Cerita Ayah Jual Babi Demi Taruna Akademi Militer Asal Papua

Ini adalah cerita bagaimana seorang Ayah berjuang agar sang anak bisa lulus sebagai calon taruna Akademi Militer (Akmil) TNI AD.
Seorang prajurit TNI sedang mengikuti latihan militer. (Foto: Tagar/Getty Images)

Jakarta - Ini adalah cerita bagaimana seorang Ayah berjuang agar sang anak bisa lulus sebagai calon taruna Akademi Militer (Akmil) TNI AD. Salah seorang taruna asal Papua, Samuel Wamu melakukan pendaftaran proses seleksi Akmil tanpa memberitahu orang tuanya, khususnya sang ayah.

"Setelah daftar di Komando Distrik Militer (Kodim), baru dia kasih tahu saya. Saya kaget," kata ayah Samuel Wamu, Hendrikus Wamu, dalam video yang diunggah akun Youtube TNI AD dilansir Antara, Kamis, 26 November 2020.

Kenekatan Samuel tersebut membuat Hendrikus sampai harus menjual babi agar dapat mengongkosi tiket pesawat sang anak dari Wamena menuju Jayapura. Namun pengorbanan sang ayah tak disia-siakan oleh Samuel Wamu, keturunan Suku Dani, Wamena, Papua, saat mengikuti seluruh tahapan seleksi menjadi taruna Akmil.

Tahapan pertama yang harus dilewati adalah tes kesamaptaan. Untunglah, sejak kecil, Samuel sudah terbiasa membantu orang tuanya mencari kayu bakar dengan mendaki pegunungan Wamena.

Samuel juga gemar melakukan sprint atau lari jarak pendek. Biasanya latihan itu dilakukan Samuel setiap berangkat dan sepulang sekolah.Ia pun sering berlatih push up dan sit up di sekolah.

"Cuma restock (latihan bergelantungan pada tiang kemudian menarik badan hingga dagu melewati tiang) yang tidak saya lakukan, karena di sana (Wamena) tidak ada tempatnya," kata Samuel.

Dengan terbiasa mendapat tempaan fisik sejak kecil itu, Samuel mengaku tak kesulitan saat mengikuti tes kesamaptaan Akmil.

"Waktu tes itu, ada memanjat, lompat, itu saya rasa macam tidak terlalu berat begitu," kata Samuel.

Kemudian pada seleksi panitia penentu akhir (Pantukhir) TNI AD yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Samuel mulai merasakan ketegangan.

Namun, Samuel tetap fokus berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar bisa lulus dari seleksi tersebut.

"Waktu itu, pas sidang pantukhir itu, saya panik. Di situ saya hanya berdoa saja, semoga saya bisa lulus. Saya berdoa dan berdoa terus," kata Samuel.

Hingga kemudian diumumkan hasil keputusan sidang pantukhir tersebut, namanya masuk dalam 425 orang calon taruna akmil yang lulus.

Sebuah kebanggaan menyelimuti Samuel, yang akhirnya berhasil menjadi Taruna Akmil.

Namun, tiba-tiba dia jadi teringat utang budi kepada orang tuanya yang menjual babi demi memberangkatkan dia ke Jayapura.

Begitu pengumuman, saya langsung pinjam ponsel ke teman. Saya telepon orang tua, saya bilang, saya lulus. Orang tua langsung menangis," kata Samuel.

Rupanya sang Ayah terharu karena bersyukur Tuhan membukakan pikiran sang anak untuk mendaftar penerimaan Akmil tersebut.

Ternyata di balik kenekatan Samuel untuk mendaftar itu, sebetulnya Tuhan memberikan jalan karier yang baik bagi putranya tersebut.

"Saya memang menangis, menangis bersyukur begitu, saya tidak curiga pada anak punya keinginan, terima kasih Tuhan," kata Hendrikus.[]

Berita terkait
15 Barang Bukti Pengeroyokan TNI oleh Grup Moge Harley
Penyidik Satreskrim Polres Bukittinggi menyerahkan barang bukti dan empat tersangka pelaku pengeroyokan prajurit TNI ke Kejaksaan Bukittinggi.
Baliho Rizieq Shihab Dicopot TNI Bukan Milik FPI, Faktanya?
Ratusan spanduk dan baliho Rizieq Shihab yang sudah diturunkan oleh TNI diklaim bukan milik Front Pembela Islam (FPI).
Denny Siregar: Kenapa Harus TNI Turun Tangan
TNI ke jalan dengan komando Pangdam Jaya Dudung Abdulrachman, mencopoti baliho-baliho propaganda Rizieq Shihab memang sudah saatnya. Denny Siregar.
0
Ronald De Boer Dipilih Jadi Duta Piala Dunia 2022 Qatar
Bintang sepak bola Belanda, Ronald de Boer, mengatakan, dia sangat antusias mendapat kesempatan menjadi Duta Piala Dunia 2022 di Qatar