Ciri-ciri Warung Makan Pesugihan Menurut Om Hao

Dalam usaha warung makan, profit menjadi hal utama yang dikejar. Untuk itu, tak jarang mereka menggunakan penglaris dengan memanfaatkan jin.
Ilustrasi Warung Makan. (Foto: Tagar/Sinopung)

Jakarta - Penglaris identik dengan warung makan. Kabar warung makan yang ramai karena menggunakan pesugihan jin pelaris bukan rahasia lagi. Sampai saat ini, masyarakat masih meyakini ada sejumlah tempat yang mengandalkan pesugihan untuk mencari pelanggan.

Jalan pintas menggunakan pesugihan jin dilakukan dengan tujuan agar dagangan terus laku keras. Pasalnya, dalam usaha warung makan, profit menjadi tujuan utama dan indikator kesuksesan.

Nah, menurut Ahli Metafisika, Hari Kurniawan alias Om Hao, berikut ini ciri-cirinya.


Jorok Tapi Selalu Ramai

Terdapat beberapa warung makan yang seolah sangat acuh pada kebersihan tempat usahanya. Namun demikian, entah mengapa warung makan tersebut selalu ramai oleh pengunjung yang mengantri untuk membeli.

Warung makan semacam ini ada indikasi menggunakan penglaris sebagai pelancar kegiatan usahanya. Bukan tanpa alasan, kejorokan tersebut merupakan persyaratan yang diberikan dukun kepada pemilik usaha.

“Kalau (penglaris) sudah ada di bahannya, itu maaf, tempatnya kotor, jadi tidak higienis atau bersih,” jelas pria yang diakrab disapa Om Hao ini.


Hanya Nikmat Saat Makan di Tempat

Mungkin beberapa orang pernah memiliki pengalaman menyantap makanan yang rasanya sangat lezat saat dimakan di tempat. Namun, begitu dibungkus lalu dimakan di rumah, rasanya berubah menjadi sangat biasa, bahkan cenderung tidak enak dan cepat basi.

Hal semacam ini mengindikasi bahwa warung makan tersebut menggunakan jin penglaris untuk melancarkan usahanya. Pasalnya, pada umumnya, makanan yang dijual tanpa pelaris, rasanya akan sama saja baik saat dimakan di tempat atau dibungkus.


Kasir Dijaga langsung Oleh Pemilik

Meskipun memiliki banyak karyawan dan menggunakan mesin kasir yang canggih, urusan pembayaran di warung makan berpenglaris biasanya akan ditangani langsung oleh sang pemilik.

Bukan tanpa alasan, hal ini merupakan salah satu persyaratan yang diberikan oleh dukun kepada pemilik warung makan agar tempat usahanya selalu ramai.


Makanan Tak Boleh Dibungkus

Pernah datang ke warung makan yang makanannya tak boleh dibungkus atau dibawa pulang? Hati-hati! Pasalnya, konon warung makan semacam ini menggunakan jasa jin penglaris untuk melancarkan usahanya.

Jika pengunjung tetap memaksa membungkus makanannya, maka makanan tersebut akan berubah menjadi cacing atau bercampur belatung. Kok seram, ya!


Terdapat Satu Ruangan Terlarang

Tempat makan berpenglaris biasanya memiliki satu ruangan khusus yang tidak boleh dimasuki siapapun dengan alasan apapun. Konon tempat semacam ini digunakan sebagai tempat tinggal jin penglaris.

Bisa juga sebagai ruangan khusus bagi pemilik warung makan melakukan ritual jampi-jampi. Ruangan terlarang ini berada di bagian belakang warung makan, dekat dapur atau kamar mandi. []


Baca juga


Berita terkait
Cerita Penunggu Jembatan Angker Sinoa Bantaeng
Jembatan Sinoa di Kabupaten Bantaeng terkenal angker. Makhluk halus kerap mengganggu warga yang melintas.
Viral di TikTok, Kampung Gajah Disebut Angker
Viral di TikTok, Kampung Gajah Disebut Angker oleh netizen karena kondisi taman hiburan ini yang sudah terlihat rusak dan terbengkalai.
Zona Merah Angker Biang Celaka di Bantaeng
Zona merah yang disebut zona selamat di Bantaeng itu ada yang mengatakan angker, kecelakaan demi kecelakaan terjadi.
0
Ciri-ciri Warung Makan Pesugihan Menurut Om Hao
Dalam usaha warung makan, profit menjadi hal utama yang dikejar. Untuk itu, tak jarang mereka menggunakan penglaris dengan memanfaatkan jin.