UNTUK INDONESIA
Dampak Pandemi, Pemerintah Diharapkan Bantu Pegiat Olahraga
Anggota DPR Yoyok Sukawi meminta pemerintah memberi bantuan kepada pegiat olahraga. Mereka juga terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.
CEO PSIS Semarang yang juga anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi (kanan) meminta pemerintah untuk memberi bantuan kepada pegiat olahraga di Indonesia yang juga terdampak pandemi Covid-19. (Foto: Tagar/Dok Yoyok Sukawi)

Semarang - CEO PSIS Semarang yang juga anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi meminta pemerintah memberi bantuan kepada pegiat olahraga di Indonesia. Mereka juga mengalami kesulitan karena terdampak pandemi Covid-19.

Permintaan ini terkait erat dengan pandemi yang sudah menyerang sejak Maret 2020 lalu. Dampaknya terhadap komponen olahraga begitu terasa karena tidak ada kompetisi yang bisa digelar baik di level daerah, nasional hingga internasional.

Terlebih, menurut Yoyok Sukawi, pemerintah sebelumnya juga sudah memberi bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mereka yang terkena dampak. Apakah bantuan melalui Kementerian Tenaga Kerja atau pun bantuan kepada pegiat pariwisata dan seni melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Saya ingin pemerintah juga hadir untuk pelaku olahraga Tanah Air di tengah pandemi Covid-19

Oleh karenanya, dia menilai cukup ideal apabila bantuan serupa juga bisa diperuntukkan bagi pegiat olahraga melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Para atlet, pelatih maupun mereka yang aktif di olahraga dipastikan terdampak pandemi. Apalagi semua event olahraga dihentikan.  

"Saya ingin pemerintah juga hadir untuk pelaku olahraga Tanah Air di tengah pandemi Covid-19. Ini karena mereka yang menggantungkan hidup di dunia olahraga memang sangat banyak dan berasal dari berbagai cabang olahraga," kata Yoyok Sukawi, Jumat, 16 Oktober 2020.

Pria yang cukup lama aktif di sepak bola ini menuturkan skema seperti yang diberikan Kemenparekraf kepada pegiat wisata dan seni bisa diadaptasi di dunia olahraga. Menurut dia jumlah atlet dan pelatih di Indonesia termasuk banyak. Di tengah pandemi seperti ini, pendapatan mereka cukup terdampak.

Yoyok Sukawi juga menegaskan bahwa atlet maupun pelatih adalah pahlawan-pahlawan negara yang sudah sering mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Ini yang membuat bantuan yang setimpal cukup wajar diberikan di tengah pandemi Covid-19.

“Perlu diingat pula, sebagian besar dari atlet itu sudah menorehkan prestasi membawa nama baik Indonesia atau juga daerah. Jadi mereka juga layak diberikan bantuan yang sesuai atas pengabdiannya selama ini terhadap negara," ujar orang nomor satu di PSIS Semarang itu lagi.

 Baca juga: 

Jokowi: Olahraga Perkokoh Patriotisme - Nasionalisme

Rudi Horizon, Patriot Olahraga Kabupaten Solok

Di sisi lain, klub sepak bola pun ikut terdampak Covid-19. PSIS sendiri memilih meliburkan tim sambil menanti kepastian kelanjutan Liga 1 2020. Adanya pandemi dengan angka yang cukup tinggi menjadikan Polri tak mengeluarkan izin keramaian. Bahkan pelatih Dragan Djukanovic sudah mudik ke kampung halaman di Serbia.

Tidak hanya itu, dari 4 pemain asing, 3 di antaranya juga sudah mudik ke negara asal. Gelandang Flavio Beck kembali ke Kroasia. Sedangkan Bruno Silva dan Wallace Costa ada di Brasil. []

Berita terkait
Tunggu Liga 1, Pelatih PSIS Semarang Mudik ke Serbia
PSIS Semarang meliburkan aktivitas latihan tim karena belum ada kepastian pelaksanaan Liga 1. Pelatih Dragan Djukanovic pun mudik ke Serbia.
Telat, Pemain Brasil Minta Dispensasi PSIS Semarang
Pemain asing PSIS Semarang asal Brasil belum bisa bergabung dengan tim. Mereka minta dispensasi karena mengurus persyaratan masuk Indonesia.
PSIS Semarang Sudah Latihan, 3 Asing Masih Absen
PSIS Semarang sudah kembali menjalani latihan bersama setelah 5 bulan libur. Namun latihan yang digelar sejak Jumat lalu tanpa 3 pemain asing.
0
Kenali Mythomania, Penyakit Suka Halu Sering Berbohong
Memiliki kecenderungan berbohong terus-menerus merupakan tanda dari penyakit gangguan jiwa Mythomania lho.