UNTUK INDONESIA
Curhat Anak Sulung Warga Kota Serang Meninggal Dunia
Anak sulung warga Kota Serang yang meninggal dunia di tengah pademi Covid-19 karena menahan lapar selama dua hari bercerita.
Ika, 17 tahun, anak dari almarhum Yuli Amelia, 43 tahun, memakai kerudung hitam, Rabu 22 April 2020. (Foto: Jumri/Tagar)

Serang - Viral kisah warga Kota Serang yang meninggal dunia karena tidak makan dua hari di tengah pademi Corona atau Covid-19.  Kholik Ika, 17 tahun, anak tertua dari almarhumah Yuli Nur Amelia, 43 tahun mengatakan tertekan akibat ucapan oleh tetangga di Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

Tahu, saya sendiri yang ngerasain.

"Keluarganya merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah wabah Covid-19. Sehingga sampai mengalami nasib tidak bisa makan selama dua hari," tutur Ika kepada Tagar di Serang, Rabu, 22 April 2020.

Selama ini, kata Ika, keluarganya tidak pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dari Pemerintah Kota Serang. Sehingga dibantu oleh anggota DPRD Kota Serang dan relawan pada hari Jum'at, 18 April 2020.

"Belum ada, jadi ada bantuan itu pas Bang Dinar (Relawan) itu ke rumah ngasih sembako, abis sholat jumat sama anggota DPRD Kota Serang Muji Rohman," ucap Ika.

Meski jarang berada di rumah karena masih bekerja. Ika memastikan selama ini belum mendapatkan pendataan oleh Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) setempat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Tadi itu Ika bilang, kan Ika jarang di rumah, kan kerja. Tapi setahu saya sih ga ada," tuturnya.

Saat ditanya apakah mengetahui kondisi yang sempat disebutkan almarhumah Yuli. Dia mengakui tidak makan selama dua hari dan hanya meminum air galon saja.

"Tahu, saya sendiri yang ngerasain," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Toyalis mengatakan mendapat laporan dari anak Almarhum ibu Yuli Amelia menjadi merasa sedikit tertekan.

"Kami mendapat laporan dari Kabid kami yang melaporkan bahwa anak ini merasa tertekan, mungkin karena kemarin habis mengupload apa yang dia rekam dan viral. Saya melihat apa yang dikatakan ibunya di medsos seperti itu, saya tidak tahu apakah dia merasa bersalah atau tidak. Kemarin pun teman kami yang ke sana katanya anaknya pingsan enggak bisa ditanya," ," kata Toyalis, Rabu, 22 April 2020.

Kemudian, katakan Toyalis, anak terbesar dari Pak Kholik (suami Yuli Nur Amelia) akan dititipkan di Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PTP2A) untuk dipulihkan kondisinya.

"Kalau dia merasa tertekan biar psikolog yang akan memberikan terapinya untuk dipulihkan hak-haknya seperti hak ketenangan, hak anak yang dibutuhkan supaya dikembalikan seperti semula pokoknya akan dipulihkan," ucapnya.

Selain itu, kata dia, karena hidup sendiri bersama orang tua laki-laki, maka akan dirawat di PTP2A. Sementara adik-adiknya akan dirawat bersama keluarganya.

"Yang masih kecil sama bibinya ada empat anak itu lain-lain bapaknya atau beda ayah, tadinya mau kita ambil semua tapi karena bapak dan bibinya ikut mengurus jadi anak yang tertua saja," ujarnya.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan seharusnya tetangga jangan menekan, tapi memberikan support di masa berkabung.

"Saya kira lebih baik tetangga memberikan support yang dingin, kan situasinya agak memanas," tuturnya.

Ketua Fraksi Golkar Anggota dari Komisi II DPRD Kota Serang Muji Rohman sudah meminta Pemkot Serang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih serius dalam menangani warga yang terdampak virus corona ini. Menurut dia, pemkot terlalu lama dalam melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

"Kasus yang dialami Ibu Yuli harus menjadi pelajaran buat Pemeritah Kota Serang agar jangan sampai terulang kembali. Kita akan tanyakan sejauh mana penanganan Covid-19 ini di rapat sehingga pengganggarannya jelas dan tepat sasaran," tutur Muji. []

Berita terkait
Penyebab Warga Kota Serang Meninggal Saat Covid-19
Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang Hari W Pamungkas mengatakan Yuli Nur Amelia, 43 tahun, meninggal dunia pukul 14.30.
Imbas Corona, Warga di Kota Serang Meninggal Dunia?
Warga Kota Serang yang sempat viral karena tidak makan dua hari karena virus Corona dikabarkan telah meninggal dunia.
Cerita Warga Kota Serang Peroleh Bantuan Sembako
Salah seorang warga Kota Serang bercerita tentang kesulitannya memenuhi kebutuhan sehara setelah virus Corona atau Covid-19 menyerang.
0
Akibat Penunggu Pasien Tak Jujur di RSUP Sardjito
Akibat penunggu pasien di RSUP Sardjito Yogyakarta tidak jujur, akibatnya 53 tenaga medis harus menjalani tes swab.