UNTUK INDONESIA
Daftar CPNS Karena Keinginan Orang Tua
Di halaman belakang kantor BKPP Sleman, berderet-deret kursi kosong di bawah tenda putih, menanti pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Tiara Wijaya Ningrum, pendaftar CPNS di lingkup Pemkab Sleman, usai menyerahkan berkas pendaftaran, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Sleman - Siang itu matahari cukup menyengat di lingkungan kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman. Di halaman belakang, berderet-deret kursi kosong di bawah tenda putih, menanti pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Beberapa kursi di sudut kiri belakang diduduki personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga.

Siang itu, Kamis, 14 November 2019 adalah hari pertama pengumpulan berkas pendaftaran CPNS. Proses yang akan berlangsung hingga Senin, 25 November 2019.

Alunan lagu yang dibawakan Via Vallen, entah apa judulnya, menemani para personel Satpol PP yang bertugas. Suara lembut Via berpadu belaian sepoi angin siang, membuat kantuk menyerang.

Beberapa staf BKPP duduk di dalam ruangan, tepatnya di belakang loket penerimaan berkas, yang berjumlah 5 loket.

Tiba-tiba seorang gadis berjilbab abu-abu datang. Langkahnya tidak tergesa-gesa. Di tangannya tergenggam map plastik berwarna biru muda. Kacamata yang dikenakannya sangat serasi dengan bentuk wajah.

Aku kan jauh kerjanya, terus orang tua bilang mbok cari yang dekat rumah.

CPNS SlemanHari pertama penyerahan berkas CPNS di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Gadis itu, Tiara Wijaya Ningrum 23 tahun, seorang pelamar CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman. Tiara alumnus Universitas Gadjah Mada, berniat mendaftar untuk posisi perencanaan logistik.

"Saya pilih yang perencanaan logistik. Saya background-nya S1 Manajemen. Memang sebenarnya kualifikasi yang itu tidak ada kualifikasi Manajemen, cuma Ekonomi Manajemen. Tahun lalu lulus administrasi," kata Tiara kepada Tagar, Kamis, 14 November 2019.

Meski lolos berkas, Tiara gagal menjadi PNS pada seleksi penerimaan CPNS tahun 2018. Ia gagal pada tes kepribadian.

Tiara mengaku tertarik menjadi PNS karena ada peluang. Selain itu ayahnya juga seorang PNS, dan Tiara menyukai lingkungan kerja di sektor pemerintahan.

"Daripada tidak melakukan apa-apa, dan ini ada kesempatan, ada peluang ya saya coba saja. Kalau saya sendiri tipenya suka di lingkungan seperti ini, nyaman dengan yang seperti ini. Jadi kalau ada kesempatan kenapa tidak dicoba?" kata Tiara.

Ia mengaku belum terlalu menyiapkan diri untuk menghadapi ujian seleksi penerimaan, tapi dia mengaku optimistis, karena waktu untuk mempersiapkan diri masih cukup panjang.

"Persiapan belum terlalu sih, tapi karena masih ada waktu panjang, ya dicoba lagi mau buat dioptimalkan lagi. Ini sudah masukin berkas, Insya Allah sudah lengkap," kata dia.

Meski mengaku menyukai lingkungan kerja di sektor pemerintahan, Tiara mengatakan kalau tidak diterima menjadi PNS, masih banyak pekerjaan lain yang bisa digeluti, termasuk menjadi wirausahawan seperti yang digeluti ibunya.

"Misalnya ke depan enggak jadi PNS, kan kerjaan ada banyak, bukan cuma PNS. Usaha sendiri pun juga bisa," tutur Tiara.

CPNS SlemanVeronika Aditia alias Dita (kiri) dan Tika, pendaftar CPNS di lingkup Pemkab Sleman, di kantor BKPP Sleman, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Karena Keinginan Orang Tua

Sedikit berbeda dengan Tiara yang mendaftar CPNS karena menyukai lingkungan kerjanya, pendaftar lain yaitu Veronika Aditia akrab disapa Dita, 23 tahun, mengaku mendaftar CPNS karena keinginan orang tua.

Dita mencoba peruntungan untuk menjadi perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sleman, sesuai latar belakang pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih.

Seperti juga Tiara, Dita pernah mengikuti seleksi penerimaan CPNS pada tahun lalu. Bedanya, saat itu Dita tidak jadi mendaftar, karena ada persyaratan yang belum dipenuhi, yakni Surat Tanda Registrasi (STR) perawat.

"Kan kebetulan tahun lalu mau daftar tapi terkendala STR, kan kalau perawat harus punya kayak SIM gitu, namanya STR. Jadi kerja dulu, terus sekarang ada lowongan CPNS terus coba lagi," katanya.

Sebagai persiapan, sejak beberapa waktu terakhir, Dita memantau situs resmi Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mengetahui formasi yang dibutuhkan.

