Indonesia
Chelsea Sudah Selayaknya Juara Liga Europa
Chelsea dua kali melaju ke final musim ini. Mereka gagal di Piala Liga dan kini membidik Liga Europa.
Manajer Chelsea Maurizio Sarri tegaskan timnya sudah selayaknya menjadi juara Liga Europa usai menjalani musim yang berat. Chelsea melaju ke final setelah menyingkirkan Eintracht Frankfurt dan menghadapi tim satu Kota London, Arsenal. (Foto: dailymail.co.uk)

Jakarta - Chelsea sudah selayaknya memenangi Liga Europa. Setelah gagal di Piala Liga, kini Chelsea berharap bisa mengangkat trofi Liga Europa.

Chelsea menutup musim ini dengan hasil tak buruk. Manajer Maurizio Sarri yang menggantikan Antonio Conte mampu membawa The Blues dua kali lolos ke final di tahun pertamanya. 

Mereka sukses melaju ke laga puncak di Piala Liga. Hanya, Chelsea dikalahkan Manchester City. Meski gagal di Piala Liga, Chelsea sukses menembus zona Liga Champions dengan menduduki peringkat tiga di klasemen sementara. Terakhir, Chelsea melangkah ke final Liga Europa setelah menyingkirkan Eintracht Frankfurt 4-3 (1-1) lewat drama adu penalti. 

Di final yang digelar di Stadion Olympic, Baku, Azerbaijan, Chelsea menghadapi rival satu Kota London, Arsenal. Ini untuk kali pertama Chelsea dan Arsenal bertemu dalam laga sesama tim Liga Premier Inggris di kompetisi Eropa. 

Sukses melenggang ke final, kini Sarri membidik target berikutnya, trofi Liga Europa. Menurutnya setelah melalui perjuangan yang berat, Chelsea sudah sepantasnya bila mengakhiri kompetisi musim ini dengan meraih trofi. 

"Kami pertama kali tampil di final dengan menghadapi City. Sayangnya kami gagal. Jadi, kami ingin juara setelah kembali tampil di final. Pemain kami pantas untuk memenanginya," ujar Sarri. 

Menurut dia Chelsea harus berjuang keras untuk mencapai final di dua kompetisi yang berbeda. Mereka juga sempat mengalami kesulitan sebelum bisa masuk ke papan atas Liga Premier. 

"Kami mengalami kesulitan selama tiga bulan terakhir. Di Liga Inggris, saat Anda menghadapi kesulitan dengan lawan yang memiliki level sangat tinggi, tentu tak mudah untuk mengatasinya. Namun kami ternyata bisa mengatasinya," ujarnya. 

"Demikian pula saat kami berlaga di Piala Liga. Kami menghadapi Liverpool dan Tottenham Hotspur, dua tim finalis Liga Champions. Dan di final kami menghadapi tim terbaik di Liga Premier, City. Terus terang untuk saat ini Liga Premier memang yang terbaik di dunia," tandasnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Uang Makan Napi Rp 20 Ribu, Rupan: Tidak Manusiawi
Besaran anggaran negara untuk narapidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan sebesar Rp 20 ribu per tiap hari tidak manusiawi.