UNTUK INDONESIA
Corona, Tak Ada Pemeriksaan di Pelabuhan Singkil
Meski virus corona atau covid-19 mulai merebak di Indonesia, tapi di Pelabuhan Aceh Singkil, Aceh tidak ada pemeriksaan khusus terhadap penumpang.
Ratusan penumpang wisatawan domestik yang hendak berlibur ke Pulau Banyak, Aceh Singkil di Pelabuhan Penyebrangan ASDP Singkil Rabu 1 Januari 2019. (Foto: Tagar/Khairuman)

Singkil - PT ASDP Ferry (Persero) Cabang Singkil, Kabupaten Singkil, Aceh tetap berjalan normal dan tidak ada pemberlakuan pengawasan khusus terhadap penumpang maupun wisatawan luar negeri terkait isu merebaknya virus corona atau covid-19.

Manajer Usaha dan Tekhnik PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan penyeberangan Singkil, Syahrul mengatakan, sampai saat ini pengawasan maupun pemeriksaan khusus belum diterapkan pihaknya.

"Untuk respon mengenai perhatian terhadap isu itu, pihak kami tidak ada penanganan khusus dan tetap berjalan normal, hal ini tergantung dari pihak pemerintah setempat, dan adem ayem saja kok," ujar Syahrul kepada Tagar, Jumat, 6 Maret 2020 sore.

Menurutnya, Kejadian Luar Biasa (KLB) sebagaimana telah ditetapkan Menteri Kesehatan berdasarkan pernyataan Presiden Jokowi positifnya dua orang warga Indonesia terjangkit virus corona, memang patut diwaspadai, namun dari pihak BUMD atau perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry pusat Jakarta belum memberikan intruksi untuk merespon isu internasional tersebut.

Pihak kami tidak ada penanganan khusus dan tetap berjalan normal, hal ini tergantung dari pihak pemerintah setempat.

Dikatakan Syahrul, Cabang ASDP Aceh Singkil memprioritaskan skala daerah yang bergerak dibidang transportasi penyeberangan, mempunyai sejumlah perwakilan cabang, yakni perwakilan Sinabang, Kabupaten Simeulue, Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan dan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Artinya, kata Syahrul, hingga sampai saat sekarang ini, perusahaan PT ASDP Ferry cabang Singkil dan perwakilannya tetap dalam kondisi normal sebagaimana adanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil Erwin Rabu 4 Maret lalu, mengatakan pihak pemerintah Provinsi Aceh menegaskan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, tetap mewaspadai KLB virus corona.

Baca juga: Masyarakat Aceh Singkil Diminta Beli Masker Sendiri

Dikatakan Erwin, kebutuhan untuk mewaspadai penyakit menular itu, tentu membutuhkan masker pelindung pernafasan, namun faktanya hampir seluruh penjuru tanah air kehabisan stok walau tahun ini tidak ada pengadaan masker.

"Tidak ada stok penyediaan masker di seluruh Kabupaten/Kota Indonesia karena kemungkinan diborong untuk dibawa keluar," katanya.

Sehingga, sebutnya, upaya lain untuk solusi lain mewaspadai virus menular itu, kepada masyarakat Aceh Singkil dianjurkan, apabila keluar dari daerah Aceh Singkil, maka memakai masker dengan biaya sendiri dulu.

Selain itu jaga kondisi kesehatan fisik, seperti bila beraktivitas di lapangan terbuka, hindari curah hujan dan pada malam hari gunakanlah pelindung yang tebal, untuk menghindari suhu dingin berlebih. "Sehingga dengan kondisi tubuh tetap fit, imunitas kuat, kondisi tubuh seseorang itu tidak mudah kena penyakit," ujarnya. []

Berita terkait
Terkait Corona, Tidak Ada Pembagian Masker di Aceh
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh tidak akan membagikan masker dan diimbau kepada masyarakat agar selalu bergaya hidup sehat.
Pria di Aceh Perkosa Gadis Bisu Hingga Hamil
Seorang pria asal Kabupaten Aceh Tengah, Aceh berinisial IW, 41 tahun, berulang kali perkosa gadis bisu yang masih berusia 14 tahun hingga hamil.
Anak Tukang Bangunan di Aceh Hafal Alquran 30 Juz
Neisya Shabina, anak tukang bangunan khatam hafal Alquran 30 juz dalam 7 bulan di Dayah Insan Qurani, Aceh.
0
Rapid Test 3 Warga Bumiaji Kota Batu Reaktif
Tiga warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tersebut sebelumnya melayat ke rumah pasien Positif Covid-19 yang telah meninggal dunia di Kecamatan Pujon.