UNTUK INDONESIA
Junimart Girsang: Bupati Dairi Jangan Euforia Kekuasaan
Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara III, Junimart Girsang berharap Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu tidak euforia dengan kekuasaan.
Anggota DPR RI Junimart Girsang pada acara temu ramah dengan tim Junimart Girsang Center (JGC) di Sidikalang, Rabu 12 Agustus 2020 (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara III, Junimart Girsang berharap Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu tidak euforia dengan kekuasaan.

Bupati harus konsisten, komitmen dan konsekuen untuk kepentingan masyarakat. Bupati diharapkan membangun komunikasi ke pusat termasuk melalui DPR.

Hal itu dikatakan Junimart saat acara temu tamah dengan tim Junimart Girsang Center di Dapur Natabo, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu, 12 Agustus 2020.

Hadir pada acara itu, seluruh koordinator kecamatan Junimart Girsang Center.

“Saran saya, Bupati Dairi jangan euforia dengan kekuasaan. Bupati tidak boleh terkejut badan. Bupati harus berbuat untuk masyarakatnya, sesuai dengan janji-janji kampanyenya,” katanya.

Disebut Junimart, ia sebagai anggota DPR RI selalu ingin berkontribusi untuk Kabupaten Dairi, termasuk melalui Bupati Dairi. Namun sulit karena komunikasi dengan Bupati Dairi tidak lancar.

“Saya mau berkontribusi di Dairi melalui bupati. Saya mau memfasilitasi bupati ini kepada kementerian-kementerian. Tetapi ketika saya membangun komunikasi. Supaya lebih lancar komunikasi, sebaiknya bupati menempatkan satu dua orang kadis yang betul-betul bisa membangun komunikasi ke Jakarta. Itu tidak dilakukan,” kata Junimart.

Baca juga: Hutan Lindung di Dairi Masuk Izin Konsesi PT Gruti

Ditambahkan anggota Komisi II DPR RI itu, Bupati Dairi sangat sulit dihubungi. Padahal, daerah lain yang komunikasi bupatinya baik bisa memperoleh tambahan kucuran anggaran hingga ratusan miliar per tahun.

Mohon maaf saja. Ini bupati tidak konsisten. Dan tidak komitmen. Tidak konsekuen

“Bupati Dairi sangat sulit dihubungi. Nomornya gonti-ganti. Di sini ada tujuh nomornya. Nggak tau motivasinya apa itu. Ketakutan tidak mau dihubungi? Atau ketakutan karena sesuatu, kami tidak tau. Cross check aja ke bupati,” kata politikus PDIP itu.

“Mohon maaf saja. Ini bupati tidak konsisten. Dan tidak komitmen. Tidak konsekuen. Beliau tidak mau membangun komunikasi dengan para anggota DPR. Beliau tidak bertanya kepada bupati yang lain. Kok bisa di daerah yang lain turun anggaran seratus sampai dua ratus miliaar per tahun. Kenapa tidak dibangun komunikasi,” imbuhnya.

Gaji dan Mobil Untuk Covid

Junimart Girsang menyebut, untuk membantu meringankan beban masyarakat karena pandemi Covid-19, ia telah merelakan gaji setahun di DPR serta menjual satu unit mobil.

Junimart GirsangAnggota DPR RI Junimart Girsang pada acara temu ramah dengan tim Junimart Girsang Center (JGC) di Sidikalang, Rabu 12 Agustus 2020 (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Ia membantu masyarakat melalui pembagian sembako maupun bentuk lainnya. Hal serupa akan tetap dilakukan selama pandemi ini.

“Sesungguhnya sudah terpikir di benak saya pasti ada kekurangan, pasti ada yang belum kebagian. Saya bukan lebai. Gaji saya satu tahun sudah saya ambil di DPR untuk covid ini dan satu mobil sudah saya jual atas persetujuan anak dan istri saya,” katanya.

Junimart juga berharap kepada timnya untuk selalu berbuat kepada sesama.

Ikkon boi do hita gabe namora na boi daion (kita harus bisa menjadi orang kaya yang dapat dinikmati orang lain). Ini sangat perlu. Tidak pernah Tuhan akan memberikan kelemahan kepada kita melebihi dari kemampuan kita,” ujarnya.

Junimart menambahkan, ia memperoleh banyak informasi dan keluhan masyarakat tentang tidak beresnya proses pembagian bantuan covid di Dairi.

“Bantuan-bantuan Covid, tidak disalurkan sesuai dengan percepatan waktu sehingga ada bantuan covid yang busuk. Ada bantuan covid yang expired. Padahal itu bantuan,” sebutnya.

Junimart juga menyayangkan adanya surat edaran Bupati Dairi yang meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan serta ASN.

“Ada surat edaran dari bupati meminta bantuan dari para perusahaan. Tidak boleh itu. Dengan adanya surat itu, menunjukkan bahwa bupati tidak tau tupoksinya. Bupati kalut. Bupati tidak berpikir secara positif dan cara pemerintahan yang baik. Dia melanggar asas-asas pemerintahan yang baik. Tidak boleh membuat surat edaran kepada perusahaan, minta bantuan. Harus keterpanggilan dari perusahaan-perusahaan,” paparnya.

Baca juga: Tugas Bupati dan Wabup Dairi Usai Dipanggil Mendagri

“ASN tidak boleh dibebankan. Kenapa? Sudah ada anggaran pemerintah untuk covid. Saya tidak keberatan. Tapi tidak diperbolehkan. Saya sudah bicara dengan Menpan, beliau mengatakan tidak bisa. Kenapa? Sudah ada anggaran dari pemerintah,” lanjutnya.

Junimart tidak menampik bahwa bantuan untuk masyarakat dampak pandemi Covid masih kurang. Untuk itu ia berharap agar Bupati Dairi menjalin komunikasi ke pusat.

“Pertanyaan saya, apakah masih kurang bantuan ke Dairi? Masih. Bagaimana caranya, bangun komunikasi ke pusat. Kan begitu. Bupati Dairi setahu saya tidak ada. Bagaimana? Bantuan ada tapi tidak dikomunikasikan. Kan sulit juga. Yang korban siapa? Masyarakat Dairi. Silakanlah Bupati Dairi berjalan dengan Dairi unggulnya. Tapi dia jangan lupa, masyarakat Dairi tidak akan diam. Ini tidak memprovokasi. Ini fakta,” katanya.[]

Berita terkait
PT Gruti Sebut Tak Akan Tebang Kayu di Hutan Dairi
Gunung Raya Utama Timber Industries disebut tidak akan menebang kayu di wilayah konsesi mereka di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
RSUD Dairi, Listrik Putus dan Jasa Medis Tak Dibayar
Beberapa masalah mencuat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Seorang Polisi di Dairi Luka-luka Dikeroyok di Kafe
Seorang anggota polisi di Dairi, Sumatera Utara, dikeroyok di sebuah kafe. Enam pelaku sudah diamankan, satu orang lagi sedang buron.
0
Coto Makassar Makanan Tradisional dari Kota Daeng
Jika kalian ingin belajar membuat Coto Makassar, berikut tagar menyajikan cara membuat dan bahan-bahannya.