UNTUK INDONESIA
Corona dan Kartu Prakerja Pelaku Wisata Gunungkidul
Sektor wisata Gunungkidul terpuruk akibat pandemi Covid-19. PAD dipastikan tidak tercapai. Pelaku wisata kini diarahkan dapat Kartu Prakerja.
Panoroma Gua Pindul di Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto: goapindul.com)

Gunungkidul – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul pada 2020 ini dipastikan tak tercapai. Sebab libur Lebaran yang biasanya menjadi salah satu momen menarik banyak kunjungan, masih mengalami pandemi Covid-19. Pelaku wisata di Bumi Handayani pun terkena dampaknya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan untuk mengurangi dampak dari wabah Covid-19 terhadap para pelaku wisata, pihaknya menyediakan fasilitas berupa jaringan dan peralatan berupa komputer di kantornya. “Pelaku wisata yang mengalami kesulitan mendaftar Kartu Prakerja, sudah kami siapkan sumber daya berupa jaringan dan komputer,” katanya pada Jumat 1 Mei 2020.

Hary juga mengungkapkan selain Kartu Prakerja, juga ada program bantuan dari Kementerian Pariwisata untuk pelaku wisata. Pihaknya pun telah melakukan pendataan dan menyodorkan sebanyak 5.800 orang supaya mendapatkannya.

“Sudah kami sodorkan data sebanyak 5.800 pelaku wisata dari Gunungkidul untuk mendapat bantuan berupa sembako dari Kementerian Pariwisata. Kemarin ada sekitar 400 orang yang sudah memperolehnya, lainnya mudah-mudahan dapat,” ucapnya.

Target PAD Tak Tercapai

Hary mengatakan, dampak Covid-19 membuat target PAD tidak tercapau. Target PAD pada 2020 ini sebesar Rp 29 miliar. Dari jumlah tersebut sampai saat ini baru tercapai sekitar Rp 5,6 miliar. “Target PAD jelas tidak terpenuhi. Apalagi di libur lebaran yang biasa banyak kunjungan. Sudah tidak mungkin karena pandemi Covid-19,” katanya.

Hary mengatakan sejak 26 Maret 2020 lalu seluruh objek wisata telah ditutup dan tidak menerima kunjungan. Kondisi seperti ini pun tidak tahu akan bertahan sampai kapan.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai pencegahan penularan virus Covid-19. Seluruh pos retribusi atau jalur masuk destinasi wisata pun dilakukan penjagaan supaya tidak ada wisatawan yang nekat berkunjung.

“Kami bersama masyarakat melakukan penjagaan terus di pos masuk objek wisata. Kalau ada wisatawan yang masih nekat, kami berikan imbauan supaya tidak datang,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Heru mengatakan sudah sejak 26 Maret 2020 lalu kawasan wisatanya ditutup. “Meski ditutup, ada petugas yang jaga supaya sewaktu-waktu kalau ada wisatawan yang datang bisa memberitahu,” katanya.

Heru mengatakan ia dan rekan-rekannya pelaku wisata juga dalam proses mendaftar program kartu prakerja. Ia mengakui sempat kesulitan karena jaringannya lambat. “Sudah berhasil daftar, tinggal menunggu tes,” ucapnya. []

Baca Juga:


Berita terkait
Cara Warga Gunungkidul Menghadapi Pagebluk Covid-19
Kearifan lokal warga Gunungkidul dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan menampung bahan makanan di lumbung desa.
33 Warga Gunungkidul Jalani Rapid Test, 5 Positif
33 warga Gunungkidul menjalani rapid test, hasilnya 5 orang dinyatakan positif.
Nasib 42 Destinasi Wisata di Gunungkidul Saat Corona
Tercatat 42 destinasi wisata di Gunungkidul tutup sejak pandemi Corona. Estimasi kehilangan peredaran uang ratusan miliar rupiah.
0
Dapat Stimulus Pemerintah, Garuda Akan Turunkan Harga Tiket
Garuda Indonesia akan menyesuaikan harga tiket pesawat seiring kebijakan stimulus subsidi penerbangan tarif Jasa Penumpang Pesawat Udara.