Cara Merawat Janda Bolong Si Tanaman Hias yang Populer

Tanaman janda bolong masih satu keluarga dengan mostera dan biasa digunakan sebagai dekorasi rumah.
Monstera (Foto:Tagar/Pexels)

Jakarta - Masa pandemi Covid-19 membuat banyak orang menemukan hingga mendalami hobinya, salah satunya dengan merawat tanaman hias. Mostera Adansonii atau janda bolong adalah tanaman yang digemari oleh pecinta tanaman.

Monster adalah jenis tumbuhan tropis merambat berasal dari Amerika Tengah. Ia juga dikenal dengan tanaman lubang daun yang dimilikinya secara alami sehingga disebut dengan Swiss Cheese Plant.

Janda bolong juga memiliki 2 jenis terpopuler, yakni Monstera Obliqua dan Monstera Adansonii. Tanaman ini masih satu keluarga dengan mostera dan biasa digunakan sebagai dekorasi rumah.

Dengan bentuk yang unik tanaman ini memberikan kesan estetika juga, mengingat harganya yang tinggi dan banyak diincar oleh pecinta tanaman hias. 

Meski begitu kita tetap harus merawat tanaman ini, Janda bolong juga termasuk ke dalam tanaman hias dengan minim perawatan ekstra tetapi tetap harus diperhatikan dengan baik. Itu merupakan salah satu faktor janda bolong diincar banyak orang.


1. Perhatikan kondisi tanah

Tanah adalah media penting dari janda bolong. Karena janda bolong akan menyerap air dari tanah yang basah sehingga dapat memenuhi kebutuhan air dan mineral. Dengan tanah yang baik maka tanaman hias janda bolong dapat tumbuh dengan baik.

Untuk menjaga kelembapan dari akar, bisa dengan mecampurkan tanah dengan lumut gambut atau perlit dengan takaran 1:1. Campuran media ini akan membantu menjaga kelembapan tanah tanpa merusak akar.


2. Menjaga kebutuhan air dan asupan nutrisi

Tanaman membutuhkan media yang lembab akan air, bukan dengan membiarkan media tanam menjadi banjir yang dapat membuat akar menjadi busuk lalu mati.

Waktu yang cocok untuk menyiram janda bolong ialah di pagi dan sore hari. Tak lupa dengan memberikan asupan pupuk kompos setiap 6 bulan sekali. Diberikan pupuk kompos karena campuran media pot masih belum cukup nutrisi. 

Namun bisa juga dengan penggunaan pupuk cair, dengan catatan kamu bisa memberikan pupuk sekali dalam sebulan.


3. Perhatikan cahaya matari

Janda bolong juga sama seperti tumbuhan lainnya yang memerlukan sinar matahari. Tetapi pemberian sinar yang berlebihan juga tidak baik bagi tumbuhan, agar tanaman bisa dapat menyerap cahaya dengan baik.


4. Mencegah dari gulma

Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak diinginkan karena sifatnya yang dapat merebut nutrisi tanaman utama. Apabila terdapat gulma pada media tanam janda bolong, maka harus segera dicabut sebelum gulma menggangu nutrisi tanaman utama.


5. Jaga kondisi suhu di sekitar tanaman

Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah suhu, dengan suhu yang baik tanaman janda bolong akan tumbuh dengan maksimal. Di suhu luar, tanaman janda bolong dapat bertahan pada suhu 23 derajat celcius hingga 30 derajat celcius, sedangkan pada suhu ruangan ia sebaiknya berada pada suhu 15 derajat celcius.


6. Repotting

Ialah kegiatan mengganti pot tanaman janda bolong yang dirasa sudah tidak muat karena pertumbuhan tanaman yang semakin besar. Repotting dapat dilakukan rutin setiap satu tahun sekali guna membuat banyak ruang untuk tumbuh.

Itulah cara dan tips merawat tanaman hias janda bolong, semoga bermanfaat.[]


(Fiona Renatami)

Baca Juga:

Berita terkait
7 Tanaman Hias Indoor yang Tidak Mudah Mati
Tanaman hias indoor butuh perawatan yang tepat supaya awet, cukup sulit untuk pemula.
Tips Merawat Tanaman Hias Alocasia di Rumah
Alocasia tergolong beracun sehingga harus ditempatkan di area yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
9 Tanaman Hias Indoor untuk Ruangan Sempit
Anda bisa memeilihara tanaman ini di pot kecil untuk menambah estetik hunian Anda.
0
Cara Merawat Janda Bolong Si Tanaman Hias yang Populer
Tanaman janda bolong masih satu keluarga dengan mostera dan biasa digunakan sebagai dekorasi rumah.