin melihat kondisi SDN 034797 Parsaoran.
Junimart Girsang: Bupati Dairi Jangan Euforia Kekuasaan
Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara III, Junimart Girsang berharap Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu tidak euforia dengan kekuasaan.
0
Demo Ribuan Warga Dairi Menolak Kehadiran PT Gruti
Ribuan warga Kabupaten Dairi, Sumut, berunjuk rasa ke kantor bupati. Mereka menolak kehadiran PT Gruti.