UNTUK INDONESIA
Cerita Ayah Nurkhikmah, Mayat dalam Karung di Tegal
Polisi sudah menangkap 5 terduga pelaku pembunuhan Nurkhikmah, 16 tahun, mayat dalam karung di Tegal. Ayah korban pun bercerita tentang anaknya.
Ayah korban, Imam Malikiā€Ž, 40 tahun. Imam berharap pelaku pembunuh anaknya yang sudah ditangkap dijatuhi hukuman maksimal. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Tegal - Polisi sudah menangkap lima pelaku terduga pembunuh Nurkhikmah, 16 tahun, warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Mayat Nurkhikmah ditemukan terbungkus karung dan hanya tinggal tulang.

Ayah korban, Imam Maliki, 40 tahun, berharap para pelaku yang tega menghilangkan nyawa anaknya dihukum seberat-beratnya.

‎"Harapan saya yang sudah membunuh anak saya dihukum seberat-beratnya. Kalau tidak ada hukuman, istilahnya tidak ada hukum, nyawa dibayar nyawa," kata Imam, Senin, 12 Agustus 2019.

Imam bersyukur para pelaku sudah ditangkap. Dia menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut seterang-terangnya.

"Walaupun saya berduka, hati saya sudah lega. Saya emosi pun tidak bisa menghidupkan anak saya. Saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa, kepada Pak polisi, pasti ada balasannya," tuturnya.

Terkait para pelaku yang sudah ditangkap, Imam mengaku belum melihat mereka secara langsung namun hanya tahu dua di antaranya dari namanya. Keduanya merupakan teman korban dan bahkan salah satunya masih memiliki hubungan kerabat dengannya.

"‎Kalau lihat, mungkin saya kenal. Yang saya kenal dua orang kalau lihat namanya. Satu perempuan, satu laki‎-laki," ungkapnya.

Setelah para pelaku ditangkap, ‎selain berharap ada hukuman maksimal, Imam juga lega jenazah anaknya bisa segera dimakamkan.

"Terimakasih kepada Pak Polisi. Para pelaku sudah ditangkap dan jenazah anak saya bisa dibawa pulang untuk dimakamkan sewajarnya," tandasnya.

Sempat Dikira Pergi Bekerja

Semasa hidup, Nurkhikmah hanya tinggal‎ bersama ayah dan neneknya di Desa Cerih, desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Pemalang dan Purbalingga. Sedangkan ibunya sudah tinggal terpisah setelah bercerai dengan sang ayah.

Sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas terbungkus karung di bekas bengkel las, Jumat, 9 Agustus 2019, lulusan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) itu menghilang dari rumahnya lima hari sebelum bulan puasa 2019.

Imam Maliki tak pernah menyangka hilangnya anak pertamanya itu karena menjadi korban pembunuhan. "Anak saya tidak pulang-pulang, curiga saya apa anak saya di rumah ibunya atau kerja. Tidak punya pikiran dibunuh. Anggapan saya anak kerja ikut sama orang," ucapnya.

Saat itu, Imam tidak mengetahui sang anak pergi dari rumah karena kebetulan sedang tidak berada di rumah. Dia hanya mendengar cerita dari salah seorang warga yang sempat melihat korban berjalan di pekarangan.

‎"Terakhir kali pamitnya saya tidak tahu, perginya saya tidak tahu. Yang di dalam rumah tidak ada yang tahu. Cuma istrinya Pak RT katanya lihat anak saya berjalan sendirian di pekarangan," katanya.

Lantaran berpikir korban pergi ke rumah ibunya atau bekerja, Imam pun tidak melaporkan keberadaannya ke polisi. "Tahu-tahu anak saya pulang sudah menjadi mayat," ujarnya.

Korban Sosok Pendiam

‎Imam Maliki mengenang sosok Nurkhikmah sebagai anak yang pendiam dan tertutup. "Dia pendiam. Sama orangtuanya tertutup apalagi sama keluarganya yang lain, sama temannya," kata dia.

‎Imam juga mengaku tak melihat sang anak sedang memiliki masalah atau bersikap aneh sebelum menghilang dan akhirnya ditemukan sudah meninggal. "Kalau ada masalah biasanya hanya diam, nangis, terus mengurung di dalam kamar," ujarnya.

Salah satu teman korban, Winda, 16 tahun, juga mengungkapkan hal senada. ‎"Orangnya cukup pendiam, tertutup. Tidak pernah cerita ke saya (kalau ada masalah)," katanya, Senin, 12 Agustus 2019.

‎Winda merupakan teman sejak kecil korban dan sering bermain bersama di sekitar rumah. "Pernah tidur bareng, ngobrolnya ya ngobrol biasa. Dia lebih sering main HP, terus saya tinggal tidur. Teman-temannya yang lain, saya tidak kenal," tuturnya.

TegalLokasi penemuan mayat korban yang terbungkus karung di bekas bengkel las di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat, 9 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Winda mengungkapkan korban sempat memblokir kontak telepon dan media sosial miliknya saat menghilang dari rumah. Namun dia tidak memiliki firasat apa-apa.‎ "Tidak curiga, karena ada yang bilang sudah kerja, jadi tidak pernah punya firasat apapun," ujar dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal AKP Bambang Purnomo sebelumnya membenarkan sudah menangkap pelaku yang diduga membunuh korban.

Namun dia belum bersedia membeberkan lebih lanjut dengan alasan masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap kasus yang menggegerkan itu secara jelas.‎ "Masih kami lakukan pengembangan," ujarnya, Senin, 12 Agustus 2019. []

Berita terkait
Mayat Remaja Dalam Karung Gegerkan Warga Tegal
Penemuan mayat dalam karung gegerkan warga Tegal, kuat dugaan mayat tersebut adalah korban pembunuhan.
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung
Polres Tegal Jawa tengah menangkap pelaku pembunuhan terhadap perempuan yang ditemukan dalam karung.
0
Sekjen NasDem: Soal Kabinet, Itu Kewenangan Presiden
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh tidak membicarakan soal koalisi, opsisi dan jatah menteri karena merupakan kewenangan presiden