Selain itu, ia juga aktif mencari tahu tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar CPNS, meski hingga kemarin dia masih dalam proses melengkapi berkas.

Dita mengaku masih bingung meski sudah membaca syarat yang harus dipenuhi, khususnya pada bagian surat keterangan sehat.

"Kan ada dua, sehat jasmani dan rohani, nah itu yang mau kita tanyain. Tadi kan kita sudah cari suratnya, tapi ternyata kalau dari puskesmas tidak diperkenankan, harus dari rumah sakit pemerintah," kata dia.

Persiapan lain yang dilakukan adalah mengunduh aplikasi ujian CPNS, untuk dipelajari, walaupun kata dia, sejak mengunduh, dia belum sempat mempelajarinya. 

"Aku pernah download aplikasi tes CPNS, tapi cuma download saja, belum diapa-apakan. Sama siap buku-buku," ujarnya.

CPNS SlemanVeronika Aditia alias Dita (kiri) dan Tika, pendaftar CPNS di lingkup Pemkab Sleman, di kantor BKPP Sleman, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Dita menambahkan, kedua orang tuanya bukan PNS, tapi mereka menyuruh Dita mendaftar CPNS. Alasannya karena tempat kerja Dita sekarang cukup jauh dari rumah. 

"Aku kan jauh kerjanya, terus orang tua bilang 'Mbok cari yang dekat rumah, kan CPNS ini untuk RSUD Sleman'," Dita menirukan ucapan orang tua.

Senada dengan Dita, pendaftar lain, Tika 22 tahun, mengaku disuruh orang tua mendaftar CPNS. 

Gadis manis alumnus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Darma ini mendaftar untuk mengisi formasi guru.

"Kalau jadi guru karena disuruh orang tua. Kalau PNS karena orang tua juga mendukung, kepingin anaknya jadi PNS, tapi orang tua bukan PNS, karyawan swasta, cuma mereka berharap aku di situ. Jadi PNS kan masa depannya ada," kata Tika.

Masa depan PNS kata dia, dapat dilihat dari adanya tunjangan-tunjangan dan pensiun. 

"Persiapannya aku download latihan-latihan soal, terus, memantau dari Twitter dan Instagram BKN supaya dapat info, kayak gitu," tuturnya.

CPNS SlemanKepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Suyono. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

12 Berkas pada Hari Pertama

Pada hari pertama penerimaan berkas pendaftar CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman, baru 12 pendaftar yang menyerahkan berkas.

Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Suyono, mengatakan penerimaan berkas tersebut akan dilaksanakam hingga 24 November 2019.

Mengenai minimnya pendaftar yang menyerahkan berkas pada hari pertama, Suyono menduga sebagian masih menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

"Kan persyaratannya juga macam-macam, termasuk kesehatan. Sampai sekarang (pukul 13.15 WIB), sudah 12 yang masukkan berkas. Pokoknya yang sudah masuk kita terima dulu, nanti masalah lengkap atau tidak setelah diperiksa panitia," ujarnya.

Suyono mengatakan pihaknya tidak akan memberi tahu pendaftar jika berkas mereka belum lengkap. Hal itu akan disampaikan saat pengumuman administrasi.

Ia mengimbau pendaftar lebih teliti saat menyerahkan berkas, agar tidak ada persyaratan yang terlupa. 

"Kalau berkasnya kurang dan itu sangat penting, nanti kita sampaikan bahwa tidak memenuhi syarat," ujarnya.

Didominasi Formasi Guru

Pemerintah Kabupaten Sleman tahun ini mendapat jatah atau kuota CPNS sebanyak 643 orang. Dari jumlah tersebut, formasi untuk guru SD dan SMP mencapai hampir 50 persen. Namun ia tidak merinci jumlahnya.

"Kita memang masih kekurangan guru. Dengan formasi ini saja, guru masih kurang. Makanya guru yang kurang diisi dari honorer dan pengangkatan dari kepala sekolah yang digaji dari dana BOS itu," tutur Suyono.

Kata Suyono, kebutuhan guru di Kabupaten Sleman mencapai ribuan orang. []

Baca cerita lain:

Berita terkait
Modus Calo Janjikan Lulus Tes CPNS Tanpa Mahar
Calo CPNS saat ini terbilang cerdik karena tidak meminta uang muka kepada korban.
Cara Daftar CPNS 11 November 2019
Ribuan lowongan kerja di kementerian dan pemerintah daerah menanti Anda. Daftar 11 November 2019. Berikut tata cara ikut CPNS 2019.
Enak Gak Enak Jadi Pegawai Negeri
Semua pekerjaan termasuk pegawai negeri pasti ada enak dan tidak enaknya. Berikut ini enak gak enak jadi PNS.
0
Jadwal Imsak dan Buka Puasa DKI Jakarta, 1 Mei 2020
Berikut jadwal lengkap imsak, jam salat, dan buka puasa hari ini Jumat 1 Mei 2020, untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya