Cara Meminimalisir Bahaya Preeklampsia Pada Ibu Hamil

Gejala Preeklampsia banyak terjadi pada ibu hamil yang usia kandungannya di atas 20 minggu, tapi hal ini jarang diketahui banyak orang.
Potensi bahaya preeklampsia pada ibu hamil. (Foto: Tagar/Pexls/Leah kelley)

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Preeklampsia, Himpunan Kedokteran Fetomaternal Surabaya menyampaikan terkait cara meminimalisir potensi bahaya preeklampsia pada ibu hamil, Jumat 21 Mei 2021.

Meski kehamilan merupakan kebahagiaan bagi pasangan yang menginginkan keturunan, secara ilmiah proses kehamilan merupakan suatu proses luar biasa yang sangat rumit dilakukan.

Dengan menempelnya buah kehamilan di dalam rahim, tumbuh dan berkembangnya janin serta plasenta yang terkadang tidak semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Terdapat sebuah kondisi berbahaya yang meski pun cukup sering terjadi. Namun, masih belum terlalu dikenal banyak orang, kondisi spesifik dinamakan preeklampsia.

Preeklampsia atau kondisi hipertensi atau meningkatnya tekanan darah yang terjadi pada saat kehamilan kadang dikenal juga dengan namatoxemia gravidarum atau keracunan kehamilan.

Biasanya preeklampsia terjadi pada paruh akhir kehamilan diatas 20 minggu atau setelah plasenta terbentuk di dalam rahim hingga 6 minggu setelah melahirkan.

“Kami menganggap serius masalah ini dari tahun ke tahun, demikian juga para dokter kandungan di seluruh dunia. Kami berharap para ibu hamil beserta pasangan dan keluarganya juga lebih menyadari bahayanya dengan mengenali gejalanya dan terbuka pada dokter kandungannya mengenai masalah kesehatan yang dialami,” kata Agus Sulistyono, Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Surabaya, kepada Tagar, Jumat 21 Mei 2021.

Ketua Penurunan Angka Kematian Ibu Surabaya ini juga berharap bersama-sama meningkatkan awareness dan segera bergerak act now, screen now untuk mencegah terjadinya preeklampsia ini.

Keseriusan menghadapi preeklampsia ini sangat diperlukan, karena fakta menunjukkan kematian ibu sebanyak itu secara disproporsional 99% terjadi di negara dengan pendapatan perkapital yang rendah.

“Diproyeksikan sekitar 14.640 Ibu hamil meninggal setiap tahunnya dan ini terjadi secara konstan jumlah yang sama dengan sepertiga total kematian terkait Covid-19 di tahun 2020,” kata Manggala Pasca Wardhana Himpunan Kedokteran Fetomaternal Surabaya.

Dia juga mengatakan jika kita telaah lebih dalam lagi ternyata mayoritas penyebab kematian Ibu ini adalah preeklampsia sekitar 33,07 % .


Upaya pencegahan ini akan akan berhasil jika pengetahuan dan awareness diketahui oleh bumil atau pun pasangan usia subur.


Selain itu, Dokter NareswariImanadha Cininta Marcianora mengatakan bahwa preeklampsia dapat diprediksi melalui gejala berikut.

  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil
  • Memiliki riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
  • Memiliki penyakit tertentu, diabetes, gangguan ginjal dan penyakit autoimun seperti lupus, antifosfolipid
  • Obesitas (indeks masa tubuh kurang lebih 30 kg/m2)
  • Riwayat keluarga menderita preeklampsia
  • Hamil kembar dua atau lebih
  • Hamil pertama kali
  • Jarak kehamilan terakhir kurang lebih 5 tahun
  • Berusia di atas 40 tahun


Apabila ibu hamil mengalami hal tersebut sebaiknya segera melakukan skrining risiko melalui tenaga kesehatan tempat pasien tersebut melakukan control kehamilan. []

Berita terkait
Rekomendasi 13 Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil
Berikut Tagar rangkumkan rekomendasi 13 makanan yang cocok dikonsumsi ibu hamil.
Ibu Hamil Puasa, Ini yang Wajib Diperhatikan
Sebelum memutuskan apakah ibu hamil berpuasa atau tidak, sebaiknya memperhatikan beberapa hal, sehingga tidak menimbulkan risiko. Berikut ini.
Meghan Markle Hamil, Pangeran Harry Menanti Anak Kedua
Pangeran Harry dipastikan tengah menanti kehadiran anak keduanya dari Meghan Markle.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.